Friday, August 3, 2018

Cara Islam Mengentaskan Kemiskinan


Oleh : Wida Eliana

Ibu Rumah Tangga, tinggal di Bandung

                            


Kurun waktu sebulan belakangan ini pukulan ekonomi bertubi-tubi dirasakan oleh rakyat, karena kenaikan berbagai komoditi kebutuhan hidup. BBM naik berkali kali, harga beras terus merangkak, disusul oleh telur dan daging ayam.


Islam tidak menilai kemiskinan dari besar pengeluaran atau pendapatan, tetapi dari pemenuhan kebutuhan _asasiyah_ (pokok) secara perorangan. Kebutuhan pokok itu mencakup sandang, pangan, perumahan, kesehatan dan pendidikan secara layak dan juga keamanan.


Islam sebagai agama yang paripurna memiliki cara dalam mengentaskan kemiskinan, yakni :


Pertama: Secara individual, Allah SWT memerintahkan setiap muslim yang mampu untuk bekerja mencari nafkah untuk dirinya dan keluarga yang menjadi tanggungannya.


Kedua: Secara jama'i (kolektif) Allah SWT memerintahkan kaum muslim untuk saling memperhatikan saudaranya yang kekurangan dan membutuhkan pertolongan.


Ketiga: Allah SWT memerintahkan penguasa untuk bertanggung jawab atas seluruh urusan rakyatnya, termasuk tentu menjamin kebutuhan pokok mereka.


Di Madinah, sebagai kepala negara, Rasulullah SAW menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya dan menjamin kehidupan mereka. Pada zaman beliau ada _ahlusshuffah_, mereka adalah para sahabat yang tergolong _dhuafa_. Mereka diizinkan tinggal di Masjid Nabawi dengan mendapatkan santunan dari kas negara.


Saat ini ketika pengurusan rakyat dilakukan dengan cara kapitalistik yang sangat jauh dari Islam, maka yang ada kemiskinan menjadi sesuatu yang sistemik buah dari pelaksanaan sistem yang buruk dan merusak.


Karena itu saatnya kita mencampakkan sistem kapitalisme dan juga sitem lain selain Islam yang telah terbukti mendatangkan musibah demi musibah kepada kita. Sudah saatnya kita kembali pada syariah Islam yang berasal dari Allah SWT. Hanya syariat-Nya lah yang bisa menjamin keberkahan hidup manusia. Syariat akan menjadi rahmat bagi kita semua.


 _Wallahu a'lam bishowab_.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!