Monday, July 30, 2018

Tanpa Perbaikan, Zonasi Pendidikan Adalah Dzolim


Oleh : Yuli Mariyam 

(staf pengajar STP Khoiru Ummah -Sidoarjo ).


 Mendapatkan pendidikan yang layak dari segi kuantitas dan kwalitas adalah hak bagi setiap warga negara. Siswa dan wali murid rela merogoh isi kantong lebih dalam demi sebuah pendidikan yang sesuai dengan keinginannya , berbagai macam alasan di kemukakan mulai dari gengsi , favorit sampai pada basis kurikulum yang di tawarkan .

Namun pada kesempatan yang lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mewacanakan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah swasta. Jika tidak bersedia, sekolah swasta tak akan mendapat bantuan dari Pemerintah. "Kalau dia [sekolah swasta] mau masuk zonasi, maka harus ikut aturan. Kalau tidak mau, ya silakan, tapi tidak boleh dapat bantuan-bantuan dari Pemerintah," kata Muhadjir di Jakarta, Rabu (18/7).CNN Indonesia.


"Kompetisi harus tetap ada antarsekolah dan itu tidak harus yang selalu menang itu-itu saja. Sekarang (sebelum zonasi) kan bisa diprediksi sekolah mana yang nilai ujiannya tertinggi," imbuhny6a lagi,Jakarta, Rabu (18/7).CNN Indonesia.

Kebijakan sekuler.

Meski di nilai bisa mengurangi kemacetan dan  bagus untuk  pemerataan siswa pintar agar tak berkumpul pada satu sekolah saja , namun hal ini juga dirasa belum tepat dimana masih banyak di dapati sekolah pada tempat tertentu masih kurang dari segi pengadaan sarana dan prasarana ,pengajar -pengajar yang mumpuni dalam bidangnya serta adanya berbagai suguhan kurikulum yang tak sama antara sekolah yang satu dengan yang lain. Hal ini bisa menjadi penjara bagi pelajar sebagi pelaku pendidikan untuk mendapatkan haknya , selain itu sistem ini bisa melahirkan pelaku -pelaku kriminal baru dengan kecurangan pemalsuan data diri siswa agar tetap bisa di terima di sekolah favoritnya.tebukti di tahun -tahun sebelumnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih banyak kecurangan bahkan sisiwa bisa di terima melalui jalan belakang dengan uang atau barang  sebagai imbalannya .



Pendidikan merata dalam islam .

Lahirnya ilmuwan -ilmuwan ternama seperti Ibnu Syina ,Ibnu Taimiyah , Ibnu Firnas dan banyaknya ilmuwan lain menunjukkan keberhasilan dan kegemilangan peradaban islam dalam pendidikan yang berjaya selama 13 abad memimpin dunia dan menjadi monster bagi negara -negara barat .

Islam memberikan pelayanan pendidikan secara merata tidak memandang kaya miskin , pelosok atau tengah kota ,juga dengan kurikulum yang sama , penyiapan guru-guru yang kopeten di tambah dengan tunjangan gaji yang cukup besar (di masa Umar Bin Khottob saja gaji guru mencapai 33 juta jika di kruskan rupiah) belum lagi harga kebutuhan pokok yang terjangkau.


Sehingga dengan demikian calon peserta didik tidak akan berpikir panjang untuk bisa ke sekolah - sekolah di luar daerahnya jika semua kebutuhan dasar pendidikan sudah di dapatkan di daerah masing-masing .

Wallahu a'lam bi asshowab.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!