Thursday, September 27, 2018

Media Sosial Pemicu Perceraian

Oleh: Selly Nur Fadilah

Hari ini, media sosial menjadi hal yang sangat lumrah dimiliki setiap orang. Dari semua kalangan, tua muda, dari pelajar hingga berbagai profesi berkelas, rasanya akan sangat menjadi orang yang "tertinggal" jika tidak memiliki media sosial. Facebook, whatsapp, instagram, twitter, dan berbagai aplikasi lainnya, serta kemudahan mengaksesnya, terlebih kepada pengguna smartphone menjadi penyebab banyak sekali orang menjadi candu terhadap media sosial tersebut.


Sayangnya, dari berjuta pengguna media sosial, tak banyak orang yang bijak dalam menggunakannya. Berbagai macam masalah bisa hadir didalamnya, sebut saja penipuan online shop, penculikan, bahkan yang sedang ramai belakangan ini adalah meningkatnya angka perceraian karena media sosial. 


Dilansir dari Antaranews.com, pemicu perceraian sekarang tidak melulu karena faktor ekonomi. Penggunaan media sosial bisa memicu perceraian suami istri. Sesuai dengan pembuktian dalam persidangan kasus perceraian di Pengadilan Agama Karawang, banyak pasangan suami istri bercerai karena kecemburuan yang bermula dari pertemanan di media sosial.


Begitulah fakta hari ini, jika dulu masalah ekonomi ataupun kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi penyebab utama maraknya angka perceraian, kini media sosial mengambil porsi lebih besar sebagai penyebab perceraian. Padahal jika kita lihat, media sosial akan bermanfaat jika kita gunakan dalam hal kebaikan, sayangnya hanya segelintir orang yang bisa bijak memainkannya. 


Islam adalah Agama yang sempurna. Segala aspek kehidupan sudah di atur di dalamnya, termasuk masalah interaksi terhadap lawan jenis, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam media sosial sekalipun. Maka dari itu, penting bagi kita bekali diri dengan tsaqofah Islam, serta melibatkan segala aturan Islam dalam segala sendi kehidupan termasuk dalam pergaulan. Dengan begitu interaksi pria dan wanita akan terjaga dan maraknya kasus perceraian bisa dihindari. 


Selain dari individu, pemerintah pun sebaiknya ikut andil dalam memberikan solusi pada masalah ini. Misalnya dengan memfilter akun-akun yang tidak bermanfaat, ataupun dengan memberikan edukasi dalam bentuk penyuluhan tentang bijaknya bersosial media kepada masyarakat. Dengan begitu, diharapkan masyarakat bisa lebih berhati-hati bersosial media.


 Hidup di era digital memang tidak mudah, banyak hal yang mungkin membuat kita terlena. Media sosial seolah memberikan kita dua pilihan, pahala yang berlimpah jika kita gunakan untuk menebar kebaikan, atau kemadhorotan yang tiada akhirnya jika kita gunakan ke arah yang tidak baik. Maka dari itu, bijaklah dalam bersosial media!


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!