Thursday, August 2, 2018

Menjadi Pemuda Muslim, Bukan Pemuda Moderat


Oleh : Yurfiah Imamah 

(Pembina Komunitas Remaja Cinta Qur'an) 


Islam moderat atau lebih dikenal dengan islam "Wasathiyah" belakangan ini terus digulirkan. Istilah islam Wasathiyah dikategorikan sebagai islam yang ditempuh dengan jalan tengah dalam artian berfikir secara liberal dalam beragama.

Tentu sangat membahayakan jika menjalankan islam dengan cara berfikir yang liberal. Bagaimana tidak, umat islam khususnya generasi muda justru lebih yakin terhadap pendapatnya sendiri sekalipun bertentangan dengan ajaran islam.

Dengan menjadikan islam wasathitah sebagai pedoman yang diambil, hingga mempercayai bahwa semua agama itu relatif, setiap orang bebas berpendapat sekalipun mengubah aturan yang halal menjadi haram atau haram menjadi halal. Seperti menutup aurat bagi wanita muslim tidaklah wajib, bahkan menyebutkan bahwa Al-Qur'an adalah produk budaya arab sehingga tidak wajib diikuti dan tidak berada diatas manusia. Serta masih banyak lagi pemahaman sesat yang ditimbulkan dari islam wasathiyah ini. Bisa dibayangakan bagaimana jika pemahaman sesat seperti ini terus bergulir dan menjangkiti generasi muda yang notabene adalah pelanjut estafet peradaban dimasa mendatang, hingga akhirnya terbentuk generasi liberal yang jauh dari keyakinan islam yang benar.

Dengan bermunculannya pemahaman sesat liberal yang dihasilkan oleh sistem sekuler saat ini, hingga mengkategorikan orang-orang atau kelompok yang konsisten dengan ajaran islam yang benar dianggap radikal karena tidak moderat (wasathiyah).

Tuduhan radikal terhadap individu atau kelompok yang konsisten dengan ajaran Islam yang benar terus di hembuskan. Hampir tak ada hentinya serangan radikal itu terus diluncurkan, salah satunya dengan dibuatnya UU terorisme, UU Ormas dan penindakan terhadap kelompok Islam radikal.

Satu hal yang harus kita pahami bersama adalah bagaimana mungkin, ajaran islam yang murni ada didalam Al-Quran menjadi permasalahan ketika diterapkan, sedangkan merubah ajaran islam dengan menjauhkan isi Al-Qur'an justru dianggap sebuah kebenaran.

Karena itu, seorang muslim seharusnya yakin terhadap agamanya sendiri, ia akan mentaati seluruh ajaran islam yang datang dari Allah SWT. tidak merubahnya, atau menjauhkan syari'at-Nya. 

Allah SWT berfirman yang artinya :

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208). 


Pemuda Muslim Wajib Mengambil Peran

Sebagai pemuda muslim, tak sepatutnya diam menghadapi serangan sesat islam wasathiyah ini. Sebagai bagian dari umat yang memiliki tanggung jawab yang besar serta yang menentukan nasib umat Islam kedepannya. Kejayaan Islam ditentukan dengan peran pemuda. Sudah seharusnya pemuda muslim : (1) meningkatkan diri dalam mempelajari islam dan Syari'ahNya agar tidak terjerumus kedalam pemikiran liberalisme yang melahirkan islam wasathiyah. 

Pemuda muslim juga harus (2) melibatkan dirinya dalam perjuangan penegakan Syari'ah secara kaffah. Sebagaimana pemuda-pemuda yang memiliki keimanan kuat dan semangat perjuangan yang besar seperti Ali bin Abi Thalib ra, Muhammad Al-Fatih sang penakluk Konstantinopel, Sa'ad bin Abi Waqash, dan pemuda lainnya pada masa kegemilangan islam. Pemuda seperti merekalah yang menjadi penolong agama Allah. 

Sebagaimana firman Allah SWT :

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad 47: Ayat 7)

Lebih dari itu,  ia juga harus (3) melakukan pergolakan pemikiran dengan bersinergi kedalam perjuangan politik, yaitu menjadikan Syari'ah islam bukan hanya diemban oleh individu atau kelompok, tetapi juga oleh negara. Sehingga Islam diterapkan secara kaffah dibawah naungan Khilafah. Dari sinilah Islam sebagai Rahmatan lil alamin akan terwujud bukan hanya menjadi rahmat bagi umat islam saja, tetapi bagi seluruh alam. 

Allah SWT berfirman yang artinya :

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."

(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 107).  Wallahua'lam bi ash showab. 



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!