Wednesday, July 25, 2018

Yuk Hijrah


Oleh : Asma Ridha


Sobat, kata "hijrah" bukanlah hal asing saat ini. Bahkan trend yang sangat bagus dan unik di kalangan selebitis. Mereka satu per satu hijrah dari kehidupan keglamoran mereka sebelumnya. Ketika hijrah, mereka akan merasakan sesuatu yang dompleng dalam kehidupannya. 


Orang yang terbiasa sex bebas, club malam, narkoba, miras, dan kehidupan senang-senang lainnya. "Hijrah" akan membuat rasa berbeda pada jiwa mereka. Yang dulunya tenar di depan layar kaca, justru hijrah membuat diri mereka jauh dari sorotan kamera. Pundi-pundi tak lagi dirasakan sebagaimana ketenaran melekat pada dirinya.


Tulisan part 1 ini sengaja saya mengungkapkan sisi hijrahnya para selebriti di tanah air kita. Karena  hampir semua kalangan tahu akan hal itu. Sekalipun saya tidak menyebut mereka satu persatu. 


Geliat hijrah di kalangan selebritis perlahan tapi pasti mereka ramai berhijrah dari kehidupan maksiat mereka. Mulai dari musisi, artis ternama dalam dunia tarik suara, akting dan sebagainya. Mengapa kita tidak belajar dari para pendosa dalam kebaikan mereka?


Yup.. Dulunya mereka adalah para pendosa,  dengan bangganya mereka dibayar karena tingkah polah mereka. Lantas setelah berhijrah, mengapa para pecinta mereka tidak mengikuti jejak langkah sang idola fana ini?


Bagaimana dengan kita? Dari orang kalangan biasa saja. Tidak ada pun yang mengenal pribadi kita. Orang papah tanpa ada kekayaan yang berarti. Atau orang kaya, tapi bangga dengan kekayaan orang tua dan warisannya. Namun tetaplah kita menjadi manusia sombong di muka bumi ini.


Mengapa tidak belajar dari para pendosa dalam ketaatannya. Cinta dunia yang membuat kehidupan mereka dahaga. Puas sungguh mereka bermaksiat di hadapan Allah. Tapi  cahaya "Cinta Ilahi Rabbi" mengubah segalanya. Mengubah persepsi mereka tentang dunia. 


Sobat, sekali lagi bagaimana dengan kita? Kebahagiaan dunia mana yang sudah terteguk puas? Mengejar apa lagi? Kenikmatan apa lagi? Karena kecintaan pada dunia ini tidak akan ada kepuasannya. Semakin mencintai dunia, semakin berambisi mengejarnya. 


Belajarlah dari para pendosa, badannya penuh dengan tato. Tapi  ketika dia bertaubat, harus menahan sakit  dunia untuk membuang setiap coretan dosa pada tubuhnya. Belajarlah dari para selebrita terseksi di negeri ini. Ketika hidayah dia ambil sebagai pilihan hidupnya, tidak ingin satu helai rambut, moleknya keseksian tubuh mereka dipertontonkan kembali. Justru mereka lebih anggun dalam balutan pakaian syar'i. Lantas kita?


Sobat, tidakkah kita sadari. Hijrah adalah keputusan tepat. Hijrah, memiliki dua maksud:


Pertama, Hijrah hissi, yaitu berpindah tempat, yaitu berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam atau berpindah dari negeri yang banyak fitnah ke negeri yang tidak banyak fitnah. Ini adalah hijrah yang disyari’atkan.


Kedua, Hijrah maknawi (dengan hati), yaitu berpindah dari maksiat dan segala apa yang Allah larang menuju ketaatan.


Tulisan kita ini fokus pada makna hijrah yang kedua ya sobat. Ingatlah tidak ada dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT, selama kita selalu memohon ampunan dan  mengadu kepada-Nya. Maka sesekali lihatlah para pendosa, setelah mereka hijrah mereka bertaubat dengan taubatan nasuha. Bagaimana dengan kita? Adakah bergetar hati ini ketika disebut nama "Allah"

 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ


“Setiap manusia pernah berbuat salah. Namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.” (HR. Tirmidzi no. 2499; Ibnu Majah, no. 4251; Ahmad, 3: 198. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Sobat yuk hijrah tanpa tapi dan tanpa nanti


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!