Friday, July 27, 2018

Polemik Islam Nusantara


Oleh: Nur Fitriyah Asri (Bu Is)


Beberapa bulan ini kembali umat Islam digegerkan dengan munculnya wacana Islam Nusantara ditengah masyarakat yang terus berkembang baik di media cetak maupun di media elektronik. Tidak mengherankan jika kemudian ide ini menimbulkan polemik dibanyak kalangan baik yang pro dan yang kontra.


Menurut KBBI: Polemik adalah sejenis diskusi atau perdebatan sengit yang diadakan ditempat umum atau media masa berbentuk tulisan. Polemik biasa digunakan untuk menyangkal atau mendukung suatu pandangan agama atau politik.


Hanya yang perlu diperhatikan  *"Bagaimana seharusnya menyikapi Islam Nusantara dalam sudut pandang Islam"*


Salah seorang dari Pelaksana Inti Proyek Islam Nusantara Azyumardi Azra mendifinisikan Islam Nusantara adalah Islam yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia, karena bersifat tawasut *(demokrat)* jalan tengah tidak ekstrim kanan dan kiri, selalu seimbang, inklusif, toleran dan bisa hidup berdampingan secara damai dengan penganut agama lain, serta bisa menerima demokrasi dengan baik (ujar penulis buku Islam Nusantara (2002) Doktor lulusan Columbia University, AS).


Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam acara pembukaan Munas Ulama NU di Masjid Istiqlal, Ahad (14/06/2018) mengatakan NU akan terus mengawal Islam Nusantara.

Islam Nusantara yaitu Islam yang ramah, anti radikal, inklusif dan toleran, berbeda dengan yang disebutnya sebagai *Islam Arab* yang selalu konflik dengan sesama Islam dan perang saudara ( BBC News Indonesia-BBC.com).


Pada Juni 2015, Presiden Joko Widodo telah secara terbuka memberikan dukungan kepada Islam Nusantara yang merupakan bentuk *Islam Moderat* yang mempertimbangkan budaya dan adat istiadat lokal, sehingga dianggap cocok dengan nilai budaya Indonesia(Id.m.wikipedia.org).


Begitu juga halnya dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menggulirkan wacana " Mengindonesiakan Islam" Seolah Islam yang ada sekarang salah dan tidak sesuai dengan kondisi Indonesia.


Disisi lain Ulama-ulama dan Habaib di tubuh NU sendiri, akademisi, Aktivis Islam, Pimpinan-pimpinan Ormas Islam dan lain-lain dengan tegas menolak ide Islam Nusantara, yang dinilai malah akan menimbulkan konflik ditengah masyarakat.


Putra ulama terkenal KH Maemoen Zubair, KH Najih Maemoen (Gus Najib) mengkritisi keras Islam Nusantara dengan membuat makalah yang berjudul *"Islam Nusantara Dan Konspirasi Liberal"*

Islam Nusantara hadir untuk mensinkronkan Islam dengan budaya dan kultur Indonesia.

Ada doktrin sesat untuk mengakui dan menerima berbagai budaya, sekalipun budaya tersebut kufur. Seperti:  membolehkan do'a bersama, pernikahan beda agama, menjaga gereja, merayakan imlek, natalan dan seterusnya.

Tujuannya agar Umat Islam Indonesia terkesan ramah tidak lagi fanatik dengan keislamannya.

Misi pluralisme agama (menilai semua agama benar), menimbulkan konflik, pendangkalan akidah, menambah perpecahan ditengah-tengah umat. (Suaranasional.com.09/10/2015).


Ustadz Adi Hidayat LC. MA menyikapi Islam Nusantara mengatakan *" Islam ya  Islam".* Kata Islam sudah mempunyai makna yang komprehensif, sudah baik dan sudah sempurna. Jadi tidak boleh ditambahi bisa jadi malah berkurang, apalagi dikurangi bisa jadi hilang maknanya. Nilai- nilai Islam yang dibatasi dengan nilai-nilai nusantara yang bertentangan dengan nilai Syariat Islam pada umumnya presepsinya berubah dan ini wajib diluruskan.. (htttps://youtu.be/vTegamXTeOTk).


