Sunday, August 5, 2018

SkillKu Hanya Tinggal Nama


Oleh : Intan Alawiyah 

(penulis bela islam) 

Pengangguran adalah momok paling menakutkan bagi mereka yang baru lulus dari bangku pendidikan. Gelar sarjana yang disandang belum tentu menjamin dirinya akan mendapatkan pekerjaan. Begitu pula mereka yang memutuskan melanjutkan pendidikan setelah jenjang SMP ke bidang kejuruan seperti SMK. Skill yang dimiliki dari hasil menimba ilmu 3 tahun di bangku sekolah tidak jadi jaminan bagi mereka ketika sudah lulus langsung dilamar perusahaan. Bahkan mereka mengalami kesulitan untuk melabuhkan ijazahnya ke dalam sebuah  perusahaan. Sehingga pengangguran pun merajalela. 

Seperti dilansir di laman TANGERANGNEWS.com, kota Tangerang berada di urutan ke dua terkecil kota/kabupaten se-provinsi Banten mengenai angka pengangguran sebanyak 74,981 warga kota Tangerang yang didominasi lulusan SMK saat ini berstatus pengangguran. (26/07/2018)

Inilah wajah buram negeri kita saat ini. Meski tinggal di kota seribu industri dan sejuta jasa, tapi pengangguran masih merajalela. Anehnya dalam kondisi seperti ini pemerintah abai dalam tanggungjawabnya sebagai penguasa. Pemerintah malah membuka keran selebar-lebarnya bagi para pekerja asing. Tenaga kerja asal Cina membanjiri berbagai daerah. Bahkan kebanyakan dari mereka adalah para pekerja yang tidak memiliki keahlian khusus yang di harapkan. Akibatnya penduduk lokal tersingkir. Sebagaimana yang dikatakan Gubernur Banten Wahidin Halim. "Memang ada persoalan di kota ini pendatang yang tidak terkontrol. Skill yang mereka datang ke sini tidak memadai. Terus juga banyak industri yang mulai  berpindah lokasi." ujar mantan wali kota Tangerang dua periode ini. (TANGERANGNEWS.com, 26/07/2018)

Sistem kapitalis yang mendominasi negeri ini menjadikan warga pribumi mengalami kesulitan mencari pekerjaan. Sehingga ijazah yang mereka miliki pun hanya menjadi pajangan yang tidak mampu menjamin mereka untuk mendapatkan penghasilan. 

Islam memandang bahwa bekerja adalah suatu aktivitas yang harus dilakukan untuk memenuhi hajat hidup, baik sandang, pangan, maupun papan. Sebagaimana yang Allah firmankan, "kewajiban para ayah memberikan makanan dan pakaian kepada keluarga secara layak." (TQS.al-Baqarah: 233)

Sehingga aktivitas mencari nafkah adalah suatu kewajiban.

"Mencari rezeki yang halal adalah salah satu kewajiban diantara kewajiban yang lain." (HR.ath-Thabrani)

Hal ini tidak lepas dari peranan negara. Di dalam Islam negara memiliki kewajiban untuk memfasilitasi lapangan pekerjaan, seperti memberikan sebidang tanah pertanian untuk bertani. Atau bisa juga dengan memberikan modal usaha bagi mereka yang mempunyai kemampuan tapi tidak memiliki modal. Dengan cara ini, masyarakat dimudahkan dalam mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan mereka. 

Inilah bentuk peri'ayahan penguasa terhadap rakyatnya di dalam sistem Islam. Sehingga jika ada setiap laki-laki, baligh, berakal, dan mampu untuk bekerja, namun bermalas-malasan. Maka negara akan menjatuhkan sanksi dalam bentuk ta'zir. 

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah pengangguran di negeri ini, dibutuhkan peran negara. Negara lah yang akan memfasilitasi sarana bagi mereka para pencari kerja. Dan kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat. 

Persoalanya tinggal menunggu negara yang menerapkannya. Tentu negaranya bukan negara kapitalis atau sosialis. Akan tetapi negara yang menerapkan sistem Islam secara kaffah yang menerapkan hukum-hukum Allah SWT. Sehingga Islam yang rahmatan lill'alamin pun akan terasa.  


Wallahu'alam bishawab

 



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!