Thursday, August 9, 2018

Politik Bukan Ajang Coba-coba


Oleh : Etti Budiyanti

Member Akademi Menulis Kreatif


Pendaftaran calon legislatif (caleg) telah ditutup pada 17 Juli 2018. Banyak artis yang diusung partai politik untuk menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024. Minimnya kader dari internal partai yang mumpuni dan namanya laku dijual ke masyarakat untuk pemilihan legislatif tahun depan,  mengakibatkan partai politik mencari jalan instan dengan menggandeng artis untuk mendulang suara.  


Menurut data okami.id terdapat 54 artis yang mendaftarkan diri menjadi calon legislatif.  Nama-nama artis seperti Nurul Arifin,  Rieke Diah Pitaloka, Katon Bagaskara, Annisa Bahar hingga Giring Nidji masuk dalam daftar artis yang mencalonkan menjadi wakil rakyat.  Namun banyak pihak yang pesimis terhadap kemampuan para artis tersebut,  terutama yang baru pertama menjadi anggota DPR RI. Seringkali mereka hanya mencoba peruntungan dalam politik. Bahkan Giring Nidji pun menjelaskan motif nyaleg karena terinspirasi Jokowi yang dulu hanya seorang pengusaha meubel. 


Begitulah,  fenomena artis nyaleg ini adalah niscaya dalam sistem politik demokrasi yang asasnya sekuler materialistik. Ketika materi dijadikan sebagai tujuan hidup maka akan melakukan segala cara untuk meraihnya.  Maka, tak akan diperhitungkan kapabilitas sang caleg yang penting sosoknya bisa mendulang banyak suara. Mereka tak berhitung bahwa di setiap jabatan akan ada pertanggungjawaban.


Makna politik dalam Islam


Islam adalah agama yang sempurna, paket problem solving sempurna dari Allah SWT.  Sebagai pencipta kita,  tentunya hanya Allah SWT sajalah yang paham apa yang terbaik untuk makhluknya. 


Islam mengatur bagaimana hubungan manusia dengan Allah SWT,  diri sendiri dan sesama manusia. Demikian pula dengan politik,  Islam juga telah mengaturnya.  

Dalam Islam politik dikenal dengan siyasah.  Menurut bahasa,  siyasah berarti mengatur,  memperbaiki dan mendidik.  Sedang menurut etimologi,  siyasah memiliki makna yang berkaitan dengan negara dan kekuasaan. 


Dalam Islam,  politik  adalah sesuatu yang agung karena merupakan bagian hukum syara' yang menjadi induk pelaksanaan hukum-hukum syara' lainnya.  Orang yang terjun dalam politik praktis atau ranah kekuasaan dipastikan adalah orang yang paham Islam,  paham bagaimana tanggung jawab dan cara meriayah umat serta siap menjalankan kepemimpinannya bersandarkan pada hukum-hukum syara'.  


Jadi,  politik bukan ajang coba-coba apalagi sekedar untuk eksistensi diri.


Wallahu a'lam bishshowab.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!