Friday, August 3, 2018

Islam Menjamin Kesehatan


Oleh : Mulyaningsih, S. Pt

Kali ini ada berita yang cukup membuat para ibu-ibu cemas dan khawatir. Pasalnya, kini Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) kini berupaya memangkas biaya yang harus ditanggung untuk persalinan. Dimana sebelumnya juga telah dilakukan kebijakan cost sharing untuk sejumlah penyakit kronis. Langkah inilah yang kemudian diprotes oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDIA). IDIA menilai bahwa langkah yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan ini akan merugikan masyarakat yang menjadi peserta. Sebab nantinya biaya persalinan tidak menyertakan biaya perawatan bayi yang baru lahir.

Hal ini akan menimbulkan polemik baru, yaitu akan memunculkan masalah terkait dengan kesehatan dan keselamatan bayi yang baru lahir. Oleh sebab itulah Ketua IDIA, Aman Bhakti Pulungan telah menyurati Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar meluruskan masalah ini dan meminta pencabutan rencana itu (kontan.co.id, 19/7).

Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat mengakui, pihaknya memang terus melakukan kendali mutu pelayanan sejalan dengan pengendalian biaya. “Manfaat itu bukan dibatasi memang ada keterbatasan dari sisi anggaran,” katanya.

Melihat realitas di atas maka sedih bercampur was-was. Masalah yang terus-menerus berulang yaitu hak dari rakyat. Sungguh tidak adil yang kita rasakan sekarang, sudahlah bayar setiap bulan namun pelayanan tak sepenuhnya didapatkan. Lantas sebenarnya harusnya seperti apa? Serta bagaimana pelaksanaannya agar semua lini masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan kesehatan? Karena sejatinya kesehatan ini adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa diurungkan waktunya, harus segera ditindaklanjuti.

Islam Memandang Kesehatan

Islam adalah sebuah agama yang tak hanya mengurusi masalah ibadah hamba kepada Robbnya saja. Namun mengatur seluruh permasalahan manusia yang lain, baik menyangkut dengan dirinya sendiri ataupun dengan orang lain. Begitu pula dalam bidang kesehatan, Islam sangat peduli terhadap hal tersebut. Karena kesehatan termasuk dalam kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi.

Berdasarkan sabda Nabi SAW: “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab untuk orang-orang yang dipimpin. Jadi, penguasa adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya.” (Bukhari dan Muslim).

Dari hadist di atas bahwa pemimpin mempunyai kewajiban untuk mengelola seluruh urusan rakyatnya. Kebutuhan pokok rakyat wajib terpenuhi individu per-individunya. Hal ini sampai harus dipastikan setiap orang mendapatkannya. Salah satu kebutuhan pokok tersebut adalah masalah kesehatan. Dalam hal ini negara lewat pemerintah berkewajiban untuk menyediakan layanan kesehatan yang mempuni untuk rakyatnya. 

Contoh yang patut ditiru adalah teladan kita, Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW pada saat itu sebagai kepala negara di Madinah. Beliau mendapatkan hadiah dari Gubernur Romawi yang berkuasa di Mesir berupa dokter. Kemudian Rasulullah langsung memerintahkan kepada dokter tersebut agar memeriksa rakyatnya. Melihat kejadian tersebut maka dapat kita ambil pelajaran bahwa sebagai kepala negara harus bisa bersikap sebagai seorang pemimpin. Layaknya pemimpin maka wajib untuk melindungi dan mengayomi rakyat yang dipimpinnya.

Islam, apabila diterapkan sebagai sebuah sistem maka akan menyediakan sarana dan prasarana untuk berprestasi dalam semua bidang. Di masa lalu ketika Islam berjaya, semua orang belomba-lomba untuk melakukan yang terbaik demi kemaslahatan ummat. Negara menyediakan rumah sakit kelas satu dan dokter-dokter yang ahli dibidangnya. Sebagai contoh adalah rumah sakit umum Bimaristan al-Mansuri di Kairo. Rumah sakit tersebut mampu mengakomodasi 8.000 pasien ditambah ada dua petugas untuk setiap satu pasien. Petugas tersebut memberikan pelayanan maksimal kepada si pasien. Termasuk didalamnya adalah menyediakan makan dan minum serta menyuapinya serta kebutuhan yang lainnya. Hal itu dilakukan agar memberikan motivasi agar yang sakit segera pulih.

Dari gambaran fakta sejarah diatas maka seharusnya penguasa benar-benar memperhatikan permasalahan rakyatnya. Kebutuhan pokok harus dikontrol dan diperiksa agar terpenuhi individu per-individunya, bukan malah mengurangi fasilitas. Utamanya masalah kesehatan ini. Kelak di yaumil akhir hisab terhadap ini begitu berat. Sehingga seharusnya pemerintah (penguasa) harus bersikap serius dan sungguh-sungguh terhadap pemenuhan kebutuhan pokok rakyat yang ia pimpin. Tentunya sistem yang harus diterapkan adalah Islam. Karena hanya dengan Islam semua bisa diwujudkan secara sempurna. Hanya dengan Islam semua masalah bisa diatasi, bukan karena uang atau jabatan. Semua akan dipenuhi kebutuhan pokoknya tanpa memandang perbedaan apapun. Wallahu a’lam [ ] 

Mulyaningsih, S. Pt

Ibu rumah tangga

Pemerhati masalah anak, remaja dan keluarga

Anggota Akademi Menulis Kreatif (AMK) Kalsel



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!