Sunday, August 5, 2018

Ketika Lisan Tak Mampu Berkata


Oleh: SukmaOkt (Pelajar, Aktivis Muda


Sekarang dilema dakwah menjadi problem bagi para remaja yang baru atau sedang dalam proses berhijrah. mereka bingung tatkala dihadapkan pada lingkungan yang terbiasa dengan kemaksiatan seperti halnya pacaran, riba, dll.


Hati mereka penuh dengan penyesalan ketika lisan mereka tak mampu berkata. Karena, yang melakukan kemaksiatan itu sendiri adalah orang terdekat mereka,baik itu keluarga ataupun teman.


Mereka takut menasehati, karena biasanya akan dicap merasa paling benar dan hal lainnya. Terlebih lagi, orang yang dinasehati terkadang akan lebih ganas, dan lebih emosi dibanding yang menasehati.


Mereka menolak nasihat dengan sanggahan 'Hidup itu masing-masing aja, lo benerin dulu idup lo'.


Astaghfirullah, sangat menyedihkan dan menghawatirkannya, apakah ini pertanda bahwa kaum muslimin sudah semakin jauh pada Islam? Naudzubillah.


Tak habis pikir, ketika mereka menolak nasihat padahal sudah jelas bahwa Allah yang memerintahkan hamba-Nya untuk saling menasehati. Firman Allah SWT :


“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran : 104)


Dalil diatas sangat jelas bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk menyampaikan yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar.


Dan untukmu, remaja yang sedang dilema karena problem ini, jangan takut menyampaikan kebenaran dan mencegah kemungkaran. Ingat bahwa itu semua adalah perintah Allah.


Jikalau tak mampu mendakwahkan secara langsung dengan lisan, maka cobalah menulis. Tumpahkan seluruhnya pada tulisan. Karena, bisa jadi orang yang menjadi tujuan dakwahmu membaca tulisanmu.


Tak ada salahnya menasehati dengan tulisan, jikalau mereka tersindir itu tandanya Allah sentuh hati mereka dan berhasilah dakwah yang kita sampaikan. 


Jangan takut dijauhi, atau dimusuhi. Sampaikan saja bahwa nasihat yang kita sampaikan untuk mereka adalah cinta. Kita mencintai mereka tak mau mereka berdosa.


Diterima atau tidaknya nasihat, itu bukanlah kuasa kita. Tugas kita hanya menasehati dan mendoakan. Semoga, orang- orang yang menjadi tujuan dakwah kita berubah menjadi lebih baik. Aamiin.


Dan jangan jadikan ini dilema lagi, teruslah mencoba untuk mengajak orang lain dalam ketaatan. Semangat berdakwah.


Wallahu 'alam


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!