AKU MAU JADI INI, MAU JADI ITUU

Oleh: Amalia Sinta

KALAU ditanya, mungkin semua orangtua ingin anaknya sukses dan kaya nantinya. Tentu wajar, biar hidup enak berkecukupan.

Tapi, mengingat kita hidup di negara yang gak semua warganya kaya, sudahkah kita menyiapkan anak untuk mengasihi sesama tanpa melihat jumlah hartanya?

Anak boleh dikenalkan dengan berbagai profesi keren bergaji besar seperti pilot, dokter, atau apapun. Tapi ajarkan dia agar tidak menghina mereka yang berprofesi biasa saja atau bahkan berada di strata bawah secara ekonomi.

Anak boleh dibesarkan hatinya agar percaya diri, tapi jangan kebablasan sampai menjadi sombong.

Menyiapkan anak untuk bisa bersosialisasi dengan kepekaan sosial yang tinggi sangatlah penting dan terasa semakin urgent di masa kini.

Gak selamanya dia di kelilingi teman yang selevel dengannya. Dia akan bersentuhan dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Jangan sampai, secara gak sadar, orangtuanya lah yang mengajari anak untuk menjadi sombong.

Sejauh ini, saya berusaha banget buat gak ngasih label tentang baik buruknya jenis-jenis pekerjaan ke Tera, yang hanya berdasarkan banyaknya uang akan dihasilkan.

Saya gak pernah bilang :
"Besok kamu kalo gede jadi dokter ajah, biar uangnya banyak"

Atau
"Kamu nanti cari kerja yang gajinya besar biar hidup enak"

Kenapa?
Karena saya gak mau membebani anak dengan stigma itu. Saya mau dia bebas memilih profesi apa, sesuai minat dan bakatnya, bukan paksaan orangtuanya. Jika dia suka dan komit pada suatu bidang, dia akan jadi ahli dan uang datang dengan sendirinya.

Dan karena saya gak mau dia meremehkan mereka yang pekerjaannya biasa ajah atau bahkan dianggap kelas bawah.

Tera gak pernah tau, mana pekerjaan yang dianggap keren oleh masyarakat. Dan sebaliknya.

Saat bermain di rumah yang sedang dibangun, Tera pernah berujar :
"Mah, aku mau jadi tante tukang bangunan"

Apa reaksi saya?

Meski kaget, tapi ekspresi muka berusaha senyum ajah.

"Owh okeey,, tante tukang Tera mau bikin bangunan apa?

"Rumah yang besaar, biar bisa buat lari-larian ama dede hehee.."

Dia pernah juga bilang,
"Mah, aku mau jadi tante kasir minimarket"

"boleehh.. Kenapa pengen jadi kasir?"

"biar bisa pencet alatnya dan bunyi-bunyiin tiiit tiiit terus"

Hahaha.. Sesederhana itulah pemikiran anak kecil.

Apa jadinya kalau dia sudah dijejali dengan pemikiran judgemental, semacam :

"Jangan ah, kotor jadi tukang bangunan"

"Ngapain jadi kasir, pegang duit banyak tapi bukan punya nya"

Huft, kebayang gak, anak bakal meremehkan jenis pekerjaan tertentu nantinya.

Sedangkan dengan netralnya label tentang pekerjaan, Tera bisa menghargai semua orang dari berbagai kalangan.

Dia akan mengucapkan terima kasih ke tukang sampah kompleks, sama tulusnya ketika dia bilang terima kasih ke pramugara di pesawat yang dia naiki.

Dia gak canggung mengajak ngobrol tukang bangunan, meminta diajari mengecat tembok, sama semangatnya ketika dia minta diajari cara mendengar detak jantung lewat stetoskop pak dokter yang pernah ia kunjungi.

Dia dengan gembira duduk bersama anak pedagang kecil yang menemani ibunya jualan di pasar, sama senangnya ketika dia bermain dengan anak tetangga yang kaya.

Sebisa mungkin saya mengajarkan penerimaan tulus ini.

Andai besar nanti Tera kaya dan bisa membangun rumah besar, dia akan tetap menghargai para tukang bangunan yang bekerja untuknya.

Setelah rumahnya jadi dan dia punya asisten rumah tangga, dia akan memperlakukan ART nya dengan baik.

Jika kelak dia bekerja di gedung perkantoran tinggi, dia tetap bisa menghargai cleaning service yang menyediakan minum baginya.

Sudah cukup banyak pejabat yang merendahkan pekerja di level bawah. Sudah terlalu banyak orang miskin yang diinjak harga dirinya, hanya karena perbedaan jumlah uang yang dimiliki.

Padahal bukankah sejatinya semua manusia adalah sama?

Sama-sama wajib dihargai dan dihormati.

Paling tidak, saya mengusahakan anak saya tidak akan menjadi bagian orang arogan itu.

Jadilah kaya tanpa merendahkan yang miskin. Milikilah karir cemerlang tanpa membuat suram rekan yang di level bawah.

Mari kita ajarkan ke anak bahwa kaya ataupun miskin, semua orang wajib dihargai dan diperlakukan dengan baik..

Post a Comment

0 Comments