Monday, July 16, 2018

Menyempurnakan Sholat

Menyempurnakan Sholat


Oleh: Minah, S.Pd.I


Sering kali para remaja, orang dewasa maupun orang tua menyepelekan sholat, banyak alasan yang mereka  lakukan sehingga meningalkan sholat, terlebih lagi saat mereka disibukkan dengan pekerja, mereka enggan untuk sholat, sibuk dengan urusan pribadi bahkan malas sholat. Ada yang sudah sholat tetapi belum sempurna. Padahal sholat itu adalah wajib dan kita dianjurkan untuk menyempurnakan sholat kita.


Sholat adalah rukun Islam yang kedua dari Rukun Islam setelah syahadatain. Dari Ibnu Umar. Rasulullah SAW bersabda: “ Islam dibangun diatas lima perkara:persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, haji dan puasa bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan an-Nasai).


Sholat merupakan amal perbuatan manusia yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat kelak. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “yang pertama kali dihisab dari perbuatan seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat wajib.” (HR. Ahmad, abu Dawud, ibnu Majah, Tirmidzi dan an-Nasai).


Sholat merupakan amal yang paling disukai Allah SWT. Dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata: “ aku bertanya kepada Rasulullah, Perbuatan apakah yang paling disukai Allah SWT? Beliau SAW menjawab: Shalat tepat pada waktunya…” (HR Bukhari).


Dari hadits diatas menjelaskan bahwa sholat itu hukumnya wajib dan kita sebagai seorang Muslim wajib untuk menjalankan sholat. Bagimanapun keadaan kita, dalam kondisi senang atau susah, luang ataupun sempit, walaupun seorang Muslim itu sakit, tidak bisa bangun atau bergerak, selama ia sadar, maka ia tetap diwajibkan untuk Sholat.


Sholat-sholat fardhu dilakukan lima kali sehari, tentu tidak setiap saat seseorang melakukan sholat dengan khusyuk. Bisa jadi, bagi kebanyakan kita shalat waktu hanya sekedar rutinitas saja dan kadang tanpa kekhusyuan. Padahal Rasulullah saw pernah bersabda: “Bila seseorang mengerjakan sholat pada waktu-waktu yang telah ditetapkan dengan wudhu yang sempurna, dengan khusyuk dan tawaduk, serta dengan berdiri, rukuk dan sujud yang dilakukan dengan baik, maka sholat yang demikian akan menjadi cahaya yang indah yang akan mendoakan pelakunya dengan kata-kata, “semoga Allah memelihara engkau sebagaimana engkau telah memelihara aku.” Sebaliknya, bila seseorang tidak menjaga sholatnya, tidak berwudhu dengan sempurna serta tidak berdiri, rukuk dan sujud dengan khusyuk, maka sholatnya akan menjelma menjadi wajah yang buruk dan gelap sembari berkata. “semoga Allah menyia-nyiakanmu sebagaimana engkau telah menyia-nyiakan aku.” Lalu atas kehendak Allah, sholatnya dilemparkan kemuka pelakunya seperti kain yang buruk.” (HR. ath-Thabrani).


Baik buruknya sholat menjadi penentu amal-amal lainnya, sabda Rasulullah saw: “yang pertama kali akan di hisab pada seorang hamba pada hari kiamat kelak adalah sholatnya. Jika sholatnya baik maka akan baiklah semua amalnya. Jika sholatnya rusak maka akan rusak pula semua amalannya.” (HR. ath-Thabrani).


Oleh karena itu, tentu sudah seharusnya setiap Muslim menyempurnakan terlebih dulu amal sholatnya sembari menyempurnakan amal-amalan baik yang lain. Tetapi terkadang karena seringnya seorang Muslim mengerjakan sholat 5 waktu, masih ada yang mengerjakan sekedar rutinitas saja demi menggugurkan kewajiban, jika benar ini terjadi, tentu kita harus merenungkan kembali, sejauh mana kualitas sholat-sholat yang selama ini telah kita lakukan. Sebab pahala sholat setiap orang berbeda-beda, tergantung pada kualitas sholatnya, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Bila seseorang selesai mengerjakan sholat, maka dia akan mendapatkan sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh,, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau seperdua pahala sholatnya. “ (HR. abu Dawud). “Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut:45).


So, yuk kita berlomba-lomba untuk menyempurnakan sholat kita. Niatkan sholat hanya karena Allah. Berwudhu dengan sempurna. Sehingga kita bisa meningkatkan kualitas sholat kita dengan kekhusyuan dan tawadhu. Wallahua’lam.

Islam, Si Kambing Hitam Radikalisme

Islam, Si Kambing Hitam Radikalisme


Oleh : Dhelta Wilis S.ST (Pemerharti Sosial)

Radikal menjadi Issue yang sukses dalam perhelatan akbar perpolitikan. Radikal mampu menyedot perhatian masyarakat Indonesia sehingga menjadi Issue yang senantiasa digaungkan, baik untuk pengalihan Issue atau menyudutkan salah satu pihak tertentu. Seolah-olah menggunakan bahan pengawet sehingga “Radikal” atau istilah“Radikalisme” terus digoreng hingga matang dan menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi siapa saja yang mampu menjualnya. 

