Monday, July 9, 2018

Pilih Islam Nusantara Atau Islam Kafaah



Oleh : Vivie Dihardjo


Makna islam nusantara sebagai wacana kekinian berkembang dalam pro dan kontra. sebagaimana maknanya yang masih ambigu. Apakah yang dimaksud adalah islam ala indonesia? Seperti saat Mustafa Kemal Attaturk memerintahkan adzan dengan bahasa turki? Atau membaca Alquran dengan langgam jawa?. Kemudian muncul definisi islam nusantara dengan karakter moderat (tawasut), sopan santun, anti radikal, inklusif dan toleran. Karakter inipun sifatnya masih tidak jelas, apa yang dimaksud dengan moderat?, apa ukuran disebut sebagai radikal? Atau apa batasan toleransi dalam islam nusantara itu. Konsep islam nusantara terlanjur menyebar luas dengan segala pro kontra  dan kegamangan maknanya.


#Keganjilan Makna Islam Nusantara#


Menyematkan kata nusantara bisa membawa pengertian bahwa islam itu banyak jenisnya. Seperti banyak terjadi aneka kata sifat yang ditempelkan pada islam seperti islam liberal, islam sekular, islam arab, termasuk islam nusantara. Sedangkan hakekatnya islam adalah satu tidak plural. Seperti firman Alloh,


قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk". (Al A'raf :158).


Sesungguhnya islam tidak memerlukan penyematan predikat atau sifat yang lain. Ajaran ajaran islam itu sendiri adalah ajaran cinta kasih (rahmah) dan sangat memuliakan makhluk (humanis) dan mengajarkan akhlak mulia sebagai wujud pelaksanaan syariat islam.  Alloh berfirman,


وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ


“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)


Oleh karena itu menyempitkannya dengan kata nusantara seolah olah itu mewakili rasa sopan santun dan toleran lalu mempertentangkannya dengan islam wilayah lain semisal arab atau timur tengah justru mendatangkan tanda tanya besar. Ada aroma pluralisme,  liberalisme, relativisme dan permisivisme yang mendompleng pada islam nusantara, yang belum tentu cocok dengan syariat islam itu sendiri. Sebagai contoh, bagaimana islam nusantara memaknai toleransi antar umat beragama? Apakah ikut mengucapkan selamat dan hadir  pada hari raya umat agama lain adalah bentuk toleransi? Atau ikut berpartipasi membangun rumah ibadah agama lain adalah wujud toleransi?. Sedangkan islam mempunyai standar yang sangat jelas dalam memaknai toleransi.

Alloh berfirman,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8) إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (9)


“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)

Selama tidak bersangkut paut dengan aqidah, islam mengajarkan untuk menjalin hubungan baik dan tidak menganggu siapapun yang tidak menganggu kita. Dengan demikian terminologi islam nusantara yang dibangun itu sejatinya akan mengislamkan nusantara atau menusantarakan islam?. 


#Satu Satunya Pilihan Adalah Menjadi  Islam Kaafah#


Islam nusantara dengan beberapa karakternya, seperti moderat (tawasut), sopan santun, anti radikal, inklusif dan toleran sejatinya tidak dapat mewakili banyaknya akhlak mulia dalam syariat islam. Seorang muslim yang menjalankan syariat islam dengan benar maka secara otomatis akan terpancar darinya akhlak mulia. Ketika Rasulullah ditanya," siapakah orang beriman yang paling utama imannya? Beliau menjawab, yang paling baik akhlaknya". (HR. At-Tirmidzi no 1162 dan Abu Dawud no 4682). Akhlak mulia berkaitan erat dengan ibadah, selalu ada akhlak mulia yang mewujud dalam pelaksanaan ibadah yang Alloh perintahkan. Misalkan sholat, " Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (QS. Al Ankaabut :45). Begitu banyak contoh lain akhlak mulia dalam syariat islam. Oleh karena itu berislam secara kafaah (masuk islam secara menyeluruh) seperti firman Alloh dalam QS. Al Baqarah 208 " hai orang orang yang beriman masuklah kamu ke dalam islam secara menyeluruh dan jangan mengikuti langkah langkah syaitan, sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu."  Berislam secara kafaah  adalah satu satunya pilihan sekaligus sebagai solusi agar masyarakat bangkit dan mewujudkan baldatun toyyibun wa Rabbun ghofur, negeri yang diridhoi Alloh. Tidak perlu mencari cari terminologi lain semisal islam nusantara yang justru menyempitkan makna islam sebagai rahmatan lil'alamiin.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!