Wednesday, August 1, 2018

CAHAYA


Oleh Hasan Amsyari 

(Member Akademi Kreatif)

Seperti yang diketahui cahaya itu terang. Aku, kamu, kami, kalian, dan Kita semua adalah cahaya peradaban.

Aku tak peduli apapun warna kulitmu, walau hitam legam sekalipun kau tetap adalah cahaya. Sebab apalah arti fisik, yang terpenting bagi kita adalah ketakwaan.

Jika kalian takwa kepada pencipta alam kalian pasti bagian dari cahaya itu.

Misalkan sebuah senter, jika baterainya lemah cahaya itu akan redup. Tetapi jika baterai itu dicharge dengan sesuai,  maka akan sangat terang benderang.

Ibaratkan sebuah senter itu adalah kita yang dalam kondisi baterai lemah,  maka cahaya yang di hasilkan pun akan redup. Bagaimana tidak, seharusnya senter tersebut di charge dengan waktu yang sesuai, bukan hanya sekejap. Agar daya yang dimiliki bisa maksimal. 

Kita tahu betul bahwa seharusnya cahaya kita mestilah terang benderang. Akan tetapi, mengapa justru kita sendirilah yang membuat cahaya itu redup bahkan untuk waktu yang sangat lama. 

Sebagai negara mayoritas kita berhasil dikalahkan oleh dollar, ditundukan oleh kenikmatan yang sesaat. Karenanya banyak saudara-sauadara kita yang tertipu akan kecintaan terhadap uang. Jadi wajarlah bila dikatakan cahaya kita mulai redup. 

Jika, mereka tidak tergoda mudah tergoda hanya pada lembaran kertas, mungkin cahaya itu dapat terang kembali. Sehingga,  sebuah senter bisa berubah menjadi mercusuar yang cahayanya lebih terang dan menyelamatkan.

Insyaallah sebentar lagi.

Tergoda pada lembaran kertas adalah suatu tindakan yang sangat merugikan dan bisa menyebabkan kerusakan. Bukan hanya untuk dirinya tetapi juga saudaranya.

Olehnya itu, jika senter membutuhkan banyak energi bagaimana dengan mercusuar? Sudah pasti lebih banyak lagi. 

Marilah jadi energi! Agar kau temukan hanya islam yang dapat menerangi dunia kembali. 






SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!