Sunday, August 5, 2018

Pacaran Rasa Kawinan


Oleh : Asmarida. S. Pdi  

(Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Masalah Remaja)


Aktivitas pacaran di zaman kekinian telah menjadi trend. Seakan keharusan untuk menjalin cinta nafsu ini. Remaja tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah pacaran. Bakhan sangat tabu hari gini ndak punya paca.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Pacar diartikan sebagai orang yang spesial dalam hati selain orang tua, keluarga dan sahabat. Maka pacar adah orang yang dianggap istimewa, dan kedekatannya sangat spesial. Tidak jarang, memlerlakukan pacar sudah sama seperti memperlakukan suami atau isteri.


Berita yang tidak asing lagi beberapa bulan yang lalu. Bocah SD hamili pacarnya dengan hubungan tak wajar yang dilakonkan sepasang kekasih berusia belia di Tulungagung, Jawa Timur. Ya, seorang siswa sekolah dasar (SD) menghamili kekasihnya yang duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP). Ketika itu, hamil enam bulan (news.okezone.com, 24/05/2018).


Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menilai kasus siswa sekolah dasar (SD) yang menghamili siswi sekolah menengah pertama (SMP) karena faktor maraknya konten berunsur pornografi yang ada di media sosial (medsos). "Pemicu perilaku penyimpangan seksual anak pada umumnya diinspirasi oleh tayangan-tayangan pornografi yang sangat mudah di akses anak melalui media sosial," kata Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait, kepada Okezone di Jakarta, Jumat (25/5/2018).


Inilah paraktik pacaran rasa kawinan yang dilakoni remaja saat ini. Media televisi yang getol menayangkan pergaulan bebas,  mudahnya mengakses konten pornografi hanya melalui HP android menyebabkan siapa saja mudah meniru dan melakukan aktivitas yang tidak layak.


Ditambah lagi abainya peran keluarga yang seharusnya menjadi tempat pendidikan utama dan memupuk keimanan yang tidak berjalan.


Maka wajar, aktivitas anak tidak terkontrol, dan jatuh pada aktivitas pergaulan bebas. Belum lagi ada orang tua yang justru mendukung tingkah anak-anak mereka, memberi ruang kebebasan dalam pergaulannya.


Lihatlah generasi saat ini, baik di sekolah, apalagi tempat-tempat hiburan tidak lepas dari aktivitas pacaran. Seakan hal yang biasa saja para generasi melakukan pegangan tangan, pelukan dan ciuman dan yang lainnya. Bagaimanakah kelak generasi 30 tahun mendatang?


Pacaran Melegalkan Zina


Inilah pacaran rasa kawinan, seakan kekasih hati telah halal hanya karena status pacar, dan pada akhirnya nelegalkan aktivitas zina.  Padahal perilaku ini amat keji dan sepatutnya di berikan sanksi yang tegas oleh negara. Sebagaimana Allah SWT berfirman :


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk" ( Q.S : Al-Isra : 32)


الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ


"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman" (An-Nur :2).


Pemuda yang hebat adalah pemuda yang mampu menundukkan hawa nafsunya. Pemudi yang hebat pula yang tidak mudah luluh hatinya dengan bujuk rayu siapapun. Maka para orang tua ajarkan anak sejak dini tentang  keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya, agar tumbuh rasa takut bermaksiat.


Demikianpula tentang aurat bagi wanita yang sudah balig, hendaknya ditegaskan bagi mereka menutup aurat dan tidak menggunakan pakaian yang mampu merangsang syahwat.


Ajarkan anak untuk menjaga pandangannya, pahamkan kepada mereka bahwa Allah SWT mewajibkan setiap perempuan dan laki-laki untuk menundukkan pandangan (Q.S. An-Nur : 30), setiap pandangandisertai syahwat maka Allah SWT akan menghisabnya kelak.


Pahamkan batasan pergaulan antara mahram dan non mahram. Tidak semua lelaki, seorang wanita boleh menampakkan auratnya. Demikianpula para lelaki, tidak mudahnya mengumbar cinta kepada semua wanita. Non mahram adalah orang-orang yang harus dibatasi dalam pergaulannya. Tidak ada aktivitas khalwat (berdua-duaan), ikhtilat (campur baur lelaki dan perempuan) apalagi pacaran yang menghalalkan hubungan suami isteri.


Maka harus ada kesinergisan peran keluarga, sekolah, masyarakat dan negara. Semua sektor  punya andil mendidik generasi berakhlakul karimah, dan memiliki moral yang tinggi.  

Jika tidak, zina akan menjadi hal yang wajar dan biasa saja di negeri ini. Padahal sejatinya negara wajib menerapkan sanksi tegas dengan hukuman jilid dan rajam kepada mereka para pelaku zina. Namun tentu pelaksanaan itu hanya bisa diterapkan ketika negara ini hanya menerapkan Islam secada sempurna dalam kehidupan bernegara.


Wallahu A'lam Bisshawab


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!