Thursday, August 2, 2018

Filosofi Sapu


Oleh : Yuliyati Sambas

Member Akademi Menulis Kreatif



Sapu adalah satu alat atau perabot rumah tangga yang berfungsi untuk membersihkan lantai, ruangan dalam, luar atau terkadang bagian atas rumah.


Bahan sapu ada yang terbuat dari lidi, ijuk, plastik, merang dan sebagainya. Dimana fungsi dan kegunaannya disesuaikan dengan ukuran, bentuk, dan bahan pembuat sapu ini.


Sapu lidi misalkan lebih untuk menyapu sampah di luar ruangan rumah atau bisa juga difungsikan untuk membersihkan kasur dan kursi empuk dari debu yang menempel.


Sementara sapu merang atau sapu sabut kelapa untuk membersihkan lantai ruangan dari kotoran atau debu yang sehari-hari biasa menempel di lantai.


Lain lagi sapu ijuk lebih digunakan untuk membersihkan lantai dari kotoran dengan tingkat kesulitan yang cenderung berat.


Demikian halnya dengan sapu tangan, meski bahannya terbuat dari kain dan biasa digenggam di tangan sebagaimana sebutannya, namun tetap saja fungsi utamanya adalah untuk membersikan juga... Yakni membersihkan bagian tubuh yang kotor dan butuh dilap.


Bisa dibayangkan jika tidak ada sapu dalam kehidupan ini, tentu dunia akan dipenuhi dengan tumpukan kotoran dan sampah, debu yang menggunung, yang pada akhirnya berbagai ragam penyakit akan menjangkiti siapapun yang hidup di planet ini.


Selaku kaum muslimin yang hidup di masa kini terasa demikian nyata menghadapi berbagai tantangan hidup, dimana untuk taat secara penuh kepada Sang Khaliq membutuhkan kekuatan yang luar biasa dahsyat. Baik dari sisi keimanan, pemikiran, dan keistiqamahan.


Bagaimana tidak, ada begitu banyak debu dan kotoran pemikiran yang bertebaran di sekitar ummat. Debu dan pemikiran kufur yang jauh dari ajaran Islam namun sebagiannya dibalut oleh sesuatu yang indah dan terkesan baik.


Ada pemikiran _sekulerisme_ yakni memisahkan urusan agama dari kehidupan. Ada prinsip _liberalisme_ dimana kebebasan tiap individu laksana panglima yang layak untuk dinomor satukan meski berseberangan jauh dengan syariat-Nya. Begitupun dengan prinsip _demokrasi_ yang diusung oleh sebagian besar muslim saat ini dengan menjadikan kedaulatan ada ditangan rakyat bukan ditangan syara.


Sungguh jika kita selaku muslim tetap ingin berpegang teguh terhadap ajaran Allah SWT yang lurus dan sempurna dengan mengikuti _manhaj_ Rasulullah SAW, maka kita membutuhkan kekuatan-kekuatan layaknya sapu yang mampu menghalau, membersihkan, dan mengenyahkan segala pemikiran dan ajaran kufur yang bertebaran di sekitar kita.


Sapu untuk membersihkan kotoran dan sampah pemikiran kufur tadi tiada lain adalah _dakwah fikriyah wa siyasiyah_ (dakwah pemikiran dan politis) menuju pelaksanaan syariatNya yang kaffah dalam naungan institusi yang dicontohkan oleh Rasulullah, tauladan ummat sepanjang masa yakni _Daulah Khilafah Rasyidah_.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!