Sunday, August 5, 2018

Perombakan kurikulum: Infiltrasi sekulerisme


Oleh : Tri Sugiarti, S.Pd 

(guru/pemerhati remaja)


Tuduhan demi tuduhan tak henti-hentinya dilayangkan kepada ajaran Islam dan umat Islam. Opini terorisme semakin menampakkan target utamanya. Belum lama ini, tuduhan itu disampaikan oleh seorang tokoh Islam moderat. Sungguh miris, rasanya tidak masuk akal. Diberitakan di salah satu laman berita online,  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Sirodj, mendesak agar kurikulum agama dikaji lagi. Ia mengusulkan agar bab tentang sejarah yang dominan hanya menceritakan perang dikurangi porsinya."Yang diperhatikan adalah kurikulum pelajaran agama di sekolah. Saya melihat pelajaran agama di sekolah yang disampaikan sejarah perang, misalnya perang badar, perang uhud, pantesan radikal," katanya dalam acara konferensi wilayah PW NU Jatim di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Ahad (29/7).  Dikutip dari posmetro.info/2018/07

Apa yang salah dengan ajaran Islam?  Bukankah semua yang ada pada ajaran Islam harus dipelajari ? Apalagi yang menyangkut hukum-hukum yang harus diamalkan atau dihindarkan. Perang di dalam Islam memiliki posisi hukum yang sangat terperinci dan jelas, hal tersebut seharusnya memang dipelajari oleh para pemuda sehingga dapat dengan jelas mengetahui bagaimana perang itu dilaksanakan di dalam Islam. Karena jika dikaji lebih mendalam, perang/jihad di dalam Islam bukan sekedar semangat berani mati untuk membela agama tetapi harus dilakukan dengan memenuhi aturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan terdapat hukum-hukum mengenai banyak hal yang berkaitan dengan perang. Dengan demikian,  umat Islam dengan mengkaji hukum perang ini akan menjadi umat yang bijaksana  dan Rahmat bagi seluruh alam. 

Apa yang dikatakan said Aqil diatas tidak memiliki kekutan argumen yang jelas. Sehingga, pernyataan tersebut hanyalah tuduhan kosong. Justru perombakan kurikulum terhadap hal tersebut akan menjauhkan pemuda-pemuda muslim dengan ajaran Islam. Umat muslim akan semakin sempit pemahamannya terhadap petunjuknya. Hal inilah yang diinginkan para penjajah barat yakni menjauhkan umat muslim dari ajaran Islam yang menyeluruh. Para penjajah tidak akan takut apabila umat muslim hanya mengetahui hukum-hukum ibadah mahdoh alhasil umat muslim akan berlaku sekuler. Tapi, penjajah itu akan takut apabila umat muslim memahami Islam kaffah karena ajaran sekulerisme-kapitalisme mereka akan terkalahkan. 



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!