Tuesday, August 7, 2018

Adakah Lagi Yang Sebenar Umar ?


Oleh : Kaelani Dewi 

( Member AMK )


Sejumlah pendaki menyaksikan bagaimana batu mengalir laksana air di sepanjang jalur pendakian menuju Gunung Rinjani saat gempa bumi 6,4 Skala Richter mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 29 Juli 2018 pagi. Kondisi ini menyebabkan  gunung Rinjani, dinyatakan ditutup sementara waktu. (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180729151551-20-317877/ratusan-pendaki-panik-saat-rinjani-bergetar-diguncang-gempa). 


Pada saat yang bersamaan, di Islamic Center Mataram tengah dihelat Konferensi Ulama Internasional  yang membahas Moderasi Islam. Yang mana menghasilkan Lombok Message,  yaitu sebuah kesepakatan untuk  menjadikan  wasathiyyah (moderasi) Islam dalam perspektif Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai metode dalam menghadapi ekstremisme dan terorisme. (https://news.detik.com/berita/4138345/konferensi-ulama-hasilkan-lombok-message-sepakat-lawan-rasisme).


Hanya berjarak sekitar sepekan, pada Minggu, 5 Agustus 2018, Bumi Seribu Masjid kembali menggelinjang.  Pulau yang demikian terkenal dengan keindahan alamnya itupun  menampakkan kemurkaan. Dia tak hanya bergolak, tetapi juga meluluh lantakan segala yang terhampar dipermukaannya. (https://www.liputan6.com/news/read/3610666/2-gempa-hebat-guncang-lombok-dalam-sepekan-ini-penjelasan-bmkg). 


Bahkan Menteri Hukum dan HAM negeri ini pun berkesempatan  ikut merasakan panik tatkala gempa 7 Skala Richter itu melanda ditengah diselenggarakannya  agenda  Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security dan Subregional Meeting On Counter Terrorisme (SRM ON CT) di lantai 12 Lombok Astoria Hotel  Mataram, Nusa Tenggara Barat. (https://regional.kompas.com/read/2018/08/06/08284791/menteri-yasonna-menakutkan-gempanya-sangat-keras-semua-terpelanting).

Sebagaimana kita ketahui bersama, tatkala sebuah wilayah yang termasyur dengan keindahan alamnya keseluruh penjuru dunia, maka akan berpotensi membuka peluang bagi bermunculannya titik-titik kemaksiat dengan mengatas namakan pariwisata. Hari ini itulah yang tengah terjadi di pulau Lombok.



Suatu kali di Madinah pernah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, 

"Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.'' Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah ridha kepada kalian)!"


Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah,

 "Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!"


Seorang dengan ketajaman mata bashirah seperti Umar bin Khattab pun bisa merasakan bahwa kemaksiatan yang dilakukan oleh para penduduk Madinah, sepeninggal Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq telah mampu mengundang hadirnya bencana.


Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.


Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, "Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika terjadi gempa bumi mereka berkata, 'Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian'.''


Demikian pula Khalifah Umar bin Abdul Aziz, beliau juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri, 

“ Amma ba'du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya."


"Allah berfirman, 'Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang." (QS Al-A'laa [87]:14-15).  

Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat terusir dari surga), 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi."


"Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS, 'Jika Engkau tak mengampuniku dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi'. Dan katakanlah doa Yunus AS, 'La ilaha illa anta, Subhanaka, Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim'."


Tetiba tersadar dari sejenak lamunan yang menyusuri lekuk liku labirin kenangan di nan silam.

Yaa Allah..Inilah negeri kami, Indonesia. 

Yang mayoritas penduduknya telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.

Yaa Allah..inilah  Lombok, yang tersebut sebagai Bumi Seribu Masjid. 

Satu dari sekian serpihan indah yang Engkau hamparkan dipermukaan negeriku yang telah pula Engkau kaya rayakan.  

Dan tak cukup hanya sampai disitu, Engkau telah pula anugrahkan pada Lombok seorang pemimpin yang demikaian fasih lisannya saat menyenandungkan kesemua firman- Mu.

Dalam lumuran segala khilaf dan kemaksiatan, maka ijinkan kami meminta kepada-Mu Duhai zat yang ditangan-Mu lah hati dan nyawa kami tergenggam.

Kami mohon kasihilah kami dengan mewujud hadirkan seorang pemimpin sekaligus  penjaga yang sebenar-benar Umar, ditengah bencana yang tengah Engkau timpakan kepada kesemua kami.

Aamiin.




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!