Saturday, July 28, 2018

Sabar Dan Syukur Ibarat Saudara Kembar





Oleh: Minah, S.Pd.I

Tidak ada kehidupan yang lebih baik kecuali mengimani Allah dan RasuNya, beramal sholeh, bertawakal kepadaNya, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Manusia yang paling bahagia adalah orang yang Mukmin. Mereka adalah manusia paling lapang dadanya, ketika mendapatkan musibah mereka bersabar dan apabila mendapatkan nikmat dia bersyukur.


Allah selalu memberikan nikmat kepada hambaNya, memberikan ujian dan musibah kepada hambaNya. Tetapi, dengan semua itu harus  kita terima dengan syukur dan sabar. Kenapa?  karena jika Allah berikan nikmat berupa nikmat hidup, iman, Islam, kesehatan, dan nikmat akal serta yang berupa nikmat-nimat Allah yang lain, maka kita harus bersyukur kepada Allah. Bersyukur tidak di lisan saja, Namun, wujud syukur ini adalah menjalankan semua aturan Allah. Karena Allah sudah memberikan banyak kenikmatan-kenikmatan dalam kehidupan ini, sudah sepantasnya kita harus bersyukur.


“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya AdzabKu sangat pedih.” ( QS. Ibrahim:7 ).


 Ketika seorang mukmin itu diberi ujian maka dia harus bersabar. Terkadang masih ada yang tidak sanggup menghadapi ujian-ujian yang Allah berikan, menurutnya ujian tersebut berat dan masalahnya besar. Padahal, Allah  yang Maha Besar dan Allah memberikan ujian kepada kita sesuai dengan kesanggupan kita. tinggal dari kita, mau bersabar ataukah tidak, mau mencari solusi permasalahannya atau berputus asa. Dan seharusnya kita harus bersabar dan mencari solusi penyelesaian masalahnya. Karena Allah itu bersama orang-orang yang bersabar. Kita akan mendapatkan pahala dari kesabaran kita.


“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla jika mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barang siapa yang sabar, maka dia berhak mendapatkan pahala kesabarannya. Dan barang siapa marah, maka diapun berhak mendapatkan dosa kemarahannya.” (HR. Ahmad) .


“Sungguh menakjubkan perilaku orang Mukmin. Semua keadaan adalah baik baginya. Jika memperoleh kesenangan dia bersyukur, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesusahan, dia bersabar, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Perilaku seperti itu hanya ada pada diri seorang Mukmin.” (HR. Muslim)


Jadi, sabar dan syukur itu ibarat saudara kembar yang tak dapat dipisahkan, karena dalam hidup, kita pasti menemukan kenikmatan-kenikmatan dan ujian-ujian. Jika dapat nikmat, mendapatkan kesenangan maka kita harus bersyukur kepada Allah, jika diberi ujian atau ditimpa kesusahan maka kita harus bersabar. Dan ini hanya dimiliki oleh seorang Mukmin. Dan kita akan merasakan kebahagiaan jika kita mampu bersyukur dan bersabar. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita harus mampu bersyukur dan bersabar.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!