Tuesday, July 24, 2018

Zinnirah, Refleksi Keteguhan Hati


Oleh : Ruruh Anjar

Kisah kehidupan Rasulullah dan para sahabat memiliki banyak hal untuk dipelajari. Pengorbanan, perjuangan, dan keteguhan hati dalam menggenggam Islam layak diteladani. Mereka adalah mutiara.

Salah satu mutiara tersebut bernama Zinnirah Arrumiyah. Sosok wanita teguh tak goyah keislamannya oleh siksa, tekanan, dan cacian.

Bermula dari peperangan yang memisahkannya dari kota kelahiran Roma. Zinnirah menjadi budak Umar bin Khattab yang belum memeluk Islam. Saat cahaya Islam memasuki relung hatinya, ia tancapkan dan terapkan dalam  keseharian, walau tersembunyi dari sang majikan.

Tapi itu tak lama, karena Umar mendengar alunan suaranya saat membaca ayat-ayat Alquran. Berang, marah, dan mendidih Umar menyikapinya. Ditariknya Zinnirah, dibawanya ke tengah gurun pasir yang terik, tangan dan kakinya diikat berharap Zinnirah kembali kepada agama nenek moyang.

Zinnirah tak gentar, ketabahannya kokoh dalam aqidah. Umar tak putus asa, diseretnya Zinnirah ke pinggir kota. Orang suruhannya diperintah untuk mencongkel mata Zinnirah, di kisah lain dicucuk matanya dengan besi. Butalah matanya demi mempertahankan keyakinannya.

Orang-orang Quraisy menghina dan mencaci Zinnirah. Dikatakan bahwa kebutaannya akibat laknat Latta dan Uzza. Namun Zinnirah dengan penuh keimanan berkata, “Ini akibat perbuatan Umar dan izin Allah”.  

Berita tentang Zinnirah sampai kepada Abu Bakar ash Shiddiq, sahabat Rasulullah. Dibelinya Zinnirah dengan harga tinggi. Sejak itu Zinnirah dapat lebih khusyuk beribadah, dan belajar Islam lebih dalam. Lalu atas karunia Allah, penglihatannya kembali. Ia dapat menyaksikan dunia lagi.

Pengorbanan, keteguhan, dan katabahan Zinnirah membentengi akidahnya mendatangkan hasil yang manis. Atas hidayah Allah, banyak orang yang akhirnya memeluk Islam setelah peristiwa ini.

Itulah Zinnirah, seorang hamba sahaya yang dimuliakan Allah karena Islam. Bukan karena pangkat, golongan, harta, atau sederet prestise dunia. Seorang muslimah yang tak pudar keimanannya akibat siksaan dan tekanan dunia. Ia tidak terkenal bagi penduduk bumi, tapi terkenal di langit. 

Wallahua’lam bishshowwab







SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!