Sunday, August 5, 2018

Hijrah Challenge


Oleh: Nafi'atur Rohmah, S.Pd.I

 (Pemerhati Remaja)

.

.

Kiki, do you love me? Are you riding?

Say you'll never ever leave from beside me

'Cause I want ya, and I need ya

And I'm down for you always.. (Penggalan lirik In My Feeling- Drake)

Tahu kan lirik lagu di atas??

Pasti bacanya sambil bergumam bayangin "Kiki Challenge" yang masih hangat bak gorengan sore. Yup, inilah fenomena zaman now yang sukses mempengaruhi generasi milenial. Dari anak SD, baru gede, hingga orang dewasa ga kalah heboh ngikutin challenge. "Seru, menantang" dan lain-lain komentar dari para pelakunya. Hingga remaja muslimah ga kalah mengerikan joget-jogetnya.. 

Entahlah mereka sadar atau tidak, tindakan meniru challenge tersebut, selain unfaedah, juga berbahaya banget lo. Tidak sedikit kan video yang memperlihatkan bahaya "Kiki Challenge" ini? Bahkan saking membahayakan diri sendiri dan orang lain, kepolisian Republik Indonesia melarang dan memberi sanksi tegas karena dianggap bertentangan dengan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) jika dilakukan sambil berkendara. Bahkan, pengendara yang melakukan Kiki Challenge bisa dipidana. "Bisa dikenakan Pasal 283 jo Pasal 106 ayat 1 UU 22/2009 dengan denda maksimal Rp 750 ribu atau kurungan 3 bulan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

Tidak bermanfaat

Sama seperti aplikasi "Tik Tok" beberapa waktu lalu ramai dibicarakan, kegiatan challenge ini juga tidak bermanfaat. Tujuannya hanya semata meraih eksistensi dan popularitas dadakan. 

Sungguh miris jika remaja muslim saat ini ikut arus media sosial yang awalnya untuk bersosialisasi agar bisa mengenal, namun justru terjerumus dalam hal-hal yang sia-sia bahkan bermaksiat. Na'udzubillahi min dzalik.. Ingatlah hadits Rasulullah SAW.

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)

Inilah gambaran remaja yang terpapar sekularisme, pemikiran yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga muncul perilaku hedonis yang hanya mengagungkan ketenaran dan pengakuan diri. 

Hijrah Challenge

Gelombang hijrah beberapa waktu ini tenyata juga berdampak baik bagi remaja muslim di tengah-tengah kerusakan akhlak remaja kebanyakan yang justru menyeret mereka dalam dunia yang jauh dari Islam, jauh dari Allah SWT. 

Jadi, kalau orang kafir yang senantiasa menjauhkan kaum muslim dari Islam rajin banget membuat challenge dan hal-hal yang unfaedah, remaja Islam harus bisa memangkisnya dengan challenge yang berkah. Yakni Hijrah. 

Tentu bukan Hijrah Challenge yang bermakna langsung pindah ke tempat lain ya.. Tapi hijrah secara pribadi seorang Muslim. Challenge yang sesungguhnya adalah ketika kita menghadap Allah SWT. Berkontribusi memberikan amal solih selama kehidupan kita. Nah, bagaimana agar kita bisa sukses Hijrah Challenge ini dengan benar dan Istiqomah?

1. Hijrah itu butuh cara dan tujuan yang hakiki, yang sesuai dengan pribadi kita sebagai seorang muslim. Apalagi masa remaja. Begitu banyak jalan hidup yang ditawarkan kesana dan kemari, lalu kita dituntut untuk memilih. Jalan mana yang kita ambil, tentu haruslah jalan kebenaran. Ingat kembali bahwa kita hidup dari Allah, untuk Allah, dan AKAN KEMBALI kepada Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. Al-Baqarah 2:218).

2. Harus ikhlas . Bahwa hijrah harus dilakukan atas dasar niat karena Allah dan tujuan mengarah rahmat dan ridha Allah.

3. Mencari lingkungan yang baik dan sahabat shalih. Dalam Quran Surat At-Taubah ayat 119, Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)". Maka wajib kita memfilter siapa saja orang-orang yang harus selalu kita ikuti. Yang selalu mengajak pada Allah SWT, menasehati jika kita salah dan menyemangati ketika kita susah. 

4. Senantiasa haus ilmu. Tentunya Ilmu Islam yang mengajarkan kita selalu mentaati syariat Allah swt. Rajinlah hadir dalam majelis-majelis ilmu, reguklah ilmunya, bertanyalah ketika kita bimbang dan selalu mencari tahu dasar hukum dari setiap perbuatan. Agar tidak taqlid buta, mengikuti tanpa tahu dasarnya seperti orang buta yang pasrah dituntun kemana saja.

5. Beramal. Lakukan. Kerjakan. Apalah artinya challenge kalau tidak segera dilakukan? Maka ilmu yang sudah direguk tadi, harus kita amalkan walau hanya sedikit. Sudah tahu hukumnya haram berpacaran, maka putuskan segera pacarnya. Yang sudah tahu wajibnya menutup aurat, segeralah memakai pakaian syar'i. Sudah tahu wajibnya berbakti kepada orang tua, maka segeralah berlaku baik ,lemah lembut dan selalu taat pada orang tua. Segeralah.. Mengubah semua kebiasaan buruk kita dengan amalan sholih yang mendatangkan pahala. 

6. Berdoa. Agar Allah SWT senantiasa memberikan keistiqomahan pada hijrah kita. 

Banyak sekali doa-doa yang bisa kita lantunkan, antara lain: 

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

‘Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa Min-Ladunka Rahmatan, innaka Antal-Wahhaab’

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia)” (QS. Ali Imran: 8).

Dan doa ini,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

‘Ya Muqallibal Quluubi Tsabbit Qalbiy ‘Alaa Diinika’.

“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” 

(H.R. At-Tirmidzi, Ahmad, dan al-Hakim)

Serta doa-doa lain yang bisa kita panjatkan kepada Allah SWT agar diberi Istiqomah dalam berhijrah.

.

Tentu challenge di atas harus segera kita tunaikan ya Dear, agar tidak ada lagi yang menyia-nyiakan masa remajanya dengan ikut-ikutan yang tidak bermanfaat.

Sebagai generasi Islam cerdaslah dalam memanfaatkan teknologi, gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan menjadikannya sarana untuk mengumpulkan amal Sholih karena setiap aktivitas kita akan diminta pertanggungjawaban kelak.

Wallahu a'lam bishowab..













SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!