Wednesday, July 11, 2018

Transformasi Politik Para Elite Demokrasi, Rakyat Harus Tegas Menyikapi

  




 Oleh:Ummu Aqeela


Dalam teorinya demokrasi adalah sistem pemerintahan dengan kedaulatan tertinggi ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh wakil-wakil yang mereka pilih dalam pemilihan bebas. Lincoln (1863) menyatakan “ Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat “. Dilihat secara teori rakyatlah yang dianggap berdaulat disini, rakyat yang membuat hukum dan para wakil-wakilnya yang terpilih haruslah melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh rakyat tersebut. Selain itu dalam demokrasi juga menyerukan berbagai kebebasan rakyat secara menyeluruh, dalam hal agama, dalam berpendapat, dalam kepemilikan bahkan dalam bertingkah laku. Inilah fakta yang ada dalam sistem yang dianut hampir seluruh negara-negara di dunia. Tentu saja dalam Implementasinya mengalami berbagai perubahan dengan latar belakang kebiasaan, adat istiadat dan agama mayoritas dalam negara tersebut. Intinya demokrasi akan mengalami berbagai macam tranformasi atau perubahan tergantung dengan situasi yang ada saat itu menimbang keuntungan dan kerugiannya, seperti halnya tranformasi politik yang dilakukan sosok Tuan Guru Bajang ( TGB ). Gubernur NTB yang saat lalu digadang-gadang sebagian besar ulama menjadi rival Jokowi dalam pemilihan Presiden tahun 2019 baru-baru ini membuat gebrakan dengan merubah haluan menjadi pendukung Jokowi dua periode di bursa Pemilihan Presiden tahun 2019. Menurut TGB, jokowi adalah tipikal pemimpin yang pekerja keras dan layak diberikan kesempatan dua periode di pemilihan berikutnya. TGB mengatakan dukungannya kepada Jokowi murni sebagai keputusan pribadi dan bertanggung jawab sepenuhnya dengan pilihannya. Tentu saja keputusan yang beliau ambil membuat sebagian besar umat islam yang mendukung pada awalnya menjadi kecewa begitupun sebagian besar ulama. ( CNN, 8 juli 18 )



Tranformasi tersebut membuktikan bahwa tidak ada yang pasti dalam sistem demokrasi. Umat dibuat terombang ambing dengan tontonan dan drama para elite politiknya. Manufer -manufer yang terjadi dilakukan sebagai kepentingan politik dan keuntungan sepihak maupun golongan tertentu. Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat hanya sebagai pemanis jargon sistem ini tapi kenyataannya adalah manis buat mereka-mereka yang menduduki kursi. Saking manisnya tidak segan berebut dan mengesampingkan akidah serta agama yang diyakininya. Hasilnya rakyat semakin dibuat bingung dengan perubahan-perubahan yang dilakukan. Ini sebenarnya tujuan kufur sistem demokrasi menjauhkan pribadi dari Islam itu sendiri. Orang beragama tentu bisa masuk sistem ini tetapi agamanya mustahil dijadikan aturan main dalam berdemokrasi. Keinginan menduduki jabatan tertinggi dan kekuasaan seolah menjadi harga mati dalam tujuan diri. Demokrasi sebenarnya sistem yang cacat sejak lahirnya bahkan sistem inipun juga dianggap gagal dinegeri asalnya yaitu Yunani karena dianggap rentan anarkisme. Seharusnya dengan berbagai peristiwa yang terjadi rakyat semakin cerdas dalam berpikir dan bertindak. Perubahan-perubahan yang dilakukan para elite politiknya sudah menjadi bukti nyata bahwa ketidak konsistenan mereka tidak bisa dijadikan pegangan dalam memerintah. Karena sejatinya seorang pemimpin harus memiliki sikap tegas dan lurus sesuai syariat dan tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming jabatan dan materi. 



Tidak hanya seorang pemimpin yang dituntut untuk tegas umat pun harus tegas dan kosisten membimbing nafsunya diatas ketaatan, meskipun harus berbeda dengan kebanyakan orang dan menjadi sasaran olok-olok masyarakat. Kita harus yakin bahwa pemikiran dan keterpihakan mayoritas tidak membuktikan kebenarannya diatas syariat. Meski kita dipihak yang minoritas jika kita yakin yang kita emban adalah kebenaran kita harus memperjuangkannya. Begitulah Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia, mulai dari Ibadah dan bernegara. Dalam Islam segala sesuatunya sudah jelas dan pasti dan tidak akan berubah. Kedaulatan tertinggi bukan ditangan rakyta tapi ditangan syari’at. Segala keputusan dan langkah yang diambil didasarkan syariat dengan tujuan kemakmuran rakyatnya. Penanaman rasa takut hanya sama Allah dan aturannya akan mencetak manusia-manusia yang taat dan tidak berubah-ubah sekehendak hatinya.



Wallahu’alam Bishowab


















SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!