Serangkaian Bom acapkali dipakai membumbui issue Radikal ini. Salah satu contohnya adalah Peristiwa Bom Surabaya ketika menjelang Ramadhan kemarin. Bom tersebut menyisakan issue-issue cabang tentang keterlibatan perempuan yaitu muslimah bercadar. Padahal cadar adalah salah satu bentuk taatnya terhadap syariat Islam. 

Seiring dengan terjadinya Bom-Bom bunuh diri tersebut, Pemerintah kembali mengaungkan “Perang Melawan Terorisme dan Radikalisme”. Terbukti Pemerintah melalui DPR mengesahkan revisi Undang-Undang Terorisme. Bahkan Presiden Jokowi mengeluarkan senjata pamungkas akan mengeluarkan Perppu bila DPR tidak segera mensahkan revisi UU Terorisme.

Efek UU Terorisme

Disahkannya revisi UU Terorisme oleh DPR tersebut langsung aberefek kepada ormas-ormas Islam . Bagaimana tidak, Ormas Islamlah yang selama ini disandingkan dengan aksi Terorisme dan Radikalisme. Tudingan Khilafah yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI menjadi acuan pembubaran Ormas Islam. Sebut saja HTI yang telah dicabut Badan Hukum Perkumpulan (BHP) karena Ide Khilafah yang disebarkannya.

Tidak cukup dengan itu saja, upaya selanjutnya adalah mulai menyisir Pegawai Negeri Sipil yang terlibat mengusung islam radikal dengan ancaman membebastugaskan alias dipecat. Kampus-kampus negeri daan swasta yang notabene nya adalah institusi pendidikan juga terkena dampaknya. Belum lagi muncul list 200 Mubaligh yang dirilis oleh pemerintah dengan tujuan membatasi ruang gerak mubaligh yang dicurigai radikal oleh pemerintah. 

Awal bulan Juli ini, pemerintah kembali mengeluarkan hasil survei. Seperti yang dilansir oleh liputan6.com bahwa sebanyak 41 Masjid dari 100 Masjid yang ada di kantor pemerintah terindikasi sebagai tempat penyebaran paham radikal. Survei tersebut dilakukan oleh Rumah Kebangsaan dan Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) pada saat khutbah Sholat Jum’at. 

Disebutkan bahwa Indikator konten radikal ini dilihat dari tema khutbah Jum’at yang disampaikan, seperti ujaran kebencian, sikap negatif terhadap agama lain, sikap positif terhadap KHILAFAH dan sikap negatif terhadap pemimpin perempuan dan nonmuslim. Dari temuan ini Agus (Ketua Dewas Pengawas P3M) mengatakan pihaknya telah melakukan peringkatan dan dari 41 Masjid ada tujuh masjid yang level radikalnya paling rendah. 

Masjid adalah simbol Umat Islam dan merupakan identitas Islam. Maka jelas sudah arah dari suvei tersebut yaitu kembali menempatkan Islam sebagai tersangka tunggal dalam Radikalisme dan terorisme versi Para Pembenci Islam.



STOP Kriminalisasi Islam, Mendudukkan Kembali Radikal

Fakta-fakta diatas kian menyudutkan satu pihak yaitu “ISLAM” sebagai dalang dari Terorisme dan Radikalisme yang terjadi di Indonesia. Tepatnya menjadi Kambing Hitam. Mari kita menggunakan akal kita untuk berfikir logis terkait makna Radikalisme.

Radikal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna (1) secara mendasar (Sampai pada hal yang prinsip), misalnya dalam frase “Perubahan yang Radikal” : (2) Amat Keras menuntut perubahan (Undang-undang pemerintah) : (3) maju dalam berfikir atau bertindak. Jika makna di dalam KBBI adalah makna yang umum lantas mengapa yang seolah-olah makna radikal hanya berlabel negatif dan ditujukan hanya kepada Islam Bukankan seharusnya jika melihat definisi Radikal tersebut bisa bermakna positif dan negatif. Jadi kesimpulannya adalah makna Radikal di dalam KBBI akan berubah jika disusupi oleh opini dari sudut pandang manusia. 

Gerakan Aceh Merdeka dan Operasi Papua Merdeka seharusnya juga menjadi sorotan terhadap issue Radikal. Pasalnya mereka adalah gerakan yang mengingikan lepas dari NKRI. Dari luar negeri, dunia sudah tidak asing lagi dengan Teror keji Israel terhadap Palestina. Jutaan nyawa hilang akibat tangan-tangan kotor Israel. Lalu pernahkah mereka disebut Radikal atau Teroris?