Imam Besar Front Pembela Islam Habib Riziq Shihab, mengatakan bahwa JIN ( Jamaah Islam Nusantara) merupakan paham yang sesat dan menyesatkan. Ada 8 alasan JIN ditolak antara lain: Propaganda busuk JIN yang ingin menolak budaya Islam dengan *'dalih'* budaya Arab. Pada akhirnya  nanti, semua ajaran Islam yang ditolak dan tidak disukai JIN akan dikatakan sebagai budaya Arab. Dan propaganda ini sangat berbahaya, karena menumbuh-suburkan sikap *Rasis* dan *Fasis* serta melahirkan sikap anti Arab, yang pada akhirnya mengkristal jadi anti Islam (htttps://m.eramuslim.com>Berita>Analisa).


Ustadz Khalid Basamalah mengatakan mestinya orang-orang Islam mempunyai *program Islamisasi Nusantara*, Indonesia lebih di Islamkan. Kalau Islam Nusantara  adalah Islam yang dinusantarakan . Itu tidak bisa, dan tidak mungkin bisa. Karena Islam untuk seluruh alam semesta. Islam punya hukum, mestinya semua adat, semua kebiasaan mengikuti Islam. Orang-orang iseng mengangkat isu Islam Nusantara merupakan program untuk mengelabuhi umat. Melihat perkembangan Islam sangat cepat isu yang dilempar untuk merusak Islam adalah Radikalisme dan Terorisme. Masih hangat-hangatnya isu tersebut malah ditambah lagi Islam yang di Nusantarakan atau meng-Indonesiakan Islam. Dengan akal sehat, Islam mempunyai standarisasi hukum yang landasannya Al Qur'an dan As Sunnah (htttps://m.youtube.com>watch).


Begitu juga Ulama-ulama papan atas, Ketua Ormas Islam  berlomba untuk meluruskan kesalahan Islam Nusantara melaui video,

Tabligh Akbar, ceramah-ceramah Agama, seminar- semirar, tulisan-tulisan untuk membongkar kebobrokan dan konspirasi Islam Moderat dengan Barat.


Sudah gamblang dan jelas bahwa Islam Nusantara diusung, disuarakan dan diopinikan oleh  kelompok atau tokoh-tokoh perorangan Islam yang berpakaian moderat. Menurut pengakuan petinggi Islam Nusantara dalam difinisinya (simak kembali).


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, lahirnya gagasan Islam moderat dibidani oleh Barat dan digunakan untuk melemahkan Islam, membendung kebangkitan Islam yaitu tegaknya Khilafah yang diprediksi tahun 2020 Khilafah tegak (Ankara, 11/11/2011).


Moderasi Islam bagian dari perang pemikiran. Ide ini adalah ide asing bentukan barat yang bertentangan dengan Islam. Sejatinya Islam Nusantara itu anak atau turunan dari Islam Moderat yang asasnya sekulerisme yaitu pemisahan agama dengan kehidupan.


Padahal Allah berfirman  "Wahai orang-orang beriman masuklah kamu  ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu" (TQS Al Baqarah  208).

Artinya Islam untuk mengatur semua kehidupan manusia baik individu, keluarga, masyarakat dan negara.


Fakta telah berbicara lewat lisan-lisan pengusungnya, jelas tertangkap bahwa mereka begitu bencinya dengan Islam, para pejuang Islam kaffah, pejuang Khilafah, mengkriminalisasikan Ulama-ulamanya, membubarkan pengajian-pengajiannya, mencabut BHP Ormasnya, memfitnah dengan tudingan keji sebagai Islam Radikal, Terorisme untuk menciptakan Islamophobia. Mereka tidak sadar atau gagal paham bahwa dibalik itu yang dimenangkan adalah Kafir penjajah dengan strateginya untuk menghancurkan Islam dengan falsafah " devide et impera"


Allah berfirman " Orang-orang kafir itu membuat makar. Allah pun membalas makar mereka itu. Allah adalah sebaik-baik Pembuat makar (TQS Ali Imran 3: 54).


Dengan berdirinya Khilafah, peradaban Islam akan tegak kembali memimpin dunia untuk menyebarkan rahmat keseluruh dunia. Khilafah sebagai junnah ( perisai ) yang akan menjaga dan melindungi:   Akal, harta, jiwa, agama, negara, kehormatan,  dan keturunan.


Allah berfirman "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai..." (TQS Ali Imran 3: 103).


Wahai umat Islam marilah kita merapatkan barisan, bahu membahu menyongsong tegaknya khilafah. Khilafah janji Allah dan Bisyarah Rasulullah.


Wallahu a'lam bi al Shawab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!