Di Sini Kebahagian Kita!

RemajaIslamHebat.Com - Semua berjalan seperti begitu saja, namun tidaklah demikian sebagian dari kita dan memang itu yang sebenarnya. Sebab, setiap perjalanan telah menghantarkan setiap kita pada sebuah jawaban atas semua pertanyaan yang mendasari pada kehidupan. Merasakan akan sebuah perjalanan yang telah menghantarkan dari kegersangan menuju kedamaian, dari kesempitan menuju kelapangan, dari kebutaan menuju penglihatan, dan dari kebodohan pada pengetahuan akan luasnya cakrawala. Sebab, ia seakan mampu menghadirkan suasana yang jauh di luar itu semua, yaitu kampung akhirat.

Kampung yang tidak pernah terbayangkan oleh pandangan manusia, yang tidak akan terfikirkan oleh kemampuan manusia, yang tidak akan pernah terjangkau oleh akal manusia, kecuali hanya sebatas apa yang dikabarkanNya.

Kita mungkin masih sama seperti dulu, mendengar, berbicara, melihat, berjalan, bersosialisasi, dan juga terus bermimpi. Namun, kini sebagian kita telah mulai mendengar yang tidak hanya sebatas mendengar, melihat yang tidak hanya sebatas melihat, berbicara yang tidak hanya sebatas berbicara, berjalan yang tidak hanya sebatas berjalan, berinteraksi yang tidak hanya sebatas interaksi dan bermimpipun juga tidak hanya sebatas mimpi.

Kini, sebagian kita merasa semua harus lebih teliti. Berhati-hati pada batas yang syar’i. Batasan yang dulu kita anggap sebagai pengekang dalam langkah. Namun, kini sangat menyadari bahwa itu adalah penjagaan akan kehormatan dan kemuliaan harga diri, kemudahan untuk pemenuhan kebutuhan, dan petunjuk untuk mencapai tempat tujuan. Semua itu hanya kita dapat saat mulai bersungguh-sungguh sedikit demi sedikit memahami Islam.

Islamlah yang mengajarkan akan batasan saat kita harus menggunakan pendengaran. Berusaha mendengarkan pada suara-suara yang bisa menghadirkan akan keesaanNya. Menjauhkan dari suara-suara hina yang saling menjatuhkan, menghujat dan memecah belah, serta melalaikan.

Islamlah yang menunjukkan akan bagaimana saat berbicara. Perkataan amar ma’ruf nahi mungkar atau perkataan yang baik dan jika tidak maka diam lebih baik. Mengajari kapan aku harus berbicara dan kapan pula aku harus diam.

Islamlah yang mengajarkan akan hal apa yang boleh dan harus dilihat dan hal apa pula yang tidak boleh dan haram untuk dilihat. Melihat hanya untuk mencari dan mengambarkan akan ciptaanNya, hingga mampu menghantarkan pada keyakinan bahwa wajib Dia ada.

Islamlah yang mengajarkan akan bagaimana saat berbuat.  Sampai pada mana perbuatan yang harus didahulukan, mana perbuatan yang dapat ditangguhkan, dan mana pula yang harus ditinggalkan.

Islamlah yang mengajarkan akan bagaimana berfikir dan mengambil keputusan. Selalu melibatkan pada sang Maha Yang Mengetahui segala sesuatu, yaitu wahyu yang bukan karena keinginan dan nafsu.

Islamlah yang memberi semua aturan itu. Aturan pada batasan karena kita bukan tempat sampah yang apapun bisa untuk menampung. Namun, kita adalah manusia makhluk yang paling mulia maka hendaknya setiap tingkah laku dan ucap selalu menunjukkan akan kemuliaan. 

Siapa dari kita yang mengambil Islam maka ia adalah kemuliaan, sedangkan siapa dari kita yang meninggalkan Islam maka ia hanyalah kehinaan. Kehinaan yang tiada penyelamatan kecuali hanya kembali lagi padanya.[]

Diambil dari FB: Uli Nice

Post a Comment

0 Comments