Nyatanya ketika umat Islam menjadi korban hanya langkah diplomasi yang ditempuh. Padalah berkaca pada disahkannya revisi UU Terorisme di Indonesia dalam waktu yang singkat seharusnya menunjukkan otoritas sebuah pemerintahan. Apalagi dengan pemerintahan skala dunia yang seharusnya bisa menindak tindakan sadis tersebut. Umat Islam harus meminta perlindungan kepada siapa?


Penerapan Islam Kaffah = Solusi

Umat Islam kini kehilangan Induknya selama hampir 1 (satu) abad. Induknya pun sengaja dijauhkan oleh orang-orang kafir sehingga semakin di ujung tanduk. Fitnah keji, Adu domba, penjajahan fisik, penjajahan pemikiran, penjajahan sumber daya alam adalah fakta mengelilingi umat islam. 

Umat Islam saat ini dibuat phobia dengan agamanya sendiri. Lalu Liberalisme, Kapitalisme-Sekuler datang sebagai pahlawan bagi umat Islam. Membawa janji manis yang sejatinya palsu. Hal ini tentu sengaja dilakukan oleh musuh-musuh Islam sebagai upaya membendung bangkitnya kesadaran islam pada umatnya. 

Islam menjadi sasaran tuduhan radikal padahal islam turun untuk memberikan solusi terhadap seluruh problematika kehidupan baik yang dialami muslim maupun non muslim. Islam sejatinya adalah rahmat bagi seluruh alam. Terbukti selama 12 abad lamanya Islam memberikan cahaya terang bagi umat manusia, kesejahteraan, keamanan, dan juga ketakwaan. Semua itu tidak lepas dengan diterapkannya Islam dalam naungan Khilafah yaitu sistem kenegaraan didalam Islam yang dapat menerapkan Islam secara sempurna. 

Oleh karena itu tidak ada jalan lain selain menerapkan Islam secara sempurna untuk kemaslahatan umat muslim dan non muslim. Saatnya mengganti mobil dan sopir yang rusak agar kita selamat sampai tujuan kehidupan dunia dan akherat. 

Wallahu ‘alam Bi Showab


Syahid Syeikh Ahmad Yassin, Sang Pengukir Intifada

Syahid Syeikh Ahmad Yassin, Sang Pengukir Intifada


Oleh : Vivin Indriani (Member Komunitas Revowriter)


_"Apa tidak sebaiknya malam ini antum sholat 'Isya dirumah saja, ya Syeikh. Diluar kelihatannya sangat berbahaya," ujar istri Syaikh Yassin. Namun kakek 67 tahun itu menjawab dengan suara serak, “Kenapa engkau meminta saya sholat di rumah? Apa hanya karena pesawat dan helikopter itu? Kalau memang saya harus meninggal malam ini, maka inilah yang saya tunggu-tunggu seumur hidup saya. Insya Allah, saya akan mati syahid malam ini…”_


Deru suara helikopter dan pesawat tempur Zionis Israel memenuhi udara Gaza malam itu. Mereka berseliweran di berbagai penjuru kota laksana setan setan raksasa yang murka mencari mangsa. Jumlah mereka lebih banyak lagi tersebar di atas wilayah tempat tinggal Syeikh Ahmad Yassin.


Situasi sangat mencekam. Syeikh Ahmad Ismail Yassin, pendiri Harakatul Muqowwamatul Islamiyyah(HAMAS), memang tengah diburu Zionis Israel. Perlawanan yang digagasnya telah melumpuhkan banyak kekuatan militer Zionis tanpa bisa disangka-sangka. Pemikirannya telah menggerakkan jutaan para pemuda dan rakyat Palestina bangkit melakukan intifada. Sebuah gerakan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan Zionis Israel kepada bangsa Palestina.


Syeikh Ahmad Yassin memang terkenal pemberani. Usianya telah uzur. Kondisi tubuhnya lumpuh dari leher hingga ujung kaki. Kemanapun pergi harus menggunakan kursi roda. Masih ditambah luka-luka siksaan yang beliau terima saat beberapa kali ditangkap dan dijebloskan ke penjara Israel. Namun tidak ada yang bisa menghalangi semangatnya untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, khususnya rakyat Palestina yang tinggal di Gaza.


Berkali-kali keluar masuk penjara Israel tak membuatnya gentar untuk tetap menyuarakan perlawanan. Terakhir, intifada dengan batu. Seolah perwakilan naskah bidayah akhir zaman tentang kabar batu bicara. Inilah yang kini menghunuskan murka Zionis Israel, hingga mewujud dalam berhari-hari perburuan lengkap dengan segenap kekuatan tempur yang mereka punya.


