Friday, August 3, 2018

Pengkajian Kurikulum Agama Memupuk Sekulerisme


Oleh: Selly Nur Fadilah


"Ketua umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (Ketum PBNU),  KH Said Aqil Sirodj, mendesak agar bab tentang sejarah yang dominan hanya menceritakan perang dikurangi porsinya." (posmetroinfo, 29/07/18)


Dalam acara Konferensi Wilayah PW NU Jatim, Ketum PBNU, KH Said Aqil Sirodj menyatakan agar kurikulum pelajaran agama di sekolah diperhatikan lagi, khususnya bagian materi sejarah peperangan. Beliau beranggapan bahwa penyampaian materi peperangan akan menumbuhkan faham radikalisme terhadap siswa.


Padahal, sebelum menyatakan itu, beliau seharusnya lebih berhati-hati terhadap argumennya tersebut. Pernyataannya itu bisa merujuk pada penolakan terhadap ajaran Islam, karena menuduh perang (jihad) itu radikal. 


Lagipula, materi pelajaran tentang peperangan itu penting untuk edukasi terhadap siswa. Apalagi seorang muslim harus tahu secara jelas tentang sejarah peradaban Islam, termasuk didalamnya tentang peperangan, tanpa ditambah atau dikurangi isi materi pembelajarannya. Sampaikan materi secara apa adanya, lengkap dengan ayat-ayat pendukungnya. Pengkajian ulang terhadap kurikulum agama di sekolah justru akan memupuk faham sekulerisme.


Akhirnya, peserta didik nantinya akan acuh tak acuh terhadap sejarah. Bahkan nantinya dikhawatirkan akan terkesan "pilih-pilih" dalam mempelajari ajaran agamanya sendiri.


Sudah seharusnya, seluruh lapisan masyarakat sadar terhadap konsep 'islam kaffah', menerapkan ajaran Islam menyeluruh terhadap semua aspek kehidupan. Tidak lagi terkesan 'milih' ajaran yang mau dipelajari, dan enggan mempelajari ajaran yang tak menguntungkannya. Sudah saatnya pula masyarakat tanggap terhadap argumen ataupun perintah para petinggi yang mengandung penghinaan bahkan penolakan terhadap Islam.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!