Thursday, August 2, 2018

Efek Jera Penghapus Dosa


Oleh : Iyatia Yulian 

(Ibu muda, anggota komunitas nulis Revowriter) 


Sob, beberapa waktu lalu kita dihebohkan oleh temuan sel mewah dalam lapas terutama lapas koruptor. 

Begini kata kompas.com, peneliti divisi korupsi politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina menilai, pemerintah harus segera membenahi sistem lembaga pemasyarakatan (lapas), terutama lapas kasus korupsi. Ia mengemukakan hal itu menyusul terbongkarnya fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, yang ditempati para narapidana kasus korupsi.


"Bagaimana koruptor bisa jera dan tidak mengulangi perbuatannya kalau fasilitas yang mereka peroleh di lapas masih dalam tanda kutip istimewa dibandingkan napi lain?" kata Almas di Jakarta, Minggu (29/7/2018).


Ironi, ekspektasi mau memberi efek jera, realita apa bedanya dengan biasanya? bahkan lebih parahnya tersangka koruptor Gayus Tambunan mampu traveling ke luar negeri padahal statusnya tersangka. Ish ish....


Menurut teman-teman kenapa ini bisa terjadi? 

Karna lemah nya hukum saat ini? 


Yup betul, hukum saat ini tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Tumpul pada orang-orang kaya dan tajam pada orang-orang jelata.


Hukum hari ini mudah dibuat dan diganti sesuai kepentingan tentunya (baca: kepentingan orang beruang). Wajar aja, kalo tersangka bisa traveling ke luar kota apalagi luar negara. 


Dalam islam, satu-satunya yang berhak membuat hukum adalah Allah swt. sebagai pencipta dan pengatur manusia. Melalui Al-Quran, Allah swt. sampaikan hukum syariat-Nya dan sunah rasul sebagai pelengkapnya. Seperti halnya hukum bagi koruptor berabad-abad silam Islam telah membuktikan seperti firman Alloh swt :


وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS. Al Maidah: 38)



Kok serem banget ya sampe harus dipotong tangan? 

Eits, tunggu dulu. Fungsi dari pada hukuman di atas sebagai efek jera bagi pelaku dan peringatan bagi kita agar tidak melakukan hal yang sama. Fungsi lainnya juga sebagai penghapus dosa. Jadi ketika nanti dia sudah wafat tidak akan ditanya lagi tentang dosa korupsi nya. Ooo... Begitu.. 

Namun sayangnya hukum qisas atau potong tangan tidak bisa di terapkan hari ini dengan dalih tak berkeprimanusiaan. 

Waullohu a'lam..


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!