Sunday, August 5, 2018

Optimalisasi Peran Ulama Membangun Kesadaran Politik Umat


Oleh : Aji Rafika Noor  Adita S.Si 

(Pemerhati Masalah Sosial Masyarakat)


Ulama adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat islam baik dalam masalah agama maupun masalah sehari-hari baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.  Sedangkan makna sebenarnya dalam bahasa Arab adalah ilmuwan atau peneliti, kemudian arti ulama tersebut berubah ketika diserap kedalam bahasa Indonesia, yang maknanya adalah sebagai orang yang ahli dalam ilmu agama islam.(Wikipedia). 


Ulama mempunyai peran yang sangat penting dalam mengedukasi umat dalam berbagai hal, selain ilmu agama, masalah sehari-hari bahkan pada tataran politik sekalipun. Hal ini ditandai dengan telah diselenggarakannya Multaqo Ulama dan Da’I Internasional se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa  V. 


10 point rekomendasi, diantaranya menekankan pentingnya hidup berdampingan secara damai antara muslim dan non muslim, berpegang kepada Al Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman komprehensif terintegrasi kaidah ilmiah dan praktis, membangun kemitraan antara lembaga dakwah, pemerintah, pendidikan dan swasta.(Bisnis.com). 


Lebih lanjut, meningkatkan peran dan kontribusi lembaga dakwah terhadap sumber daya manusia, memperkuat posisi keluarga sebagai institusi dan pondasi da’I dan ulama memanfaatkan teknologi informasi. Selain itu, menjadi menciptakan perdamaian melalui dakwah dan pendidikan, menghargai semua etnis, sosial dan budaya memperkuat kedudukan Jakarta sebagai pusat peradaban berbasis pendidikan islam, serta membentuk panitia khusus untuk merelisasikan seluruh keputusan forum Multaqo ini dengan melibatkan semua unsur-unsur terkait.(Bisnis.com). 


Multaqo Ulama dan Da’I se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa ke-V ditutup oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jum’at(6/7/2018).(Jurnalislam.com).

Disadari atau tidak, saat ini kita sedang berada dalam sistem yang tidak “Islami”, karena kita tidak diatur oleh aturan dari Allah swt secara keseluruhan, akan tetapi sistem aturan yang diterapkan saat ini adalah aturan yang dibuat oleh tangan manusia. Dan menafi’kan aturan illahi. Wajar, jika saat ini kita tidak berada dalam habitat yang benar. Karena sangat bertentangan dengan fitrah kita sebagai manusia yang seharusnya tunduk dan patuh pada aturan sang Penciptadan Pengatur. 

Umat saat ini sedang mengalami keterpurukan dari segala bidang. kemiskinan dan kejahatan merajalela, kesenjangan sosial, tidak terjaminnya pendidikan dan kesehatan bagi rakyat. Serta ketidak adilan terjadi dimana-mana.


Masalah ini tidak hanya dialami oleh segelintir orang saja, akan tetapi dialami secara universal atau tersistem, maka wajar akar dari segala permasalahan umat ini dikarena sistem demokrasi kapitalisme liberal yang saat ini sedang bermain peran dalam mengatur seluruh urusan negara dan manusia.

Karena sistem ini terlahir dari dunia barat. Demokrasi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni Demokratia  yang berarti ‘Kekuasaan rakyat”, yang terbentuk dari “Demos”  (rakyat) dan “kratos” (kekuasaan) pada abad ke-5 SM untuk menyebut sistem politik Negara-kota Yunani, salah satunya Athena.(Wikipedia). 


Sedangkan kapitalisme sekuler adalah sistem sosial yang didasarkan pada pengakuan hak-hak individu.(IdiologiIslam.blogspot.com)


 Maka tentu saja yang menjadi “korban” sistem ini adalah negeri-negeri islam yang saat ini terpecah belah dan menjadi tersekat-sekat wilayahnya. Padahal islam selalu menyerukan persatuan umat dibawah kepemimpinan yang satu.

Peran ulama “pewaris para nabi” sangat diharapkan dalam hal ini, karena Ulama lah yang memegang peranan penting, dan harus optimal  dalam menyadarkan umat bahwa solusi yang konkrit dan hakiki dari semua masalah yang dihadapi umat saat ini adalah harus diterapkannya sistem islam secara menyeluruh dan membuang sistem yang berasal dari buah fikiran manusia (kapitalisme sekuler) yang telah nyata membuat krisis multidimensi. 


Agar umat bangkit dan sadar akan berpolitik islam yang benar.  Karena Rasul telah mengajarkan umatnya untuk berpolitik. Politik dalam pandangan islam sangat berbeda dengan politik dalam pandangan kapitalisme, yakni politik islam (siyasah) adalah pengaturan urusan umat di dalam dan luar negeri. Dilaksanakan oleh negara dan Umat( An Nabhani, 2005). Sedangkan politik kapitalisme sekuler adalah perebutan kekuasaan dan kepentingan., serta kebebasan.

Ulama yang benar, yang tidak terjebak oleh lingkaran setan demokrasi yang hanya berkutat pada pergantian orang saja, akan tetapi justru pada sistem yang kufur dan mengajak memahami  kepada sistem yang hakiki yakni islam serta menerapkannya dalam seluruh asperk kehidupan, sebagaimana Rasul bersabda “ Ulama adalah pewaris nabi” (HR. At Tirmidzi dari Abu Ad Darda radhiallahu ‘anhu). Dan dalam Haditz lain pun Rasul bersabda “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak”.(HR. Al Imam At Tirmidzi). 


Maka akan membuat umat semakin sadar bahwa kebangkitan yang hakiki hanya dengan menerapkan islam secara kaffah dalam setiap sendi kehidupan dalam naungan sebuah negara. Wallahua’lam bishawab.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!