Wednesday, July 18, 2018

Tik Tok Bebas : Pemerintah Abai Menjaga Akhlak Remaja


Oleh : Hilda Yulistiyani

(Komunitas Pena Islam)

Kenal bowo? Pertanyaan ini akan beraneka ragam jika disodorkan ke berbagai segmen usia. Jawaban pun akan sesuai pengetahuan lingkungan yang ada.

Ketika disodorkan ke orang lewat misalnya, bisa jadi jawabnya "tukang siomay keliling bukan?". Ketika disodorkan ke emak2 suka sinetron, mereka balik bertanya artis bukan? Pemain apa? Aktor lawas atau baru? Pertanyaan balik akan dilempar demi mencari tau ciri orang yang dimaksud. Namun akan beda lagi jika ditanyakan ke remaja. Ya, remaja. Mereka secara antusias pasti mengatakan bowo Tik Tok ya.

Bowo Tik Tok memang telah booming dan digandrungi kaum remaja. Ia terkenal melalui aplikasi bernama Tik Tok. Fans remajanya ini kebablasannya pun tak main-main. Remaja secara blak-blakan berkata rela diusir dari rumah kalau keperawanannya direnggut olehnya. Aduh mak tepok jidat ke tembok (jangan keras-keras ya). Dengar anak yang dibesarkan susah payah tapi gampang sekali keluar kata yang menyakitkan itu. Duh sabar sabar.

Makin tidak pakai akal lagi, para fansnya sampai menuhankan dia. Bahkan mengajak membuat agama baru dan dibuka pendaftaran untuk menjadi nabi/pengikutnya. Duh mak, jangan tambah kebakaran jenggot jika anakmu seperti itu. Jangan juga tanya "aduh itu anak siapa?"

Mengetahuinya miris bukan? Mungkin orang tua yang kelewat greget sampai mempertanyakan sihir apa yang dipakai? Nah orang tua yang menanggapinya pun ngaco juga. 

Kerugian pun tak hanya dari sisi remajanya yang mengalami krisis akhlak, tapi juga si korban (bowo dan keluarga) yang dibully karena yang dibayangkan tak sesuai realita. Imbas pun dirasakan oleh ibunya yang berujung resignnya sang ibu karena tak kuat cibiran dan ancaman. Dan yang lebih mengherankan lagi, orang-orang yang lebih tua dari usia bowo pun ikut membully dan mengancam. Beginikah potret remaja negri ini dan orang yang lebih tua yang seharusnya selayaknya menyikapi dengan kedewasaan dan penuturan yang santun. Apakah mereka tak berpikir panjang, mereka yang mencibir dan mengancam juga akan menjadi contoh ke remajanya?

Komisioner KPAI bidang Pornografi dan Cyber Crime menyatakan, fenomena tersebut harus diimbangi oleh pengetahuan orang tua mengenai pemahaman menggunaka aplikasi itu. Sebelum bowo pun ada remaja yang tenar karena aksinya Aksi yang dibilang tak ada pesan pendidikannya sama sekali bahkan justru membuat orang tua miris. Ingatkah kalian awkarin? Siapa sih remaja yang tak kenal awkarin, selegram yang dulunya menduduki nilai ujian tertinggi nasional. Fenomena mendadak artis juga dialami oleh Sinta dan jojo. Mau berapa deratan lg nama-nama yang hits gara-gara aplikasi yang tak mendidik?

Siapa yang patut disalahkan? Followernya kah? Atau artis dadakannya yang kemudian dibully habis-habisan? Atau orang tua artisnya yang tak mendidik anaknya dengan benar sehingga anak anda tertular?

Sadar atau tidak. Tik tok dan aplikasi lain yang tak mendidik ada karena kemajuan zaman. Kemajuan teknologi dibarengi dengan kemajuan pergaulan remaja, apalagi usia remaja adalah usia pencarian jati diri. Masih suka suka-suka, apa saja dilakukan yang penting hepi.

