Thursday, July 19, 2018

PHP, Si Anak Pulau Seribu Masjid


Oleh : Emma Elhira

Tiba-tiba nama lelaki muda itu menjadi sangat ramai dibicarakan. Tua muda, pria dan wanita, pejabat berdasi hingga emak-emak berdaster sibuk membicaraka lelaki  berasal dari Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ini.


Lelaki bernama Muhammad Zainul Majdi. Lahir dari sepasang suami isteri yang juga bukan orang sembarangan. Ayah nya yang bernama HM Djalaluddin, yang dulu pernah bekerja sebagai birokrat di Pemda NTB. Ibunya bernama Hj. Rauhun Zainuddin Abdul Majdi yang merupakan puteri dari M. Zainuddin Abdul Majdi, seorang ulama besar di Lombok, NTB.


Majdi kecil menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar nya di SDN 3 Mataram pada tahun 1986. Kemudian melanjutkan Sekolah di Madrasah Tsanawiyah Mu'allimin Nahdlatul Wathon Pancor. Berkat kecerdasannya, Majdi menyelsaikan pendidikan MTS hanya selama 2 tahun saja. Lalu manamatkan pendidikan Aliyah nya di Yayasan yang sama. 


Terlahir dan besar dalam keluarga ulama. Majdi memperdalam ilmu agama selama satu tahun dengan menghapal  alquran 30 juz di Ma'had Darul Qur'an Wal Hadist Nahdlatul Wathan Pancor. Setelah menyelesaikan hapalan quran Majdi menimba ilmu pendidikan yang lebih tinggi di Kairo, Mesir. Masuk sebagai mahasiswa di Universitas Al Azhar. Fakultas Ushuluddin, jurusan Tafsir dan ilmu-ilmu Al-Qur'an. Tahun 1996 dia menyelesaikan pendidikannya dan mendapat gelar Lc (License). Melanjutkan Masternya di Universitas yang sama. Hingga mendapat gelar Master of Arts dengan predikat Jayyid Jidan. Untuk melengkapi portofolionya Majdi menempuh S3 yang lagi-lagi di Universitas Al Azhar. Pada bulan oktober 2002, proposal disertasi Majdi diterima dengan judul Studi dan Analisis terhadap Manuskrip Kitab Tafsir Ibnu Kamal Basya dari awal surat An Nahl sampai Akhir Surat Ash-Shoffat, dibawah bimbingan prof. Dr. Said Muhammad Dasqi dan Prof. Dr. Ahmad Syahaq Ahmad. Dan sukses mendapat gelar Doktor dengan predikat Martabah EL-Syaraf El Ula Ma'a Haqqutba atau Summa Cumlaude pada tahun 2011. Tidak kurang dari sepuluh tahun beliau menghabisakan masa pendidikannya di Kairo, Mesir. 


Lelaki asal Pulau Seribu Masjid ini menikahi puteri dari ulama terkenal asal Betawi  yang bernama Rabiatul Adawiyah sekitar tahun 1997. Dan dikaruniai empat orang anak. Pada Tahun 2013, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi bercerai dengan isterinya Rabiatul Adawiyah setelah membangun biduk rumah tangga selama 17 tahun. Saat ini TGB diketahui telah menikah dengan Erica Zainul Majdi dan mempunyai dua orang anak.


Kiprahnya didunia politik


Berawal dari Yusril Izha Mahendra yang saat itu sebagai ketua Partai Partai Bulan Bintang, mengajak TGB Zainul Majdi untuk ikut mendaftar menjadi anggota DPar RI periode 2004-2009. Pada kesempatan itu TGB berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI di dan dari NTB dari Partai Bulan Bintang yang membidangi masalah pendidikan, pemuda dan Olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan (Komisi X) Tak selang berapa lama tawaran untuk menjadi wakil gubernur berdatangan mengingat pengaruh yang sangat besar di Nusa Tenggara Barat.


Yusril kembali datang dan meyakinkan TGB untuk maju sebagai calon Gubernur NTB dari PBB dan PKS sebagai pertai pengusung berpasangan dengan Badrul Munir. TGB Zainul Majdi sukses keluar sebagai Gubernur terpilih NTB periode 2008-2013. Saat itu TGB menjabat Gubernur Termuda di Indonesia. Usianya masih 36 tahun saat dilantik menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat. 

Pada periode 2013-2018 TGB kembali menang dalam pemilihan calon Gubernur berpasangan dengan Muhammad Amin. 

Track record yang baik dalam memimpin Nusa Tenggara Barat, membuat TGB Zainul Madji terpilih kembali sebagai Gubernur NTB periode 2013 – 2018. Di masa kepemimpinannya yang kedua ini, TGB Zainul Madji berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan produksi atau ketahanan pangan di daerahnya sehingga membuat Nusa Tenggara Barat keluar sebagai Provinsi terbaik dalam hal tingkat pembangunan manusia.

Sehingga sangat wajar jika pada tahun 2017, TGB Zainul Madji kembali menerima penghargaan Leadership Award dari Menteri Dalam Negeri. Selain itu sudah puluhan penghargaan diterima oleh TGB Zainul Madji selama periode 2008 hingga 2018 dalam memimpin Nusa Tenggara Barat.


