Sunday, August 5, 2018

Penghalang Cinta Hakiki (bagian 2)


Oleh: Trisnawati

Cinta kepada Allah yang tak semulus jalan tol penuh rintangan dan halangan. Namun bukan berarti tak bisa di wujudkan. Karena semua tergantung pada diri yang ingin memupuk cinta dengan iman yang kokoh atau sebaliknya rapuh dengan terpaan cinta semu dan palsa tanpa sentuhan iman.

Jika penghalang internal kunci utama adalah menguatkan niat dan keteguhan dalam iman sehingga hawa nafsu tak menguasai diri. Begitupun dengan penghalang yang datangnya dari eksternal, berupa bisikan setan, rayuan kaum munafik dan orang-orang kafir yang tak ridho dengan semakin tebalnya kecintaan kepada Rabbul Izzati.

Butuh jiwa yang memiliki karakter untuk mengalahkan penghalang eksternal agar cinta kepada Allah tak sebatas dibibir namun teraplikasi dalam seluruh aspek kehidupan disertai penuh ketaatan kepadaNya.

1. Selalu Ikhlas

Setan tak akan mampu memalingkan orang-orang yang memiliki karater ikhlas dalam melakukan apapun yang diperintahkan Allah. Kebayang betapa banyak keluhan yang kita lontarkan saat kewajiban-kewajiban sebagai seorang hamba harus dipenuhi. Namun bagi seorang yang mukhlis ia akan melaksanakan apapun yang menjadi perintahNya tanpa menunda dan mengeluh karena ia ikhlas melaksanakannya. Setanpun gagal merayu. Allah SWT berfirman:

82). قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (83). إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

"Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka" (Qs. Shad: 82-83)

2. Iman dan bertawakal.

Setan akan kewalahan menghadapi orang yang beriman dan bertawakal karena orang yang beriman hanya akan menjadikan petunjukNya sebagai pedoman dalam ia menjalani hidup bukan yang lainnya. Allah SWT berfirman:

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ


"Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah” (Qs. An-Nahl: 98-100).

3. Bersyukur

 Sulit sekali bersyukur menjadikan mudah bagi setan untuk mendekati dan menjadi pintu masuk bagi setan untuk terus menyesatkannya. Allah SWT berfirman:

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

"kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)". (Qs. Al-A’raf Ayat 17).

Maka jangan pernah bersyukur terhadap apapun yang telah kita dapatkan dariNya karena Allah lebih mengetahu apa yang terbaik buat hambaNya.

4. Berlindung kepada Allah

Tak ada yang dapat memberikan pelindungan kepada hamba selain Allah. Maka senantiasalah meminta perlindungan dari Allah yaitu Zat yang Maha Perkasa dengan selalu membaca ta'awudz bila merasakan godaan setan. Allah SWT berfirman:

عَنِ الْجَاهِلِينَ (199) وَإِمَّا يَنزغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نزغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (200) }

"Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang-orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Qs. Al-A'raf: 199-200).

5. Dzikir, taubat dan istighfar

Tidaklah seorang hamba senantiasa melakukan perbuatan dosa yang tak luput dari khilaf serta godaan yang tak henti disetiap tarikan nafas dan dalam peredaran darah diseluruh tubuh. Maka bersihkanlah ia dengan senantiasa bertaubat, berdzikir dan memohon ampun dengan istighfar kepadaNya. Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ (201) وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ (202) }

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)" (Qs. Al-A'raf: 201-202).

Jika karakter ini menghujam pada diri maka cinta hakikipun akan menghampiri kita dan semoga kita termasuk para kekasih Allah yang senantiasa memperbaiki diri untuk layak menghadapNya kelak. Aamiin ya Rabbal'alamain.






SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!