Sunday, July 22, 2018

Ulama Yang Dirindu Umat


Oleh: Yanyan Supiyanti A.Md (Pengajar di STP SD Khoiru Ummah Rancaekek & Member Akademi Menulis Kreatif)



Rasulullahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Ulama adalah pewaris nabi" (HR At-Tirmidzi dari Abu Darda radhiallahu 'anhu).


Ibnu Abbas berkata: "Ulama ialah orang-orang yang mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha berkuasa atas setiap sesuatu." Dan tambahnya lagi, "Orang alim ialah mereka yang tidak melakukan syirik kepada Allah dengan sesuatupun, serta dia menghalalkan yang dihalalkan-Nya dan mengharamkan apa yang diharamkan-Nya."


Ciri-ciri Ulama pewaris nabi:


1. Takut akan Allah subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana  firman Allah QS. Fathir ayat 28:

"...Diantara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para Ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun."


2. Beramal dengan segala ilmunya.

Sebagaimana sebuah hadist dalam Sunan Ad-Darimi: "Sesungguhnya orang alim itu adalah orang yang beramal dengan apa yang dia ketahui."


3. Hatinya bersih daripada syirik dan maksiat, serta tidak tamak kepada makhluk di dunia.

Ibnu Umar berkata, "Tiadalah seseorang lelaki itu dianggap alim sehingga dia tidak hasad dengki kepada orang yang lebih alim daripadanya, tidak menghina orang yang kurang daripadanya, dan tidak mencari dengan ilmunya upah kebendaan.


4. Meneruskan tugas nabi yaitu mengajar, mendidik, membersihkan hati umat daripada syirik dan maksiat serta berdakwah dan memerintah mengikuti perintah Allah subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana firman Allah QS. al-Jumu'ah ayat 2:

"Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata."


Peran Ulama


Peran Ulama bukan hanya sekadar menguasai khazanah pemikiran Islam, lebih dari itu, bersama umat Ulama harus berupaya menerapkan aqidah dan syari'ah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan, bukan hanya dalam tataran spiritual, moral dan ritual belaka. Karena itu, Ulama harus selalu terlibat dalam perjuangan untuk mengubah realitas rusak yang bertentangan dengan warisan nabi. Ulama hendaknya menjadi pengontrol penguasa. Fatwa-fatwanya mampu menjaga umat Islam dari kebinasaan dan kehancuran, bukan malah menjadi sebab malapetaka bagi kaum Muslim. 


Solusi Islam


Agama Islam adalah agama yang paripurna. Didalamnya terdapat solusi bagi seluruh aspek kehidupan. 


Namun, saat ini kita berada di zaman yang sebagian besar ajaran Islam dianggap asing. Ini tidak lain penyebab utamanya adalah dominannya pandangan sekulerisme yang memisahkan agama dengan kehidupan masyarakat, negara, dan politik.


Disinilah peran Ulama yang harus mampu membawa kembali jamaah dan masyarakatnya memahami ajaran Islam secara utuh.


Umat membutuhkan Ulama yang berani menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya. Tidak takut dengan ancaman penguasa dzalim dan hanya takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang menguasai dan menciptakan dunia ini.


Dengan peran Ulama seperti ini, maka akan terjadi keselamatan bagi umat. Pada saat inilah orisinalitas ajaran dari sebuah agama akan terdengar di telinga umat dan agama benar-benar mampu berperan dalam membongkar "kebobrokan" dari sebuah peradaban yang sekuler dan jauh dari kebaikan agama.


Islam harus ditampilkan secara prima dan paripurna, agar umat melihat solusi tuntas atas permasalahan mereka dalam menghadapi problem kehidupan kemanusiaan dan negara. Untuk itu, seorang Ulama harus mampu membebaskan diri dari kepentingan diri dan kelompoknya, tekanan penguasa serta nilai-nilai yang mengerdilkan ajaran Islam agar ajaran kebenaran sampai di telinga umat.


Dengan cara inilah, umat akan terbangun dari tidurnya dan menyadari akan pentingnya perubahan di jalan yang hakiki menuju kebangkitan.


Wallahu 'alam bi ash-shawab.[]


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!