Wednesday, August 1, 2018

Jantung Aktivis


Oleh : Hasan Amsyari

(Pemuda Bela Islam) 

Akhir-akhir ini para aktivis, kembali diam tidak seperti biasanya. Berbagai pertanyaan mungkin pernah hinggap di diri sendiri maupun masyarakat. Kemana para akivis kritis yang dulu dan lain-lain. Sedang pertanyaan tersebut tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti, apa alasan dari keterdiaman mereka. 

Selain itu, masyarakat pun sangat paham bahwa peran para aktivis ini sangat dibutuhkan, karena dengan adanya mereka, masyarakat dapat terwakilkan suaranya oleh para pemuda dan mahasiswa dalam menghadapi masalah yang terjadi terus-menerus di negeri ini. Dimana berupa masalah ekonomi, masalah sosial, masalah politik, dan masalah yang lainnya. Mungkin ibaratnya keadaan masyarakat sekarang sedang tercekik atau berada diambang kematian dan kehancuran. 

Apalagi beberapa hari yang lalu, terdengar kabar bahwa para mahasiswa di ajak pergi ke istana. Akan tetapi, jika benar alasan dari keterdiaman para aktivis hanya soal itu, jelas tidak masuk di akal. Karena seorang aktivis sejati tidak akan pernah mudah untuk melepaskan tanggungjawabnya hanya dengan sodoran keindahan atau kenikmatan sesaat. 

Melihat kasus dari alasan diatas, jelas itu tidak bisa menjadikan patokan sebab keterdiaman para aktivis saat ini. Lalu apa penyebab sebenarnya? Terletak pada jantung. Jantung mereka yang sedikit-demi sedikit detaknya telah berhenti, sehingga cahaya didadapun menjadi semakin redup. Dimana semangat mereka telah terkikis habis digilas waktu yang ada. Tidak peduli apa yang dihadapi saudaranya. Kezholiman, kesedihan, penderitaan, tangisan dengan lelehan air mata darahpun sudah tidak jadi masalah bagi mereka.

Maka jangan heran, jika para aktivis dulu yang berbicara dengan semangat bara api yang berkobar-kobar,  kini telah padam bersama lelehan es yang dingin. Suara yang lantang dan tegaspun, kini hanya menjadi suara yang lemah gemulai. 

Jika dibiarkan terus-menerus, maka ini akan terjadi juga pada aktivis kampus atau dalam hal ini dakwah kampus. Mereka akan mengalami hal yang serupa, mereka kemudian mulai berhenti mengayuh semangat dan akan membiarkan detakan jantung itu perlahan-lahan berhenti. Di sisi lain mereka tidak berusaha mempertahankan cahaya didada untuk menjadikan semakin terang bukan dalam kedaan redup dalam waktu yang lama. 

Olehnya itu, jika hal yang semisal tidak ingin sampai terjadi, maka untuk para aktivis menjaga jantung agar tetap berdetak itu perlu. Jangan sampai cahaya terangmu menjadi redup. Jangan sampai semangatmu terkikis habis oleh waktu. Selalulah ingat jika apapun yang kita lakukan ini bukan semata-semata berpatok pada individu saja, melainkan lebih dari itu. Kayuhlah lagi semangat juangmu, walau kita harus merangkak,  teratatih-tatih, berusaha tanpa kenal lelah,  itu bukan masalah, dan jangan jadikan itu sebagai alasanmu untuk berhenti.


Wallahu'alam bishawab 





SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!