Saturday, July 28, 2018

Telur Bikin Kantong Kendor


Oleh : Ilma Kurnia Pangestuti, SP

 (Petani Muda Peduli Remaja)


Ketika lapar melanda yang ada dalam benak fikiran kita adalah makan, karena dengan makan kita bisa kenyang dan bertenaga lagi. Namun tatkala rasa itu tak dapat terpenuhi maka hanyalah rasa lapar yang dapat kita nikmati. “Kekosongan Dibalik Tudung Saji” mungkin kata ini yang dapat menggambarkan keadaan kekecewaan kita, tatkala rasa lapar sudah melanda, tapi tak ada satu apapun yang ditemukan dibawah tudung saji dimeja makan. Inilah yang sekarang terjadi dimana diberbagai daerah sudah mengalami kenaikan harga pokok. Kenaikan barang pokok menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagaimana tidak, dari mulai bulan puasa sampai saat ini akhir lebaran harga bahan pokok terus melambung, seperti harga beras, cabai, ayam dan harga telor yang mendekati harga Rp 30.000 per kilo. Dimana telor merupakan lauk pauk yang paling banyak diminati pembeli (rakyat) karena harganya yang terjangkau murah dan merupakan bahan pokok yang dapat memenuhi kandungan gizi protein. 

Sekitar bulan Juli merupakan puncak dari naiknya bahan-bahan kebutuhan pokok dari mulai harga ayam yang sampai mencapai Rp 40.000 dan harga telor  Rp 30.000 per kilo nya. Ini yang membuat masyarakat jadi bingung terutama kaum ibu yang menjadi pengurus kebutuhan rumah. Tugas Ibu rumah tangga yang harus pandai untuk membagi penghasilan atau jatah bulanannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk mensiasatinya agar kebutuhan gizi protein tetap tercukupi banyak kaum ibu yang beralih membeli telur yag sudh retak atau pecah dengan berdalih karena harganya yang lebih murah dan cucukp dikantong. Akan tetapi telur yang sudah pecah bukanlah telur yang sehat, karena sudah terkontaminasi oeh bakteri yang berasal dari luar. Sehingga ketika dikonsumsi akan menyebabkan berbagai penyakit seperti sakit perut dan mual-mual.


Solusi keadaan Pangan dalam Islam

Dalam islam menjelaskan bahwa ketika terjadi sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat sangat diutamakan oleh Negara.  Islam memiliki tujuan untuk mempertahanakan ketahanan pangan karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Seorang pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas segala kepemimpinannya termasuk dalam permasalahan pangan. 

Rosulullah bersabda : “ Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud) 

Negara akan memudahkan untuk memberi subsidi kepada masyarakat. Sehingga tidak ditemui maysarakat yang tak mampu membeli atau kekurangan. Selain itu pemerintah juga mengatur mekanisme pasar untuk mencari solusi dengan penstabilan harga agar tidak terjadi permainan harga jual di pasar. Dengan menggunakan mekanisme harga permintaan dan penawaran tidak dengan kebijakan mematok harga pasar, penimbunan, ataupun dengan riba karena hal itu sangat dilarang dalam islam. Saudariku, adanya islam dalam kehidupan kita justru akan membuat kehidupan ini menjadi adil, tentram dan penuh kerahmatan. Karena islam merupakan agama yang Rahmatan lil’alamin yaitu rahmat bagi seluruh umat tanpa terkecuali. Tidak ada satupun rakyat yang akan terdzolimi jika kita menerapkan sistem pemerintahan islam dalam kehidupan, terutama bagi alangan petani yang sudah sangat berjuang dan berperan penting dalam kelangsungan hidup masyarakat. Tanpa adanya petani kita tidak dapat makan makanan yang enak dan bergizi.  Semua ini akan berlangsung denga baikketika kita dapat menerapkan islam secara menyeluruh. Wallahua’lam biashsawab....

Wassalamualaikum Wr.Wb.




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!