Saturday, July 14, 2018

Yakin Cuma Mau Ganti Supir?


Oleh: Devi Yulianti ( Back to Muslim Identity Meulaboh )


"Sudah berkali-kali bus itu ganti sopir, tetapi kecelakaan terus terjadi. Setelah di cek, ternyata gas-nya yang aus, kopling-nya macem, rem-nya blong, mesin-nya ngadat.

Yakin tetap mau ganti SUPIR ?"


Pernah tidak kalian mendapati kata-kata yang diatas ? Mungkin pas lagi buka IG, Facebook, atau sosmed lainnya ? 

Apa sih makna yang terkandung dalam perkataan tersebut ? Ada yang tau tidak ?


Nah, jadi gini ceritanya guys. Sekarang ini kan lagi viral dengan hastag #gantipresiden2019 ? Bener tidak ? 


Jadi maknanya apa ? Ganti presiden saja tidak cukup lho ? Kok bisa begitu ? Sebab, walau sudah ganti presiden namun sistem yang dijalankan masih itu-itu aja, ya sama aja. Tetap mendzalimi rakyat, bukan bermaksud su'uzon tapi fakta telah memberikan informasinya. Demokrasi sudah gagal dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Katanya," demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat" tapi apa ?


Katanya demokrasi memberikan kebebasan dalam berpendapat, namun mengapa orang yang mensyiarkan syariat Islam dipersekusi ? Sedangkan yang menghina Islam ? Hanya introgasi dan ucapan minta maaf lalu selesai dari permasalahannya. Lucu sekali, yang ingin menerapkan Islam secara keseluruhan dibilang radikal, isis, dan antipancasila. Adakah kebebasan dalam berpendapat ?


Dan juga faktanya siapa yang memiliki modal terbanyak, dialah yang berkuasa. Jadi yang tidak memiliki modal, dia tidak bisa berkuasa. Jadi rakyat itu untuk apa? 

Sementara rakyat ? Ada yang kaya ada yang miskin ? Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Kok bisa begitu ? Karena sistem yang kita gunakan sampai detik ini juga bukan berasal dari sistem yang Islam ajarkan. Jadi jelas, selagi kita masih menggunakan sistem yang bukan berasal dari Islam, ya gini-gini aja hidupnya. Toh, ambil sistemnya buatan manusia bukan dari Allah ?


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


سُوْرَةٌ اَنْزَلْنٰهَا وَفَرَضْنٰهَا وَاَنْزَلْنَا فِيْهَاۤ اٰيٰتٍۭ بَيِّنٰتٍ لَّعَلَّكُمْ  تَذَكَّرُوْنَ


"(Inilah) suatu surah yang kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukumnya), dan Kami turunkan di dalamnya tanda-tanda (kebesaran Allah) yang jelas, agar kamu ingat."

(QS. An-Nur 24:1)


Bagaimana dengan ayat tersebut ? Jelas sekali Allah mewajibkan kepada hamba-Nya untuk menjalankan hukum-hukum-Nya.


Allah Subhanahu wa Ta'ala  berfirman:


اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يَزْعُمُوْنَ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَحَاكَمُوْۤا اِلَى الطَّاغُوْتِ وَقَدْ اُمِرُوْۤا اَنْ يَّكْفُرُوْا بِهٖ  ۗ  وَيُرِيْدُ الشَّيْـطٰنُ اَنْ يُّضِلَّهُمْ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا


"Tidaklah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya."

(QS. An-Nisa' 4:60)


Allah telah menyebut berhukum dengan selain hukum-Nya/ syariah-Nya sebagai thaghut. Thaghut adalah istilah yang

umum. Setiap yang diibadahi selain Allah dan ia ridha, baik ia itu berwujud sesembahan, atau sesuatu yang diikuti atau

ditaati dalam ketaatan yang tidak berdasar kepada ketaatan kepada Allah dan Rasul-nya, maka itulah thaghut.


Sheikh Muhammad Rashid Ridha berkata :

“Ayat ini menyatakan bahwasanya orang yang menentang atau berpaling dari hukum Allah dan Rasul-Nya secara sengaja, apalagi setelah ia diajak untuk berhukum dengan keduanya dan diingatkan akan wajibnya hal itu, ia telah munafiq dan pengakuan keimanan serta keislamannya tidak dianggap lagi”.


Bagaimana mungkin terwujud Islam rahmatan lil 'alamin sedangkan kita enggan untuk menerapkan syariat Islam di kehidupan kita ?


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎﻙَ ﺇِﻻ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Al Anbiya 21:107 )


Ketika syariat Islam dijalankan yang nantinya bukan hanya saja Muslim yang merasakan kesejahteraan, aman dan tentram melainkan orang-orang yang non muslim ikut serta merasakan itu.


Syariat islam itu menjadi rahmat bagi alam semesta  "rahmatan lil 'alamin" tatkala kita ikuti ajaran Rasulullah SAW dan kita terapkan ajarannya di tengah-tengah

masyarakat. Hal itu sebagaimana yang dipraktekkan Rasulullah selama hidup di Madinah Al Munawarah, dengan menegakkan ajarannya secara kaffah mulai dari pemerintahannya, hukum Islam, sosial, serta metode dakwahnya.


Bukan hanya saja hukum Islam yang diambil mencakup perihal ibadah, seperti sholat, puasa, zakat, nikah dan lain-lainnya. Namun untuk dalam bidang ekonomi, pendidikan, hukum yang diambil adalah kapitalis. 


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ﺃَﻓَﺤُﻜْﻢَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻳَﺒْﻐُﻮﻥَ ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺣُﻜْﻤًﺎ

ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﻮﻗِﻨُﻮﻥَ


“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih daripada (hukum) Allah bagi oang-orang yang yakin? .” (QS. Al Maidah 5: 

50).


Jadi jelaslah, hukum Allah yang berhak untuk diterapkan dimuka bumi ini. Ganti presiden saja tidak cukup namun juga HARUS Ganti Sistem. Yuk berdakwah agar orang-orang paham dengan Islam dan mau untuk menerapkannya. So, pastinya mau jadi pejuang dong bukan menjadi  penonton ?


"Bila tidak dapat menjadikan umat Islam meninggalkan agama Islam, maka yang penting bagaimana umat Islam TIDAK menerapkan syariat Islam." 

-Christian Snouck Hurgronje, 1857-1936-


Wallahu a’lam bish-shawab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!