Monday, July 30, 2018

Sulitnya Menikah Di Sistem Kufur


Oleh : Windha Yanti

 ( Pemerhati Sosial)


Heboh, pernikahan usia dini yang dilakukan oleh muda mudi berinisial A (14) dan I (13) yang terjadi di Desa Tungkap, Jalan Saka Permai, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan pada Jumat (13/7/2018) lalu.


Pernikahan yang di lakukan dua ABG (Anak Baru Gede) ini menuai kontroversi. Mulai dari masyarakat, KPAI (Komisi Perlindungan Anak), bahkan KUA (Kantor Urusan Agama).


Pasalnya, pernikahan dua sejoli ini dianggap tidak sah oleh KUA. Karena tidak memenuhi syarat intern alias masih dibawah umur.


Menurut negara, pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.


Syarat-syaratnya terbagi dalam dua, yakni syarat intern (materiil) dan syarat ekstern (formil).


Syarat intern adalah usia calon mempelai pria sekurang-kurangnya harus sudah mencapai 19 tahun dan pihak calon mempelai wanita harus sudah berumur 16 tahun.


Menikah di usia muda saat ini dianggap aneh. Bahkan, kadang menjadi sorotan. 


Inilah salah satu alasan perzinahan semakin merajalela. Karena remaja hari ini lebih memilih bergaul bebas tanpa ada ikatan yang sah, karna  pernikahan di sistem hari ini begitu sulit dan rumit.


Seolah perzinahan lebih baik dari pada pernikahan usia dini.


 *Pandangan Islam tentang menikah dini.* 


Menikah di usia muda, seperti sabda Nabi, membuat pemuda lebih mudah menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. Beliau bersabda:


يَامَعْشَرَ الشَّبَابِ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ


“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)


Masa aqil baligh ini umumnya telah dialami pada rentang usia sekitar 14-17 tahun. Salah satu tanda yang menjadi patokan aqil baligh adalah datangnya ihtilam (mimpi basah) bagi laki-laki dan haid bagi perempuan. 


Akan tetapi, pada masa sekarang, datangnya ihtilam (baligh) sering tidak sejalan dengan telah cukup matangnya pikiran (aqil). Sehingga generasi yang lahir pada zaman ini banyak yang telah memiliki kematangan seksual tetapi belum memiliki kedewasaan berpikir.


Jika seorang laki-laki telah mencapai aqil-baligh dan mampu menunaikan kewajiban baik batin maupun lahir (materi), ia dianjurkan oleh Rasulullah untuk segera menikah. Jadi secara fisik ia telah mengalami kematangan seksual, dari segi akal ia telah mencapai kematangan berpikir.


Padahal, menikah diusia muda atau pernikahan dini memiliki banyak manfaat bagi pemuda. Apalagi, pada era informasi dan globalisasi sekarang ini yang godaan menjaga kehormatan dan kesucian jauh lebih berat daripada era-era sebelumnya.


Sudah terbukti sistem hari ini sangat bobrok dan rusak, karna telah menghalalkan yang haram, yaitu tidak adanya hukum bagi pezinah. Dan mengharamkan yang halal, yakni menikah secara agama di usia dini di larang, yang jelas jelas sah secara agama.


Wallahu a'lam


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

1 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!