Helikopter dan pesawat tempur Zionis Israel terus mengancam ke atas wilayah-wilayah padat penduduk. Memonitor keberadaan orang nomer satu di HAMAS tersebut dari atas langit-langit jalan di kota Gaza. Syeikh Yassin bersiap menuju masjid dengan segala resiko yang harus dihadapi. Jarak antara rumah Syeikh Yassin yang sederhana di sebuah gang dengan Masjid Al-Mujamma’ Al-Islami di jalan besar hanya sekitar 200 meter. Masjid itulah yang ditempati Syeikh Yassin mengawali gerakan tarbiyah di Gaza, sekitar 40 tahun sebelumnya. Letaknya di wilayah Ash-Shabra, bagian selatan Kota Gaza.


Ditemani seorang pengawal dan juga putranya, Syeikh Yassin yang  didorong di atas kursi rodanya berangkat menuju masjid. Sholat Isya berjamaah tertunai sempurna di tengah hingarnya patroli helikopter Zionis di atas langit masjid. Seusai menunaikan solat ‘Isya berjamaah, Syeikh tidak langsung pulang ke rumah. Langit Gaza makin terasa mencekam. Para jama’ah solat ‘Isya terutama para pemuda menyarankan agar Syeikh Yassin memutuskan tinggal di masjid malam itu. Beliau pun beri’tikaf di masjid sampai datang waktu subuh. Sebagian besar waktu dipakai oleh Syeikh untuk qiyamul lail.

 

Senin dini hari, sebelum azan Subuh dikumandangkan, Syeikh Yassin menyempatkan makan sahur untuk berpuasa sunnah hari itu. Hingga usai sholat Subuh berjama’ah, hari masih gelap ketika Syeikh didorong keluar dari pintu masjid. Beramai-ramai para jama’ah mengawal Syeikh keluar menuju rumah masing-masing.


Namun baru saja rombongan berjalan sekitar 70 meter dari masjid, sebuah helikopter Zonis buatan Amerika Serikat mendekat, lalu memuntahkan roket ke tubuh lemah berjiwa baja di atas kursi roda itu. Tidak cukup satu, tapi tiga roket sekaligus. 


Suara gelegar tiga roket yang meledak seakan menghancurkan langit Gaza subuh itu. Misi tertunai. Syahid Syeikh Ahmad Yassin di jalan Allah. Putra Syeikh Yassin yang ikut serta dalam rombongan, yakni Abdul Hamid, terlemper beberapa belas meter dari posisi yang tadinya dekat dengan ayahnya.


Asap membumbung, keadaan benar-benar kacau. Di mana-mana terlihat beberapa tubuh hancur bergelimpangan. Darah muncrat dan membanjiri halaman masjid. Sembilan orang syahid seketika bersama Syeikh Yasin termasuk pengawalnya. Putra Syeikh Yassin, Abdul Hamid menderita luka parah di kaki kanannya dan pingsan seketika. Dia tak pernah sempat memandang jenazah ayahnya. Karena ia segera dilarikan ke rumah sakit. Ia juga harus dirawat selama 20 hari, tanpa bisa menghadiri pemakaman ayahnya. Kabarnya lebih dari 200 ribu orang mengantarkan jenazah Syeikh Yassin dikuburkan di pemakaman Syeikh Ridwan di tengah Madinah Gaza.


Dunia berduka. Syahid seorang pejuang yang telah mengabdikan hidupnya di jalan dakwah dan jihad fii sabilillah. Kematian Syeikh Yassin merupakan pukulan bagi HAMAS. Terutama dua pekan sesudahnya, pengganti tampuk kepemimpinan HAMAS, Abdul Aziz Rantissi tak jauh beda kondisinya seperti Syeikh Yassin. Zionis Israel laknatullah memborbardir mobilnya dengan rudal hingga beliau syahid seketika.


Namun intifada terus bergema di bumi jihad Palestina. Sepeninggal Syeikh Yassin, Allah turunkan kabar melalui kelahiran anak domba dengan lafadz Allah dan Muhammad di perutnya. Domba milik salah seorang penduduk Gaza yang lahir di pagi yang sama beberapa menit setelah syahid Syeikh Ahmad Yassin. Seolah Allah ingin menyampaikan, akan ada pejuang-pejuang gugur dalam medan laga. Namun pucuk-pucuk tunas muda pengganti akan bergiliran hadir. Hingga kemenangan tiba di genggaman. Kembalinya Palestina ke pangkuan Islam dan ummatnya. In sya Allah qoriiban bi idznillah.


