6 KESALAHAN SAAT MENGHADAPI MASA GTM ANAK

Oleh : Amalia Sinta

DEAR Mak Emak Sayang,
Berkaitan dengan masalah GTM (Gerakan Tutup Mulut) alias sulit makan pada anak, maaf yang japri belum semuanya sempat saya jawab. Saya coba jelasin di tulisan ini ajah ya, semoga bisa membantu.

FYI, anak saya bukannya gak pernah GTM lowh. Tera pernah males makan selama hampir 2 bulan waktu umur 1,5 tahun. Tapi saya tanamkan di pikiran bahwa dia gak GTM, tapi lagi bosen ajah sama masakan saya yang itu-itu ajah hahaha..

Meski sebetulnya saya gak terlalu bisa masak, tapi terpaksa putar otak cari kreatifitas dalam mengolah makanan. Setelah berjuang di dapur dengan aneka resep baru, apa anaknya mau makan?

Tetep gak mauu!

Dan setelah trial n error menu, tau gak dia mau makannya apa?

Nasi putih hangat dikasih parutan keju! Wkwkwk..

Dia makan itu doank selama sebulan.Tapi selama itu, buah tetep masuk.

Saya gak pernah memaksa secara berlebihan agar anak mau makan. Cuma masuk beberapa suap, ya udah gpp. Tapi tetap dicoba dan saya kasih contoh makan di depannya.

Pelan-pelan, nafsu makan Tera pulih. Dia mulai mau makan sop ayam, ikan goreng, dan menu lainnya.

Saya seringkali menemukan orang tua yang melakukan hal yang kurang tepat untuk mengatasi GTM pada anak, malah berujung trauma dan anak makin sulit makan.

Berikut saya ulas ya :

6 KESALAHAN DALAM MENGHADAPI MASA GTM ANAK :

1. Memaksa Anak Makan Dengan Cara Tidak Wajar

Gak sekali dua kali saya temui di grup emak-emak, ada yang memakai cara berlebihan untuk memaksa anak makan. Seperti mencekoki paksa makanan ke mulut anak, nangis tetep disuapi, bahkan sampai mengikat badan anak

Hal-hal semacam ini berbahaya ya Mak. Anak bisa tersedak. Makanan dan minuman bisa masuk ke saluran nafas dan bisa fatal sampai meninggal.

Selain itu, jelas akan menimbulkan trauma. Anak butuh makan 3x sehari. Kebanyang gak stress nya anak kalo selalu dipaksa. Jangan sampai dia merasa kegiatan makan adalah penyiksaan. Kasian kaan..

2. Memberi Label "Susah Makan" Pada Anak

Saya sering sekali bertemu orangtua yang menyebut : "anak saya susah makan",
bahkan di depan anaknya.

Tau gak, kalo label yang sering diucapakan ke anak, akan mengendap ke bawah sadarnya?

Itu membuat anak terus menerus menolak makan, karena dia menganggap bahwa memang benar, dirinya adalah anak yang susah makan, gak suka makan sayur, dsb.

Mulai sekarang, yuk coba berhenti mengucapkannya Mak.

Ganti dengan bilang :
"adek anak yang pintar makannya".
"adek suka makan, ini enak, adek suka makan ini (sebut nama makanannya).

Konsistenlah merubah label negatif menjadi positif. Biarkan meresap ke bawah sadar anak, termasuk emaknya, pengasuhnya ataupun neneknya. Amati hasilnya, akan ada perubahan perilaku anak soal makanan.

3. Menyuruh Tanpa Memberi Contoh Nyata

Menyuruh anak makan sayur, sedangkan ortunya engga. Ya kebanyang donk, mana mau anaknya hehe..

Gak perlu langsung suka semua sayur, mulailah satu dua jenis sayur ajah, dengan porsi sedikit. Makan di depan anak. Anakpun akan mengekor. Lama-lama bisa ditambah porsinya.

4. Jadwal Makan Tidak Teratur

Anak yang jam makannya berantakan, akan sulit mengenal "rasa lapar". Jadi gak jelas kapan alarm lapar dalam tubuhnya berbunyi. Itu sebabnya anak susah makan.

Apalagi jika terbiasa ngemil apapun, kapanpun. Perut anak itu belum muat banyak, sayang kalau hanya diisi jajan tanpa gizi. Giliran tiba waktu makan besar, perut dah penuh.

Oya terlalu banyak minun susu juga bikin males makan ya Mak. Karena susu itu mengenyangkan. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), untuk anak usia diatas 1 tahun, konsumsi susu maksimal 500 ml perhari ajah.

Dan jangan pula terlalu sering menawarkan makan pada anak. Dikit-dikit disuruh makan, bentar-bentar disuapin. Bosen kali Mak hehe.. Kecuali anak yang emang lagi program penggemukan, emang dijadwalkan makan besar sampai 6x sehari dalam porsi kecil.

Aturlah jam makan besar dan jam makan cemilan. Kalau saya, makan besar pukul 8,12 dan 19.00. Makan cemilan pukul 10 dan 16.00.

Diluar jam itu, anak-anak gak makan apapun. Saya gak sedia cemilan kemasan di rumah, cukup buah potong segar, roti, jus atau susu sebagai selingan.

5. Memaksa Anak Makan Dengan Rapi

Ya kali ada anak yang langsung bisa makan dengan rapi hehe..
Ga ada, Mak. Setiap anak perlu diberi kesempatan untuk berantakan saat belajar makan. Usia setahun dua tahun motoriknya belum sempurna, gerakan memasukkan makanan ke mulut sering meleset. Kalo dimarahi pas ada yang tumpah, anak malah males makan.

Nanti semakin besar anak, dia akan mampu makan dengan rapi dan jadi mandiri makan sendiri.

Sekarang emaknya tinggal memperbanyak stok tenaga, stok sabar dan stok lap pel hehe..

6. Membandingkan Dengan Anak Lain

Tiap anak itu berbeda. Jadi gak perlu baper liat anak tetangga yang ginuk-ginuk, sementara anak kita sendiri tampak kurus.

Ingat Mak, anak yang sehat tidak selalu yang gemuk. Anak kuruspun tak masalah. Karena besar kecilnya anak tergantung dari gen orang tuanya juga. Masa mamanya imut, maksa pengen anaknya tinggi besar? Hehe...

Tapi bukan berarti kita adem ayem ajah kalo anak terlalu lama gak nambah berat badannya ya Mak. Karena anak juga perlu tumbuh, artinya berat badan perlu naik. Pantau grow chart untuk memastikan anak tidak gagal tumbuh.

Jika dirasa stuck, saya menyarankan untuk konsultasi dengan dokter spesialis anak atau dokter tumbuh kembang. Agar didapat permasalahan sekaligus solusinya.

Mungkin saja anak kita terkena ADB (Anemia Defisiensi Besi), mungkin ada gangguan pencernaan yang bikin nutrisi sulit terserap, mungkin tidak nambah beratnya karena sering sakit, atau karena sebab lainnya.

Nah segini dulu ulasan tentang GTM ya Mak. Besok saya sambung lagi dengan tips agar anak mau makan.

Oya tabel yang saya upload ini adalah Standar Antropometri dari Kementrian Kesehatan tentang berat badan ideal balita. Silahkan di cek n ricek BB anak kita masing-masing ya Mak.
Ada juga tabel tinggi badan, silahkan bisa download sendiri di : www.gizi.depkes.go.id

Semangat ya Mak
Semoga masa GTM segera berlalu..

Sumber:

Fb: Amaliah Sinta

Post a Comment

0 Comments