Thursday, August 2, 2018

Artis Cantik Ikutan Berpolitik, Unik atau Baik?


Oleh : Eva Farida S.Pd

Pemerhati Urusan Masyarakat

    Akhir akhir ini marak para artis terjun ke dunia politik dengan tujuan ingin berkontribusi dalam pembangunan Bangsa. Tidak sedikit para artis cantik ikut meramaikan pentas politik Negeri ini. (pontianak.tribunnews.com/2018/07/18). Terkait dengan hal ini, ada yang mendukung namun ada juga yang mempersoalkannya. 

    Oleh karena itu marilah kita melihat bagaimana sebenarnya hukum terjun ke dunia politik dalam pandangan Islam. Beraktivitas politik dalam pandangan Islam adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.Dengan pengertian mengurus urusan umat dengan berdasarkan Hukum yang diturunkan dari Tuhan penguasa Alam, Allah swt, baik dalam maupun luar Negeri. (Diskursus islam Politik Spiritial, Hafidz Abdurrahman hal.202). Dimana kewajiban politik dan tanggung jawab politik didasari oleh kesadaran yang dilahirkan dari keyakinan kepada Islam, bahwa Islamlah satu satunya ideologi yang harus dilaksanakan oleh semua umat manusia agar kehidupan mereka jauh dari nestapa penerapan hukum demokrasi, dan keyakinan untuk terus menerus memperjuangkan agama yang menjadi fitrah manusia agar Islam bisa diterapkan.

     Ini bisa dilakukan dalam posisi sebagai Individu, individu dalam sebuah partai ataupun pemimpin dalam sebuah komunitas maupun sebagai Kepala Negara yang ditunjuk oleh umat dengan pilihan dan keridhoan mereka.

     Yang menjadi masalah adalah ketika pengurusan urusan masyarakat ini dengan maksud untuk mendapatkan kedudukan tertentu atau kehormatan dari aktivitas politiknya apalagi hanya untuk menjaga ketenaran dan kemapanan semata. Memang hal yang lumrah di sistem Demokrasi hari ini, dimana standar kebahagiaan adalah tahta dan harta. Apalagi banyak pengusaha yang siap menyokong dari belakang para politikus tersebut, yang jelas jelas bukan tanpa imbalan. Ini sudah menjadi rahasia umum, sehingga pada hakikatnya pengusaha itulah yang menjadi penguasa.

       Ini jelas bertentangan dalam konsep politik kekuasaan Islam dimana tidak boleh kedaulatan itu berada ditangan manusia karena akan mengakibatkan adanya perbudakan dari manusia kepada manusia yang lain. Berbeda dengan konsep Islam, kedaulatan berada ditangan Syara', Sang pembuat hukum, Allah SWt. Allah tidak memiliki kepentingan apapun dalam menetapkan sebuah aturan.  Oleh karenanya setiap hamba Allah yang beriman, akan berupaya agar hukum Islam yang adil ini dapat diterapkan dengan kekuasaan yang diberikan umat kepada seorang penguasa. Inilah aktivitas politik yang benar dalam Islam.

       Penguasa yang diangkat dengan pilihan dan keridhoan umat untuk mengurusi urusan mereka dengan Islam. Penguasa yang dipilih dengan sukarela, bukan malah sebaliknya, yaitu minta dipilih. Seperti fakta yang terjadi hari ini yang kebanyakan tidak sungkan meminta minta untuk dipilih. 

      Jelas berbeda kondisinya di masa Kekuasaan Islam dibawah pimpinan Rasulullah saw dan Khulafaur rasyidin. 

       Bahkan Rasulullah pernah menolak salah seorang sahabat yang mengajukan diri yaitu Abu Dzar Al-Ghifari r.a pernah meminta jabatan. Kemudian Rasulullah saw. menanggapi permohonannya, "Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah. Padahal, jabatan merupakan amanat yang pada hari kiamat nanti menjadi sumber penyesalan dan kehinaan. Hanya orang-orang yang dapat menunaikan hak dan kewajiban yang dapat selamat dari azab Allah SWT."

       Dan Umar bin Khatab berpesan Kekuasaaan itu adalah amanah bukan kehormatan. Keikhlasan dan ketulusan para sahabat dan khulafauf rasyidin yang luar biasa untuk memperbaiki sebuah negeri, jika dibarengi dengan ketaatan dengan menerapkan hukum Allahlah yang mewujudkan sebuah negeri yang baldatun thoyibatun wa robbun gofur. 

Wahai saudaraku yang cinta akan negeri ini, jika engkau benar benar cinta, maka renungkan ungkapan Imam Malik rahimallahu ta'ala berkata:


لاَيَصْلُحُ آخِرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلهُاَ


"Generasi akhir ummat ini tidak akan baik kecuali dengan (jalan hidup) yang telah menjadikan baik generasi pendahulunya."


Maka pelajarilah Al quran dan Sunah, Siroh Nabawiyah serta khazanah pemikiran Islam lai


nnya, jika engkau ingin ikut ambil bagian memperbaiki negeri ini. Jangan terjebak dengan kebahagiaan semu dan politik praktis yang dipertontonkan hari ini. Mari pelajari Islam agar dapar beraktivitas politik sesuai tuntunan Rasulullah SAW agar engkau selamat dunia dan akhirat.


#BelajarNulis


By Me


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!