Thursday, July 12, 2018

Radikalisme Terorisme Bukan Islam


Oleh: Endang Setyowati


         Apa yang terjadi belakangan ini sungguh memprihatinkan. Posisi negara yang seharusnya berfungsi memberi aman bagi rakyat juga mewujudkan kesejahteraan dan keadilan serta melindungi dari berbagai ancaman dari luar, tetapi malah disinyalir menebarkan fitnah dan tudingan ke ulama sebagai sumber radikalisme. Bahkan saat ini telah mengarah kepada mahasiswa serta dosen di kampus-kampus. Sekaligus terang-terangan menyatakan masjid sumber dari radikalisme melalui hasil sebuah survei.

           Sebanyak 41 masjid yang ada di kantor pemerintahan terindikasi sebagai tempat penyebaran paham radikal, puluhan masjid berada di kementerian, lembaga negara dan BUMN (liputan6.com 08/07/2018). Indikasi radikalisme itu ditemukan dari materi khutbah Shalat jum’at yang d sampaikan para khotib. Bagaimana mungkin masjid di katakan tempat radikal, itu sangat menyudutkan umat islam.

           Radikal sendiri berasal dari bahasa latin radix, radices yang artinya akar(roots). Berpikir secara radikal, artinya berpikir hingga ke akar-akarnya. Menurut the concise oxford Dictionary(1987), radikal berarti akar,sumber atau asal mula. Dalam kamus oxford ini di sebutkan,istilah radikal,kalau d kaitkan dengan perubahan atau tindakan, berarti: relating to or affecting the fundamental nature of something; far_reaching or through (berhubungan atau yang mempengaruhi sifat dasar dari sesuatu yang jauh jangkauannya dan menyeluruh).

           Adapun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) kata radikal memiliki arti: mendasar(sampai pada hal yang prinsip); sikap politik amat keras menuntut perubahan( Undang-undang,pemerintahan) maju dalam berpikir dan bertindak.//http:kbbi.web.id/radikal. Dengan demikian, dari sisi bahasa, istilah radikal sebenarnya istilah yang netral, bisa positif bisa negatif. Tergantung dengan apa kata radikal itu di pasangkan. Sekedar contoh, di dalam ilmu kedokteran, saat seseorang mengidap penyakit tumor payudara. Salah satu alternatif terapinya adalah dengan pembedahan dan pengangkatan tumor tersebut, yang disebut masektomi Jika pengangkatan tumor juga di sertai seluruh massa payudara, maka disebut sebagai mastektomi radikal(menyeluruh atau mendasar). Jika yang di angkat hanya sebagian tumornya saja tanpa penyertaan keseluruhan massa payudara,maka disebut mastektomi parsial (aladokter.com).

           Secara bahasa, jika radikal bermakna mendasar (sampai pada yang prinsip), maka Islam adalah ajaran yang radikal, sebabnya  Islam berisi akidah (yang sangat mendasar) dan syariah (sebagai implementasi dari akidah). Akidah memberi jawaban yang menyeluruh dari pertanyaan yang mendasar tentang kehidupan, yaitu: kita hidup darimana, hidup kita ini untuk apa, setelah hidup kita mau ke mana? Islam menjawab: kehidupan berasal dari Allah, kita hidup adalah untuk beribadah dan setelah Kehidupan ini, manusia akan menghadap Allah. Jelas, akidah Islam adalah akidah yang sangat mendasar atau radikal. Islam terdiri dari akidah, dan syariah. Islam bukan hanya sekedar ritual, adat dan budaya. Jika kata radikal ditambah isme, jadi radikalisme menurut KBBI, radikalisme memiliki arti; paham atau aliran yang radikal dalam politik. Paham  atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis; sikap ektrem dalam aliran politik (kbbi.web.id).

          Radikalisme dengan arti paham dalam politik yang ekstrem dan dengan menggunakan cara kekerasan, atau paham keagamaan yang fanatik hingga memaksa orang lain, jelas bertolak belakang dengan Islam. Di dalam Al qur’an QS Al Baqarah (2): 256 (tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam). Jadi bagaimana mungkin islam itu selalu di kaitkan dengan radikalisme. Jika ada pengeboman di suatu tempat, seperti baru-baru ini di Surabaya dan kebetulan orang islam,cepat sekali media mengatakan itu adalah terorisme. Hampir seluruh media massa meliput dan siaran itu di ulang-ulang serta di beri “bumbu penyedap” Akhirnya terkesan di benak masyarakat bahwa pelaku terorisme adalah umat islam. Tetapi berbeda saat pelaku terorisme itu bukan orang islam,media  cenderung menutup-nutupi dan hanya dianggap sebagai tindakan kriminal biasa. Seperti kasus OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang mana menembaki pesawat serta membunuh anak-anak juga. Itu tidak dikatakan terorisme, karena tidak membawa-bawa nama agama.

          Istilah terorisme digunakan sebagai dalih untuk membunuh secara legal siapa saja yang dianggap menggangu.ini semua menciptakan ketakutan terhadap rakyat, rakyat saling mencurigai sesama muslim. Pemerintah sendiri yang menciptakan islamphobia sehingga seorang muslimpun takut untuk belajar Islam itu sendiri. Karena tudingan ini bagian dari perang pemikiran, opini, untuk menjauhkan Islam dari umatnya dan menjauhkan umat dari Islamnya. “Korban terbesar terorisme adalah umat Islam. Hakikatnya tak ada perang terhadap terorisme, yang ada adalah perang menggunakan alasan terorisme.” (John Pilger, jurnalis Australia).

Wahai kaum muslimin sudah seharusnya kita rapatkan barisan, kita ber Islam secara kaffah. Islamphobia di negeri muslim sebagai upaya membendung bangkitnya kesadaran islam pada umat Islam. Padahal Islam di turunkan  sebagai solusi seluruh problem baik yang menimpa muslim maupun non muslim. Islam adalah rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta alam.


Wallahu alam





       





SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!