_Tyada kusesal berdiri ditepian jalan_

_Walau hanya batu senjataku melawan engkau_

_Ini negeriku dan kami pantas berontak_

_Perang tak kan usai sampai Palestina mulia_

_Ku sadari sebiadab apa dirimu_

_Dan kau perlu tahu ada Allah di atas sana_


_Aku kencang berlari_

_Biar ku hadang dengan apa yang ku punya_

_Hunus saja tubuh ini_

_Biar ku syahid itu mati mulia_

_Barisan kami pemuda Palestina_


_Mimpi jika engkau berharap kami berhenti_

_Perang tak kan usai sampai Palestina mulia_

_Tanah suci ini kelak akan menjadi saksi_

_Saat kau terima kehancuran bertubi-tubi_


*Song by edcoustic*

Mafahim Kehidupan

Mafahim Kehidupan


Oleh : Dini Harianti, S. ST

(Anggota Komunitas Muslimah Muda Ketapang) 


Mafahim atau pemahaman merupakan salah satu pembentuk ciri dalam diri seseorang. Mafahim seseorang dapat terbaca dari jalan pikiran, tutur kata, gerak gerik, penampilan, lingkungan, serta antusiasmenya terhadap sesuatu. Mafahim dapat dibentuk dan bahkan dapat ditularkan kepada yang lain. 

Seperti apa mafahim kita dapat dilihat dari kebiasaan kita dengan memunculkan beberapa pertanyaan berikut : Selama ini apa yang paling sering aku pikirkan? Buku apa yang paling sering aku baca? Seperti siapa penampilanku? Siapa idolaku selama ini? Seberapa besar peran agama dalam hidupku? Apa tujuan hidupku? Dan kebahagiaan seperti apa yang selama ini aku kejar? Sudah kah jawaban semua pertanyaan ini mengarah kepada ideologi Islam? Atau malah kita masih belum memiliki mafahim yang jelas? Hanya sibuk memikirkan dunia. Tapi lupa dengan hakikat kehidupan sesungguhnya. 

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang bangun di pagi hari, namun hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat Hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 penyakit dalam dirinya yaitu :

1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya

2. Kesibukan yang tidak ada ujungnya

3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi

4. Keinginan yang tidak akan tercapai

Hal ini lah yang membuat kita belum memiliki mafahim yang jelas. Kita disibukkan dengan hal duniawi yang tidak ada ujungnya. Betapa banyak orang-orang yang diberikan berlimpah harta dunia tetapi kebutuhan nya seakan tak terpenuhi dan tidak merasakan kebahagiaan dengan harta yang dimiliki. Hal ini juga yang membuat para musuh-musuh Islam dengan leluasa merusak mafahim kita dengan ide-ide sekuler yang menjauhkan kita dari ideologi Islam yang menyempurnakan. 

Umat Islam ditanamkan islamophobia sehingga enggan menggunakan mafahim kebenaran dengan ideologi Islam. Rasulullah bersabda "Hampir saja bangsa-bangsa mengepung kalian, sebagaimana orang lapar mengepung makanan." Berkata sahabat, "apakah karena jumlah kita sedikit?" Rasul bersabda, "Bahkan kalian pada saat itu sangat banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan." Seperti itu lah keadaan umat Islam saat ini. Walaupun jumlah umat Islam sangat banyak tetapi hanya seperti buih di lautan. Hal ini dikarenakan kita sudah mulai menjauh dari sistem Islam. 

"Allah akan mencabut dari hati musuh kalian rasa takut, dan Allah memasukkan kedalam hati kalian al-Wahn (cinta dunia dan takut mati)" dan ini nyata terjadi pada umat muslim saat ini. Kita patut mempertanyakan kepada diri kita. Jika aku mati saat ini, puaskah aku dengan segala pencapaian ku? Sudah kah semua yang kita lakukan Lillah karena Nya? Sudah kah tujuan kita selama ini untuk kehidupan akhirat yang kekal selamanya? Sudah cukup kah amal yang akan kita bawa nantinya? Semua berawal dari mafahim yang kita anut. 

Terlepas dari benar atau salah, baik atau buruk. Mafahim itu menular. Menyebar luas begitulah kodrat suatu mafahim. Berawal dari mafahim individu, menular menjadi mafahim kelompok hingga berujung menjadi mafahim suatu Negara. Maka hanya ada dua pilihan untuk kita. Mempengaruhi? Atau dipengaruhi? Semua pilihan ada pada dirimu. 

Wallahua'lam bishowab


Saturday, July 14, 2018

SELAMATKAN UMAT DARI ISLAMOPHOBIA

SELAMATKAN UMAT DARI ISLAMOPHOBIA


Oleh: Eka Widya Sujarwati, S.Pd

(Pengajar dan Wiraswasta)


Opini islamophobia nampaknya masih menjadi isu hangat yang dilemparkan ke tengah-tengah masyarakat. Di berbagai belahan dunia kita temukan para penguasa bahkan dengan terang-terangan menetapkan kebijakan yang mendiskriminasi umat islam. Sebut saja di wilayah Gaza, Suriah, Xinjiang, dan negeri muslim lainnya. 

Tak ketinggalan tokoh di dunia barat bahkan dengan seenaknya membangun opini islamophobia melalui perlombaan yang melecehkan Rasulullah saw. Belakangan kita dihebohkan dengan tersebarnya pamflet kontes membuat kartun Rasulullah yang diadakan oleh salah seorang tokoh dari negeri kincir angin, Belanda. 

