Monday, August 6, 2018

Wanita Karir,  apa yang Kau Cari?


Oleh : Ida Ratna Wijayanti, AA

Persamaan derajat yang dituntut kaum wanita di sektor publik telah melahirkan sebutan wanita karir.  layaknya kaum pria,  wanita merasa punya hak untuk bekerja dan menghidupi dirinya tanpa tergantung dengan pria. Akan tetapi tanpa disadari sebutan wanita karir yang dipuja para feminis dan dikampanyekan aktivis emansipasi mendatangkan masalah baru. Dunia kerja yang menuntut kerja keras dan persaingan perlahan melunturkan identitas kaum wanita sebagai muslimah. 

Banyak wanita karir yang malas menikah dengan alasan mampu hidup mandiri. Institusi keluarga normal menjadi rusak dengan gaya hidup single parent tanpa kehadiran kepala keluarga.  Kasus perceraian, anak broken home makin meningkat, pelecehan seksual di tempat kerja, kasus aborsi dikarenakan wanita enggan menjadi ibu yang akan mengancam karirnya. 

Memang dengan kerja seorang wanita akan merasakan kepuasan tersendiri. Akan tetapi fitrahnya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga akan terabaikan. 

Allah SWT menciptakan pria dan wanita. Hanya ketakwaan yang membedakannya di hadapan Allah. Dan perbedaan fisik keduanya semata-mata untuk menjalankan perannya dalam kehidupan. Oleh karena itu akan tercipta kerjasama dalam berumah tangga. Pria dengan kekuatan fisiknya diciptakan untuk mencari nafkah bagi keluarganya.  Sebaliknya wanita yang lemah lembut diciptakan sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. 

Walau demikian, wanita tidak dilarang bekerja. Allah SWT berfirman : "janganlah kalian iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kalian lebih banyak daripada sebagian yang lain.  Bagi pria ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi wanita ada bagian dari apa yang mereka usahaka" (qs an nisa : 32).

Asalkan tidak menyalahi kodrat sebagai wanita,  maka boleh-boleh saja wanita berkiprah di luar rumah.  Pemilihan jenis pekerjaan yang tidak menyita waktu dan tidak melalaikan kewajiban di dalam rumah,  agar ada kesinambungan kehidupan sosial pria dan wanita terjaga. Namun status sebagai wanita karir tidak lebih mulia daripada seorang ibu dan pengatur rumah tangga



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!