Al Islamu Mahjubun bil Muslimin (2)

Oleh : Hilmi Firdausi

BEBERAPA bulan yang lalu, Saya pernah menulis mengenai ringkasan kajian saya di Mahkamah Konstitusi (MK) tentang "Al Islamu Mahjubun bil Muslimin" (Agama Islam terhijab/terhalang oleh orang Islam sendiri). Waktu itu saya menekankan tentang kesaklekan atau keukeuh dalam melaksnakan suatu hukum fiqih dan masalah furu'iyah lainnya pada suatu kelompok yang bisa menyebabkan perpecahan, gontok-gontokan sesama muslim.

Kali ini masih tentang Al Islamu Mahjubun bil Muslimin juga, namun lebih kepada prilaku individu muslim yang menyebabkan agama ini tercoreng.

Status saya kemarin, ada beberapa orang yang gagal faham, disangkanya saya tidak berempati kepada korban First Travel. Sungguh gagal faham stadium 4. Saya menolak membahasnya bukan berarti saya tidak berempati. Saya dan keluarga pernah merasakan bagaimana ditipu oleh Biro Perjalanan Umroh 2 tahun lalu. Bahkan ada titipin seorang Hafidzh yatim dari seorang sahabat yang dititipkan ke saya utk umroh bersama saya, dananya ikut raib dimakan oleh oknum travel tsb (Alhamdulillah sang hafidzh yatim sudah saya berangkatkan umroh dengan merogoh kocek saya sendiri). Kasusnya hampir sama seperti di FT, uang jamaah dipakai utk keperluan lain. Travel tsb dengan semena-mena, beberapa jam sebelum keberangkatan membatalkan sepihak hanya melalu sms, bahkan beberapa jamaah dari luar pulau/kota ada yang sudah sampai di Bandara. Pasti kesal, marah, malu, bercampur menjadi satu, terutama utk jamaah dari luar pulau yang telah berpamitan untuk umroh kepada keluarga dan tetangga. Sakitnya tuh disini, malunya apalagi, kalau saya dan keluarga Alhamdulillah bisa menerima taqdir Allah ini dengan lapang dada.

Masalah FT adalah masalah kriminal, penipuan, walau jadi lebih kompleks karena membawa-bawa unsur ibadah. Bagi yang memang tidak suka dengan Islam, ini jadi bahan bullyan paling ampuh. Silahkan simak komen-komen di portal berita Online atau akun-akun yang seringkali besebrangan dengan  Aksi Bela Islam.

Tidak ada hubungannya penistaan Islam dengan penipuan FT. Mereka (jika terbukti) adalah para penjahat, kalau dalam Islam potong saja tangannya, kalau di negara kita hukum dengan hukuman yang berlaku. Tak perlu mengkaitkan mereka sebagai pendukung Asli Bela Islam. Kami juga malu, tidak hanya kepada mereka (FT), tapi juga kepada seluruh muslim yang berprilaku menyimpang, berbuat kejahatan, sedangkan syariat Islam jelas mengharamkan setiap muslim mendzholimi saudaranya. Mereka seperti yang ulama gambarkan, menghijab kemuliaan dan keagungan islam dengan perilakunya.

Oknum muslim penghalang kemuliaan Islam sebenarnya amat sangat banyak, bertebaran dimana-mana, itu yang harus kita berikan edukasi, kita nasihati, karena membela kemuliaan Agama Allah adalah kewajiban bagi setiap muslim, bukan malah mencoreng agama sendiri, ikut membela penista agama.

Justru sebagai muslim, jika kita diam melihat dan mendengar agama kita dilecehkan, syariat Islam dinistakan dan dipermainkan, ulama-ulama hanif dikriminalisasi, periksalah kembali keimanan kita, apakah kita pantas menyandang status muslim ? Atau sekedar muslim di KTP saja ?

Wallahi, Islam adalah agama yang syamil dan kamil, menyeluruh dan sempurna. Tak berkurang sedikitpun walau jutaan orang menghina. Justru pertanyaan ada pada diri kita, "kontribusi apa yang telah kita berikan untuk agama ini ?", atau jangan-jangan malah kita termasuk golongan muslim penghijab Islam.

Wal'iyadzubillah

Sumber:

FB : Hilmi Firdausi

Post a Comment

0 Comments