Alumnus 212 dan Bursa Cawapres 2019



Seperti dinukil dari Jawa Pos , Sabtu (03/02), nama TGB memang santer disebut-sebut sebagai salah satu kandidat capres dan cawapres di Pilpres 2019 mendatang. Terkait kondisi itu, TGB pun akhirnya memberikan komentarnya.


“Saya syukuri ada kepercayaan dari masyarakat untuk maju menjadi presiden. Ikut kontestasi itu kan sesuatu yang baik. Tapi ini sangat dinamis. Saya berharap yang terbaik saja,” kata TGB.


TGB sendiri menyoroti berbagai kegelisahan dan ketidaknyamanan yang akhir-akhir ini dirasakan di Indonesia. TGB pun tak ingin tinggal diam jika melihat ada rakyat Indonesia yang aspirasinya tidak terakomodasi oleh pemerintah, apalagi ia saat ini mengemban tugas sebagai Gubernur NTB.

“Seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Untuk membangkitkan optimisme itu, Nabi mempersaudarakan antara kaum ansor dan muhajirin,” jelas TGB.


Kemudian, seperti dilansir Detikcom , Senin (05/02), sosok TGB sendiri saat ini memang mulai mendapatkan dukungan dari berbagai elemen agar ikut serta di kontestasi Pilpres 2019. TGB pun mengungkapkan bahwa dirinya bakal mempersiapkan diri terlebih dulu.

"Saya gini sih, kalau saya memang, ya kan kita terus berikhtiar memberi yang terbaik, bahwa ada harapan, ada aspirasi sebagian masyarakat, ya saya syukuri, berarti dipercaya oleh sebagian masyarakat, untuk terus berkontribusi, mungkin ke ranah yang lebih besar," kata TGB saat berada di Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (05/02).


TGB pun menjelaskan bahwa keran dukungan untuknya mulai terasa ketika ia sering mendapatkan undangan mengisi acara di berbagai wilayah di Indonesia. TGB mengatakan bahwa ia sering memenuhi undangan di berbagai provinsi di Indonesia dalam 6-7 bulan terakhir.

Jika dilihat kembali, pada Januari 2018 kemarin, TGB mendapatkan dukungan dari Ikatan Alumni Al-Azhar untuk maju ke Pilpres 2019, baik sebagai capres maupun cawapres. Suara dominan dari Alumni Al-Azhar itulah yang kemudian membuat TGB merespon perihal Pilpres 2019 mendatang.

"Pada bulan yang lalu, bulan Januari, kita ada alumni Al-Azhar Indonesia. Saya kebetulan jadi ketuanya, diminta Pak Quraish Shihab menggantikan beliau. Teman-teman minta, ayolah Anda kami kasih amanah untuk ikut kontestasi, sebagai apa pun. Setelah itulah baru kemudian saya memandang ini beda," jelas TGB.


"Bedanya itu saya harus menyiapkan diri lebih baik lagi," jelas TGB.

TGB pun sering menebarkan soal perdamaian dan pesan persatuan di berbagai wilayah yang ia kunjungi. Ia berkaca dari kondisi sosial masyarakat Indonesia yang sempat bergesekan karena perbedaan pandangan politik tajam di Pilkada DKI 2017. Ia tak ingin warga Indonesia terus-terusan berdebat soal nasionalisme dan keislaman.


"Itu dua hal yang saling memperkuat, dan untuk Indonesia itu dua hal yang sudah dalam sekali di hati orang Indonesia. Jadi itu yang saya ikut coba berkontribusi untuk menenangkan, untuk mengingatkan kita, kita jangan terbiasa mempertentangkan hal-hal baik dalam hidup kita,” lanjut TGB.


"Kita suka mempertentangkan antara agama dengan bangsa, keislaman dan nasionalisme, itu kan hal-hal baik, menurut saya hal-hal baik ini justru harus disuburkan," pungkasnya.


Demikian profil Biografi Si Anak Pulau Seribu Masjid yang juga sebagai alumnus 212, Tuan Guru Bajang (Muda) yang digadang-gadang akan menjadi super hero nya umat muslim sebagai penghadang lajunya Jokowi sebagai presiden dua periode.

Umat muslim sangat percaya diri mengajukan TGB sebagai calon pemimpin yang dirindukan umat Islam. Sebagai pemersatu umat yang terpecah belah. 


Namun diperiode ini pula Umat muslim harus kembali mendapat kado pahit dari Si Pemberi Harapan Palsu Tuan Guru Bajang asal NTB dengan track record penghapal qur'an dan hadist. Harus rela melepas predikat alumni 212 sebab Tuan Guru Bajang lebih memilih sebagai pendukung Jokowi sebagai presiden dua periode. 

Si Anak Pulau Seribu Masjid yang kemudian membelot ke kubu jokowi.


ﻭَﺇِﻟَﻰٰ ﺭَﺑِّﻚَ ﻓَﭑﺭۡﻏَﺐ

“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Asy-Syarh : 8)



Referensi:


https://www.biografiku.com/biografi-dan-profil-tuan-guru-bajang-muhammad-zainul-madji/


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Zainul_Majdi


https://www.asumsi.co/post/sosok-baru-dari-pulau-seribu-masjid-ini-bakal-jadi-penantang-jokowi-dan-prabowo-di-pilpres-2019


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!