Monday, August 6, 2018

Limbah Popok Bayi


Oleh : Ade Irma 

(Pemerhati Generasi)


Diapers atau popok, siapa yang tak mengenal benda ini. Semua kalangan mengenalnya. Terutama ibu-ibu yang punya bayi sudah tentu memilikinya. Lansia yang sudah susah atau tidak bisa kekamar mandi, mestilah menggunakan diapers ini.

Diapers ini menjadi kebutuhan bagi ibu-ibu yang sudah memiliki bayi. Pasalnya selain harganya ekonomis, ibu-ibu juga tak perlu susah bangun malam untuk menggantikan celana atau repot diperjalanan, karena diapers ini praktis, penggunaannya mudah dan sekali pakai.

Namun siapa sangka, popok ini juga mencemari lingkungan, karena limbahnya yang sulit terurai. Seperti yang dilansir oleh KOMPAS.com - Memperingati Hari Sungai yang jatuh setiap 27 Juli, warga dan kelompok aktifis lingkungan menggelar bersih-bersih popok di aliran Sungai Kali Surabaya. Dalam aksi itu, 5 kuintal limbah popok diangkat dari bawah jembatan Karangpilang Surabaya , Senin (30/7/2018). 

5 kuintal popok artinya ada 500 kg popok yang di angkat dari satu sungai. Bayangkan sungai di Indonesia sangatlah banyak. Ini baru sungai yang tercemar oleh limbah popok. Bagaimana dengan tempat lainnya. Dalam 2 jam di sungai Kali Suraya bisa menghasilkan 500 kg. Bagaimana dengan setiap harinya? 


Fakta Dibalik Popok

1. Fakta kesehatan

- Popok sekali pakai mengandung bahan kimia bernama dioksin. Bahan ini merupakan bahan beracun yang sering digunakan di industri kertas, fungsinya adalah untuk memutihkan kertas. Dioksin terdaftar sebagai bahan kimia karsinogenik paling beracun

- Popok sekali pakai juga mengandung trybutyl-tin (TBT), suatu polutan beracun yang selanjutnya diketahui menyebabkan masalah hormonal pada manusia dan binatang.

- Popok sekali pakai menggunakan sodium polyacrylate (SAP) yang merupakan polimer yang mampu menyerap cairan hingga 100 kali beratnya. SAP tampak seperti gel bila sudah menyerap cairan. SAP ini terbukti memacu peningkatan resiko toxic shock syndrome

- Di bulan Mei tahu 2000, Archives of Disease in Childhood menerbitkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa suhu skrotum pada anak laki-laki yang memakai popok sekali pakai meningkat sehingga pemakaian popok sekali pakai pada jangka waktu lama dapat menghambat mekanisme pendinginan testis secara fisiologis. Mekanisme pendinginan testis ini penting bagi fase pembentukan sperma



2. Fakta lingkungan

- Popok sekali pakai mencemari lingkungan karena hampir sebagian besar orang tidak mematuhi instruksi pada kemasannya, yaitu setiap kotoran yang menempel di popok sekali pakai harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat sampah

- Popok sekali pakai memerlukan waktu 250-500 tahun untuk dapat terurai

- Di Amerika serikat, penggunaan popok sekali pakai masuk dalam kategori tiga besar sampah terbanyak di tempat pembuangan akhir sampah

-Pembuatan popok sekali pakai membutuhkan setidaknya 300 pound kayu, 50 pound bahan baku minyak dan 20 pound klorin untuk seorang bayi dan ini terjadi setiap tahun


3. Fakta ruam

- Karena banyak orang tua yang “lengah” dalam mengganti popok, sehingga muncullah ruam pada bayi. Seharusnya popok diganti setiap 3-4 jam sekali, meskipun memakai popok sekali pakai


4. Biaya

- Popok sekali pakai menghabiskan banyak biaya jika dipakai dalam jangka waktu lama. Anggap saja satu popok sekali pakai seharga Rp. 3.000. Dalam sehari bayi memerlukan setidaknya delapan popok sekali pakai. Sehingga dalam sehari, orang tua harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 24.000. Dalam seminggu menghabiskan Rp 168.000, sebulan menghabiskan Rp 672.000, dalam dua tahun menghabiskan Rp 16.128.000.Wow, jumlah yang cukup besar bukan.


Islam Mengatur

Dalam Islam, mencemari lingkungan itu adalah dosa. Terlebih jika kita lihat berbagai fakta dari popok ini banyak sekali kerugian atau dampak negatif, bukan hanya mencemari lingkungan tapi juga berdampak buruk untuk bayi itu sendiri. 

Allah Ta’ala berfirman,

Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat)[1] manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41).


Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menyatakan bahwa semua kerusakan yang terjadi di muka bumi, dalam berbagai bentuknya, penyebab utamanya adalah perbuatan buruk yang dilakukan manusia. 

Bagi ibu muda tentu hadirnya popok ini sangat membantu. Tapi taukah ibu bahwa popok ini limbah popok ini bisa terurai selama 250-500 tahun lamanya, sungguh butuh waktu lama untuk limbah ini. Bukan hanya itu popok ini  juga berdampak buruk pada bayi, bisa ruam atau membahayakan organ vital bayi. Jika ibu lengah menggantinya. Maka kini ibu bisa beralih popok kain atau Clodi (cloth diaper). Selain tidak mengandung bahan berbahaya, ibu juga bisa berhemat serta membantu untuk bersama menjaga lingkungan. Tak masalah ibu berlelah-lelah mengganti dan membersihkan popok bayi. Allah akan menghitung setiap jerih payah ibu dalam mengasuh anak sebagai pahala yang terus mengalir. 

Wallahu a'lam



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!