Ialah Geetwilders, seorang politisi Belanda yang terang-terangan menghina islam dengan mengatakan bahwa ideologi Islam berbahaya, islam adalah ideologi totaliter (suka menindas), bukan sebuah agama. Ia juga membandingkan kitab suci al Qur’an dengan Mein Kampf atau Jerman Perjuanganku (buku karya Adolf Hitler). Ia menjadi salah satu politikus anti islam paling giat di Eropa.

Di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia pun nyatanya opini ini masih bertahan. Betapa hati kita teriris ketika menyaksikan ada tokoh yang mengaku bagian dari ormas islam terbesar di negeri ini, dengan santainya menghadiri undangan dari negeri pencaplok wilayah Palestina. Dengan penampilannya yang agamis, mengenakan kopiah khas muslim Indonesia, ia mengatakan bahwa Al Qur’an dan hadits hanyalah historical document (dokumen sejarah).

Bagaimana mungkin seorang tokoh muslim sudi datang menghadiri undangan orang-orang yang tangannya masih berlumuran darah saudara kita, dan duduk bersama membahas apa yang mereka sebut sebagai perdamaian? Sungguh membuat malu kita sebagai seorang muslim. Padahal kita belum lama juga dipusingkan dengan daftar 200 penceramah yang direkomendasikan oleh Kemenag. Seakan-akan jika di luar daftar tersebut maka dianggap tidak recommended.

Apa dampak semua kondisi tersebut? Tidak lain masyarakat akan terpengaruh, mempertanyakan, atau bisa jadi menelan bulat-bulat apa yang diopinikan. Muslim, tapi takut mengenakan identitas muslimnya. Takut ditangkap jika menjalankan sunnah. Takut diejek jika berpakaian syar’i. Takut dicap teroris. Takut dituduh pelaku bom dan ketakutan lainnya yang menjadi efek dari tersebarnya opini islamophobia. Terbentuklah frame berpikir untuk menjadi muslim yang ‘biasa-biasa saja’. 

Padahal kita diperintahkan berkali-kali oleh Allah dalam al Qur’an agar beriman jangan setengah-setengah. Tak boleh mengambil sebagian aturan yang dianggap mudah untuk dijalankan dan meninggalkan aturan yang lain karena dianggap tak relevan untuk kondisi sekarang. Kita diperintahkan agar berislam secara total, secara menyeluruh. 

Miris sekali melihat mental kaum muslimin saat ini, yang ketika digertak dengan sebagian aturan yang mengancam akan menangkap karena berpenampilan dan berperilaku islami, sudah terbirit ketakutan, dan dengan sukarela memasang plang ‘saya muslim yang biasa-biasa saja’.

Begitu besar efek opini islamophobia ini. Kita menyaksikan pula bagaimana akhirnya sebagian kaum muslimin bahkan secara sadar atau tidak telah menjadi ‘agen islamophobia’. Dengan kelihaiannya berbicara, dengan kekuatannya dalam institusi tertentu, dengan posisinya sebagai orang yang begitu dihormati, ia mampu menanamkan paham mengerikan ini dalam benak orang-orang yang mengikutinya. Begitu seterusnya hingga menyebar dimana-mana.

Dampak yang jauh lebih besar adalah ketika seorang muslim justru menjadi penentang aktivitas penerapan syariat. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Itulah dampak islamophobia. Orang-orang kafir tidak perlu bersusah payah memahamkan umat islam bahwa yang menyerukan penerapan syariat itu radikal, fundamental, ekstrim, dan sebagainya. Cukup gunakan ‘agen’ mereka dari kalangan umat islam itu sendiri untuk meracuni pemikiran umat islam yang sangat awam terhadap aturan agamanya sendiri. Melalui berbagai posisi, jabatan, pencitraan yang dimiliki dan dibangun, sudahlah mampu merealisasikan itu semua. Umat islam kini dalam kondisi begitu terpuruk dalam hampir semua lini.

Semua ini hanya akan mampu diselesaikan ketika kita menyadarkan umat, mengubah pemahaman mereka yang salah terhadap islam yang sebenarnya. Dakwah, dengan pemikiran. Karena seseorang akan mampu bangkit, ketika pemikirannya bangkit. Tentu untuk mewujudkan itu semua tak mampu berjalan sendiri. Berjamaahlah, sesuai dengan perintah Allah agar kita menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran secara berjamaah layaknya barisan yang kokoh, bersatu dalam tujuan yang sama. Li isti’na fil hayatil islam.