Pengikisan akhlak, adab, dan penurunan kualitas masyarakatnya pun akan sentiasa terjadi. Karena tak dibarengi bekal yang baik, pemahaman yang baik kepada masyarakat terutama remaja. Remaja sebagai generasi penerus bangsa kudu tahu bagaimana menyikapi kemajuan zaman dan teknologi tanpa harus menurunkan kualitas sumber daya manusianya. Apalagi semua itu dibarengi dengan kemajuan pergaulan yang condong ke pergaulan bebas yang berkiblat pada gaya barat. 

Sebenarnya semua itu telah diatur oleh agama islam. Islam itu rahmatalil 'alamin untuk semua umat hingga akhir zaman. Islam tak hanya bisa diterapkan orang islam tapi juga beda Agama.

Islam telah mengatur bagaimana manusia bersikap, berkehidupan seharian dari bangun tidur sampai tidur. Hal ini juga tak luput aturan selain aturan ibadah pribadi juga tentang aturan dalam berbusana, bergaul dalam masyarakat. Baik masyarakat umum, sesama gender maupun bergaul dengan lawan jenis. Bermuamalah, bergaul dengan beda agama dan bagaimana pemegang kekuasaan sebagai pengarah masyarakat semua diatur dalam Islam. Namun karena kemajuan zaman dan kiblat yang dipakai adalah negara yang memilih aturan memisahkan agama dari kehidupan maka terciptalah masyarakat yang juga memisahkan islam dari kehidupannya. Islam dipandang hanya mengatur sholat, puasa, zakat, haji. Selebihnya yang dipakai adalah aturan manusia. Bahkan lebih mengedepankan asas manfaat, dimana dalam suatu kepentingan jika tak ada manfaat buat dirinya pribadi, maka ia tak mau berpikir panjang.

Hal inilah yang membuat remaja tak terkontrol hingga tingkah laku pun diabaikan, yang penting senang. Adab dikesampingkan. Krisis moral ini juga didukung orang tua yang juga berkiblat kepada negara barat sehingga menanggap pergaulan bebas tak membahayakan asal dia baik dalam rumah, nurut orang tua dan jadi sukses secara materi. 

Berkiblatnya terhadap barat pada orang dewasa dalam kasus ini yang ditunjukan dari perundungan kepada bowo dan keluarganya adalah potret masyarakat yang jauh dari islam. Masyarakat indonesia belum cukup siap dan bijak menerima kondisi seseorang yang booming dalam sosmed. Masyarakat juga abay terhadap penyebab asasi masalah ini. Mereka tak mau tahu. Yang mereka mau adalah kebaikan hanya untuk diri sendiri dan orang yang disayang, tanpa memerdulikan bahwa kebaikan lingkungan juga perlu diupayakan dengan penyadaran-penyadaran bersama. Karena lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap diri sendiri dan keluarga.

Tadi juga telah disinggung bahwa penerapan aturan agar manusianya sesuai fungsi penciptaannya juga dari sisi pemerintahannya, sebagai pengatur masyarakat seharusnya juga pengambilan aturan dari islam. Kenapa? Karena tanpa aturan islam yang jadi pegangan maka masyarakatpun akan susah menerapkan aturan islam secara sempurna. Sistem yang dianut pemerintah sekarang (kapilatis) dimana semua keputusan diambil atas asas manfaat maka ini akan sangat merugikan masyarakat. Keputusan diambil berdasarkan pemilik modal. Dalam kasus ini pemerintah abay terhadap moral remaja dan kualitas masyarakatnya. Hal ini sangat terlihat saat pemblokiran tik tok dibuka lagi dengan syarat tertentu, yang jika dilihat syarat itu tak ada jaminan terhadap moral anak akan terjaga. Sungguh solusi ummat adalah penerapan islam secara kaffah.




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!