Friday, August 3, 2018

Remaja Hebat Dambaan Ummat


Oleh : Dita Isnainie, S.Pd

(Pemerhati Masalah Remaja)


Sobat remaja islam hebat, tahukah kalian dengan Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Al-Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Al-Arqaam bin Abil Arqaam, Abdullah bin Mazh’un, Ja’far bin Abi Thalib, dan Qudaamah bin Abi Mazh’un?. Mereka adalah sahabat Rasulullah yang masuk agama islam dan mengabdikan diri hanya untuk islam saat usia mereka masih remaja. Mereka sangat gigih menimba ilmu kepada Rasul. Mereka juga berperan besar dalam membantu dakwah Rasul. Masa hidup mereka hanya dihabiskan untuk berlomba menjadi hamba Allah yang paling bertakwa. Seluruh harta, jiwa, dan raga mereka korbankan hanya untuk kemuliaan agama. Merekalah gambaran nyata remaja hebat dambaan ummat.


Bandingkan dengan remaja zaman now. Saat usia belasan sudah gaul kebablasan, hobbynya tawuran, kecanduan obat-obatan, bahkan ada yang menjadi wanita dan lelaki bayaran. Sungguh ironis, remaja yang diharap dapat menjadi pelopor perubahan malah menjadi pionir kehancuran. Remaja yang diharap dapat membawa kemajuan bagi bangsa malah menghabiskan sisa hidupnya untuk berkubang dalam lumpur dosa. Mengapa ini semua bisa terjadi?


Jika mau berpikir serius, maka akan kita dapati bahwa semua permasalahan remaja saat ini terjadi karena tidak adanya kontrol ketat dari pemerintah dan karena hukum yang diterapkan saat ini adalah hukum buatan manusia dan berasas pada manfaat semata. Dari segi tontonan misalnya, para remaja dengan mudahnya mengakses berbagai macam situs porno. Berbagai iklan, film-film, dan kartun yang ditayangkan di TV pun tak lepas dari unsur pornografi. Belum lagi dengan adanya pelegalan miras oleh pemerintah kita, meskipun aturan melarang untuk para remaja membeli miras, namun pada faktanya para pembeli miras sebagian besar berasal dari kalangan remaja.


Obat-obatan terlarang dengan mudahnya dijual bebas, bahkan tak sedikit remaja menyalahgunakan obat-obatan legal untuk dijadikan sebagai pengganti narkotika. Kesulitan ekonomi dan tuntutan gaya hidup juga menjadi penyumbang besar dalam kegiatan prostitusi dikalangan remaja. 


Sungguh masalah yang sangat pelik, seolah tak pernah bisa putus sebab semakin hari kenakalan remaja semakin menjadi. Dikutip dari www.wonosobozone.com bahwa dua tahun belakangan angka kenakalan remaja meningkat 20%. Bagaimana dengan peningkatan angka kenakalan remaja saat ini?. Dimana gadget serta  akses internet seolah menjadi makanan pokok bagi setiap remaja. Bahkan sangat miris karena banyak orang tua yang juga tak perduli dengan isi gadget anak-anaknya. Padahal sebagian besar kenakalan remaja dapat terdeteksi dari isi gadgetnya.


Lantas bagaimana caranya agar para remaja tak lagi berada dalam jurang kegelapan sementara kita tak dapat berharap pada pemerintah karena pemerintah terkesan tak perduli dan membiarkan semua permasalahan di dunia remaja saat ini?. Bagaimana caranya agar para remaja bisa menjadi remaja hebat dambaan ummat seperti para sahabat Rasulullah SAW?.


Sobat remaja islam hebat, salah satu cara praktis yang bisa dikalukan adalah dengan sering menghadiri majelis ilmu. Berkumpul bersama teman-teman yang sholeh bagi laki-laki, dan teman-teman yang sholehah bagi perempuan. Perkuat dan bekali diri dengan ilmu islam. Jauhi aktifitas sia-sia, prioritaskan untuk melakukan yang wajib dan sunnah. Sebisa mungkin tidak menyibukkan diri dengan melakukan hal mubah, serta jauhkan diri dari perkara makruh dan haram.


Ajaklah teman dan orang di sekitar untuk turut belajar islam serta membekali diri mereka dengan keimanan dan ketakwaan. Agar tercipta lingkungan dan suasana yg islami. Sehingga dapat membantu dalam mengontrol perilaku dan aktifitas remaja minimal di lingkungan sekitar terlebih dulu. Tak kalah penting juga untuk mengajak orang- orang agar  mau mengoreksi sikap abai penguasa terhadap permasalahan remaja dan meminta agar aturan Allah segera diterapkan. Sebab rantai kelam permasalahan remaja hanya akan terputus jika pemerintah menerapkan aturan yang sesuai dengan yang telah Allah tetapkan.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!