Gas LPG subsidi diganti Brite Gas

Gas LPG subsidi diganti Brite Gas


Oleh : Yuni Suhartini

Masyarakat Indonesia semakin dicekik dengan akan digantinya gas LPG bersubsidi menjadi Brite Gas yang harganya juga jauh lebih mahal. Yang sebelumnya LPG bersubsidi dengan harga per 3kg kisaran Rp 20.000 sampai Rp 25.000, tapi untuk Brite Gas dengan harga Rp 30.000/3kg. Pemerintah kembali mempersulit rakyatnya. LPG adalah bagian dari kebutuhan yang penting untuk rakyat baik untuk rumah tangga maupun industri. Terlebih untuk rumah tangga, digunakan untuk memasak makanan sehari-hari. Setelah sebelumnya minyak tanah diganti dengan LPG dan dalam proses pergantiannya pun rakyat dihadapkan dengan berbagai kesulitan karena dimulai dengan kelangkaan dari produknya sampai akhirnya diganti dengan harga yang mahal. 

Hal ini akibat dari pengaturan pemerintah untuk sektor ini dengan cara kapitalis dan tidak memihak pada rakyat, tidak mementingkan kebutuhan dalam negeri untuk rakyat namun lebih mementingkan keuntungan semata dan mementingkan kepentingan pihak asing. Indonesia adalah salah satu negara penghasil energi bumi terbesar di dunia, namun karena pengelolaannya dengan cara kapitalis dan lebih dikuasai oleh pihak asing sehingga untuk kebutuhan dalam negeri, untuk kebutuhan rakyatnya dijual dengan harga yang tinggi. Padahal seharusnya rakyat yang justru yang lebih menikmati dengan mendapatkan energi ini dengan mudah dan murah. 

Berbeda halnya bila pengelolaan sumber daya alam dikelola pemerintah dengan sistem Islam. Dengan Islam sumber  daya alam akan lebih mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat dalam negerinya dulu, dan untuk pihak luar justru dilakukan bila ada kelebihan produksi dari sumber alam tersebut. 


Fenomenalnya  Si Bowo, Bukti Nyata Rusaknya Akidah Generasi

Fenomenalnya  Si Bowo, Bukti Nyata Rusaknya Akidah Generasi


Oleh : Mira Sutami H ( Pemerhati Sosial dan Generasi -Tulungagung )


Tingkah laku anak jaman  now bikin bergidik ngeri. Terbukti artis tik tok si Bowo seorang remaja 13 tahun dipuja -  puja dan digila - gilain para remaja juga anak - anak. Dia dipuja bak dewa saja sampai - sampai mo bikin agama baru dan menuhankan si Bowo ini. Ada lagi seorang remaja putri yang dalam tulisan chatnya bahwa dia rela masuk neraka asal  keperawanannya ditembus sama si Bowo. Kalau baca chat seorang anak ini pasti ibunya akan bersedih hati karena dalam chatnya seorang anak mengatakan rela menjual ibunya demi ketemu sama si Bowo. Dan masih banyak chat yang lain yang sama sekali tidak layak diucapkan oleh seorang remaja terutama muslim. 


Sebenarnya mengidolakan seseorang pada orang lain atau pablik figur mah udah biasa dan bukan hanya  terjadi pada si Bowo artis dadakan  ini saja tapi banyak banget orang yang mengidolakan orang lain atau pablik figur, sampai  - sampai mereka tahu mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki si idola mereka,  begitupun kehidupan pripadinya, bahkan sampai gaya hidupnyapun juga diikuti. Begitupun bila sang idola salahpun mereka bakal bela - belain sampai mati - matian idola mereka itu. Mereka juga berani merogoh kocek dalam - dalam untuk demi ketemu idola atau memberikan sekedar hadiah untuk idolanya. Yang pernah mengidolakan seseorang pasti tahu fakta ini. Betul apa betul sodara - sodara?


Benar - benar fakta yang sangat mengerikan dan memprihatinkan,  akidah anak jaman now bisa tergadai hanya demi seseorang yang mereka idolakan. Itu semua disebabkan karena tanyangan yang mereka tonton tiap harinya dan tentu saja hal tersebut juga tak bisa dipungkiri akibat pengaruh pemikiran kapitalis liberalis dari pengusaha hiburan yang mencekoki pemikiran anak dan remaja saat ini. Belum lagi sistem pendidikan yang diterapkan tak mampu untuk membuat akidah para anak dan remaja makin kuat namun yang terjadi adalah sebaliknya. 


