Monday, July 30, 2018

Yuk, Jaga Kehormatanmu


 Oleh : Putri Ira

 ( Guru dan Member Revowriter)



    " Bu, mengapa pada saat melihat cowok yang kita taksir, perasaan kita jadi berdebar-debar ?Jantung seperti mau copot rasanya". Pertanyaan yang tiba-tiba disampaikan oleh seorang murid kepadaku. Aku sempat tersenyum mendengar pertanyaan darinya. Sambil mencoba mencari jawaban yang tepat untuknya. 

       Allah menciptakan manusia dengan seperangkat potensi yang dimilikinya, antara lain : kebutuhan jasmani, naluri dan akal. Karakteristik kebutuhan jasmani berasal dari dalam diri manusia, bersifat pasti pemenuhannya, dan jika tidak dipenuhi akan menghantarkan pada kematian. 

    Sementara naluri, karakteristik nya berasal dari luar manusia, pemenuhannya tidak pasti, dan jika tidak dipenuhi tidak menghantarkan kepada kematian. Hanya gelisah saja jika tidak dipenuhi. Adapun naluri, terbagi menjadi tiga jenis yaitu : naluri mempertahankan diri, melangsungkan jenis dan mengagungkan sesuatu. 

     Berkaitan dengan naluri melangsungkan jenis, penampakan dari naluri ini tampak dari adanya kecenderungan terhadap lawan jenis, cinta kepada orang tua, dan cinta kepada sesama manusia. Nah, bagi remaja yang sudah merasakan jantungnya berdebar-debar ketika melihat cowok yang ditaksirnya,  artinya potensi naluri melangsungkan jenis sudah mulai aktif. Bukan berarti mengidap sakit jantung lho! Hal tersebut normal pada manusia. Berbeda pada saat dia belum baligh. Belum muncul  perasaan khusus pada saat melihat cowok. 

     Potensi ketertarikan terhadap lawan jenis merupakan anugrah dari Allah. Anugrah ini harus dijaga. Sebagai seorang Muslim, remaja kudu patuh terhadap aturan Allah. Allah berfirman dalam surat Al Isra' ayat 32  : " dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. 

    Berdasarkan ayat tersebut, tampak adanya larangan berzina.Nah, pacaran merupakan aktivitas yang bisa menghantarkan kepada perzinahan.Namanya pacaran, tidak sah kalau tidak jalan bareng dan makan bareng. Bahkan, ada yang rela tidur bareng. Na'udzubillahi min dzalik. 

    Dari penjelasan yang kusampaikan, si murid pun manggut-manggut. Mencoba mencerna pembicaraanku.

"Bu, anak zaman now sulit dijelaskan pakai dalil, gak zaman nya terikat dengan halal dan haram". Jleb. Aku terdiam mendengar penuturannya. 

    Ternyata paham kebebasan ini juga merasuki murid ku. Dia tak lagi menganggap halal dan haram sebagai sesuatu yang penting. Dia memilih sesuatu berdasarkan manfaat semata.

Paham kebebasan sedemikian masif. Hampir tak ada celah , Islam menyinari hidup mereka.

   Begitulah kondisi remaja zaman now. Remaja diperbudak oleh nafsu. Akal tidak menuntunnya untuk berfikir apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Maunya semau gue. Seharusnya, itu tidak terjadi pada saat hukum syara menjadi acuan mereka. Mereka akan melakukan sesuatu, setelah yakin bahwa yang dilakukannya benar di mata syariat. 

     Ingatlah, bahwa laki-laki dan wanita yang baik akan menjaga diri dari kemaksiatan. Dia tidak akan menodai kehormatan orang yang dicintainya. Bukti cinta  akan diwujudkan dengan menikah, bukan dengan pacaran. Wallahu 'alam bisshawab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!