Saturday, July 21, 2018

Ulama dalam Kancah Politik


Oleh Risa Septiana Indah (Komunitas Penulis Ideologis)


Sepeningganya baginda Rasulullah saw. dapat kita ketahui bahwa beliau tidaklah meninggalkan warisan berupa harta, baik berupa dinar/ dirham maupun benda. Bahkan para sahabat pun dibuat kebingungan ketika hendak memilih siapa yang akan menggantikan beliau saat beliau sudah wafat. Hal demikian karena beliau tidak meninggalkan surat warisan kepada para sahabatnya.


Namun, perlu diketahui bahwa yang beliau warikan kepada kita adalah ilmu. Ilmu yang sangat bermanfaat melebihi harta benda yang hanya terbatas adanya. Para pemilik ilmu yang diwarisi rasul ialah ulama. Sebagaimana sabda

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:


إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ


“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.”

Sementara pengertian ulama menurut istilah, Ulama adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupum masalah sehari hari yang diperlukan baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Allah subhhanahu wata’ala pun berfirman mengenai ulama : “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah adalah ulama” (QS. Fathir: 28).

Mengingat kedudukannya yang memiliki ilmu sehingga ia dapat membedakan mana haq dan bathil. Oleh sebab itu, gelar pewaris nabi memang layak disandang oleh para ulama. 

Sejatinya di zaman yang kian rumit saat ini, ulama mestinya berperan penting di kancah politik. Mengapa demikian?Karena politik sendiri berkenaan dengan hal yang mengurusi kemaslahatan umat.

Namun, begitu disayangkan saat ini banyak yang menjauhkan ulama dari kancah politik. Ulama-ulama dilarang masuk ranah politik. Dengan dalih dunia politik saat ini dipenuhi dengan tangan-tangan kotor seperti korupsi yang merajalela, kebijakan yang memberatkan rakyat, dll yang akan merusak citra ulama. 

Justeu karena semerawut nya dunia politik, ulama seharusnya ikut meluruskan permasalahan yang dialami negera ini, khususnya bidang politik.


Kita mestinya kembalikan lagi kepada ulama yang faqih, para ulama dapat memberikan solusi dengan dilandasi Al-Quran dan As-Sunnah. Karena pada hakikatnya semua yang ada di dunia ini sudah diatur oleh Sang Pencipta yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.


 Adanya kekarut-marutan masalah kehidupan di dunia, baik dibidang politik, ekonomi,sosial,pendidikan itu diciptakan oleh manusia sendiri yang enggan menerapkan hukum Allah yang tidak ada kecacatan sedikitpun di dalamnya. Maka pantas jika kita kembalikan semua ini kepada hukum Allah, di bawah kekuasaan para ulama. Jika tidak demikian, politik di Indonesia akan terus ditanami oleh pemikiran-pemikiran Barat yang liberal. Pemikiran kufur yang akan merusak moral bangsa khususnya para kaum Muslim. Karena sesungguhnya nilai nilai yang mereka tanamkan sangat bertentangan dengan aqidah Islam. 


Sepatutnya kita jaga negeri ini dari paham liberalisme,komunisme di bawah kepemimpinan para ulama yang bersandarkan hukum pada hukum Allah subhanahu wa ta’al . AllahuAkbar! 




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!