Yang harus diingat bahwa sebagai seorang muslim harusnya dalam beraktifitas harus menyandarkan hidupnya hanya pada lslam dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali. Karena lslam berisikan  syariat untuk mengatur manusia baik laki- laki maupun perempuan yang telah baliq. Karena sesungguhnya aktifitas manusia akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah termasuk mengidolakan seseorang ini, karena biasanya idola seseorang akan berpengaruh pada tingkah lakunya dan gaya hidupnya. Dan harus diingat lslam melarang menyembah sesamanya. Jadi bila kita memuja seseorang seperti mengidolakan  si Bowo sampai ingin menjadikannya tuhan ( sesembahan ) berarti dia telah syiri' dan itu diharamkan oleh lslam. Sobat ingatlah sesungguhnya Allah akan mengampuni semua dosa hambanya kecuali dosa syiri'. Wah ngeri bukan kalau sampai dosa kita tak diampuni oleh Allah berarti orang tersebut kekal di dalam neraka jahanam dong. Coba kita renungkan sesaat  pertanyaan ini :  Apakah kita kuat dineraka jahanam yang panasnya 70 X lipat panas dipandingkan panas dibumi padahal didunia saja kita sering mengeluh bila musim panas  apalagi dineraka?  So jawaban ada pada diri kalian masing - masing. Dan perlu diingat wahai pemuda  pada saat hari perhitungan idola yang kita bangga - banggakan dan kita sanjung bak pencipta itu tak akan mampu dan tak bisa menolong kita karena semua pertanggung jawaban  ya dipikul oleh masing - masing individu.  


Nah sobat, ngeri ya bila kita salah melangkah sedikit saja di dunia ini. Konsekuensinya ya kalau berbut baik atau sesuai aturan Allah pasti Allah akan memberimu pahala dan sebaliknya bila kita melanggar aturan Allah maka konsekuensinya pasti dapat siksa. Karena itu manfaatkan hidupmu hanya untuk taat pada Allah bukan yang lainnya. Kita juga harus bijak ya sobat dalam memilih seorang idola pilihlah seseorang yang membuat kita bertambah baik, baik itu tingkah laku, budi pekerti, pemikiran dan akidah kita. Kita bisa mengidolakan Rosulullah Muhammad , para sahabat rasul, para ulama dan dai misalnya. Kalau mengidolakan mereka dijamin deh akidah dan akhlak kita akan bertambah baik belum lagi ilmu kita juga bakal bertambah deh karena mereka memang patut jadi panutan. Salah satu contoh sahabat nabi yang bisa kita idolakan adalah Mus’ab bin Umair seorang pemuda sebelum masuk lslam kaya raya, berpenampilan necis, wangi dan digilai oleh gadis - gadis pada masa itu, namun setelah masuk lslam dia kehilangan semua kemewahan dan fasilitas dari orangtuanya demi tetap membela lslam,  dia merupakan duta pertama dalam misi penyebaran lslam. Walaupun dia masih muda namun kecakapannya dalam dakwah tak perlu diragukan lagi retorika yang disampaikan sangat menarik dan tentu saja itulah yang membuat orang yang mendengarkan dakwah beliau langsung jatuh hati dan banyak yang tertarik untuk masuk lslam. Tak butuh waktu lama beliau membuat banyak orang yang berbaiat pada nabi Muhammad dan tunduk pada aturan Allah. Hebat bukan. Nah kalau yang ini mah TOP BGT deh kalau dijadikan idola. Itu salah sahabat loh gimana kalau nabi pasti lebis dari itu ya sobb, jadi kita juga bisa mengidolakan junjungan kita yang agung Nabi Muhammad. Kita bisa baca siroh kalau pingin tahu dan hebatnya nabi kita yang agung dan para sahabatnya. Atau kita bisa mengidolakan seorang Muhammad Alfatih penakluk Kostantinopel. Kalau orang hebat macam mereka mah bisa kita jadikan idola karena prestasi yang mereka ukir , beda dong dengan si Bowo yang mini prestasi dan malah hanya membawa pengaruh buruk pada generasi muda. 


Trus bagaimana kalau ilmu agama masih kurang kalau ingin taat terhadap seluruh aturan Allah? Jawabannya adalah kita harus mengkaji lslam secara kaffah. Karena sesungguhnya dengan mengkaji lslam secara kaffah maka kita akan lebih banyak tahu tentang hukum- hukum Allah. Selain itu juga bisa menjaga akidah kita. Harus diingat disini bahwa yang membawa efek buruk atau perusak akidah kita bukan hanya tik tok aja lo tapi hampir semua tanyangan yang ada di televisi, majalah, koran serta game - game yang ada juga bisa merusak akidah kita. Karena semua itu merupakan prodak dari sistem kapitalis yang digunakan oleh penjajah Barat untuk merusak akidah umat lslam. So kita harus selektif terhadap apa yang kita tonton dan jangan sampai kita terlena dan terwarnai dengan tayangan perusak akidah umat ini. 


Para sahabat muda, mari kita jadi muslim yang sejati yang taat pada Allah dimanapun dan apapun aktifitas kita. Jadikan hidup kita lebih bermakna dengan mengkaji lslam kaffah. Namun jangan jadikan ngaji hanya sebagai ajang menuntut ilmu saja tapi harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari - hari ya. Jadi kita tak menjadi kitab yang berjalan namun menjadi muslim yang berkepribadiaan lslam pula. Semoga kaum muda mau merenungkan hal ini dan semua bisa menjadi pemuda dan pemudi idama dan dambaan lslam. Aamiin Ya Robbal Alamin.