Wednesday, August 1, 2018

Remaja Ngompol


Oleh : Indriana (Pemerhati remaja)


Hai sobat remaja, mungkin kita sering mendengar kata ngomopol... upssz. Jangan parno dulu ya sobat ngompol yang saya maksud di sini bukan ompolnya si dedek yeach... Tapi ''NGOMPOL'' di sini adalah "NGOMONG POLITIK".


Nah sobat kira-kira apa yang terlintas di benak kamu kalau ditanya soal politik? Pasti ada yang bilang serem, saling sikut, rebut kekuasaan, ada juga yg ngomong sebagai ajang lomba asal menang, ajang untuk eksistensi diri di pemerintahan atau bahkan nggak sedikit yang beranggapan ngomong politik apalagi berpolitik masih tabu dan gak pantas kalau dilakukan oleh remaja dan ada juga yang berkomentar sinis bukan urusan kita dech karena kita itu masih kecil baru seumur jagung buat apa ngomong politik gak pantas karena tugas kita itu belajar.. belajar.. belajar...


Wajar aja sich kalau kamu beranggapan begitu sebab yang kamu lihat adalah praktek politik ala demokrasi yang jelas beda dengan politik Islam... gak percaya? Supaya kamu percaya dan gak terjadi discomunication soal politik berarti kamu perlu tahu dulu seperti apa sich politik Islam itu? Jangan sampai salah memahami politik secara benar... Setuju!!!


Sobat, kalau kita melihat politik yang ada sekarang (politik ala demokrasi) wajar jika ada yang beranggapan serem, saling sikut, rebut kekuasaan, untuk eksistensi diri di pemerintahan. Gimana nggak, wong dalam pameo di katakan bahwa dalam politik tidak ada musuh yang abadi, tidak ada kawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi... ih takuuut!!


Kamu bisa saksikan sendiri, gimana para pemimpin negeri ini saling jegal, saling serang untuk dapat menduduki jabatan empuk dan basah atau bahkan mereka (partai politik) hanya untuk mendulang suara untuk meraih kekuasaan. Mereka (partai politik) meminang artis-artis untuk didaulat sebagai calon legislatif dari masing-masing partai politik pelamar. Dikabarkan ada 54 artis yang dipinang partai politik, diantaranya partai Nasdem 27 artis, partai PDIP 13 artis, partai PKB 7 artis dan sisanya dari partai-partai lain.. liputan6.com (21/07/2018)...


Padahal sobat,dunia artis tentu sangat berbeda dengan dunia politik. Dalam dunia artis mereka hadir untuk menghibur masyarakat dengan berbagai peran, sedang politik mengatur urusan rakyat. Dimana dalam urusan ini butuh ilmu dan keahlian dalam mengurusi rakyat dan tidak sembarang orang bisa menjalankan peran ini. Tapi itulah politik ala demokrasi yang menghalalkan segala cara hanya untuk mendulang suara...


Kalau politik dalam Islam di jelaskan bahwa POLITIK adalah Ri'ayatusy syu'unil ummah dakhiliyan wa kharijiyan bi hukmin mu'ayanin yaitu Pengaturan urusan umat di dalam negeri dan luar negeri dengan syariat Islam...


So... Siapapun yang terjun dalam politik praktis/ranah kekuasaan dipastikan adalah orang yang paham Islam, paham bagaimana tanggung jawab dan cara meriayah umat serta siap menjalankan kepemimpinannya berdasarkan pada hukum-hukum syariat Islam jadi politik bukan ajang coba-coba apalagi untuk sekedar eksistensi diri di pemerintahan...


Dalam politik demokrasi para penguasa/pemimpin ketika mencalonkan diri pasti akan mengeluarkan janji-janji manis tapi ketika sudah menjabat mereka lupa sama janji-janjinya..(habis manis sepah dibuang, ketika mencalonkan ingat rakyat tp ketia menjabat rakyat di tendang)...iihhh kejam!!


Beda dengan penguasa/pemimpin dalam Islam. Orangnya amanah, punya keahlian, betul-betul menjalankan syariat islam dalam mengurusi rakyat dan negara. Gak sikut sana sini untuk kepentingannya. Bahkan orang-orang yang jadi pemimpin sangat takut sama Allah SWT. Gak akan ada tuh yang namanya politik ''Dagang Sapi''


Gimana nich sobat udah jelas banget kan bedanya politik dalam Islam dengan politik demokrasi..


So... saatnya kita menjadi remaja yang cerdas politik..Yuk Ngaji!!


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!