Wednesday, July 25, 2018

Pernikahan Terlarang


Oleh : Ummu Antiq

Anggota Akademi Menulis Kreatif Kal-Sel

Banua viral lagi. Setelah pernikahan mewah bertabur bintang  putra dari H. Ciut pengusaha batubara,  kini dengan adanya pernikahan dini  sepasang remaja.

IB (14) dan ZA (15)  di desa Tungkap  Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, 12 juli 2018.


Sempat menjadi pasangan suami istri (pasutri) selama dua malam. Setelah itu dibatalkan karena dianggap tidak sah. Keluarga diminta untuk memisahkan mereka.

Sebab, pernikahannya tidak sah," ucap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tapin, Hamdani, dikutip JawaPos.com, Rabu, 18 Juli 2018.


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, mengatakan bahwa pernikahan itu sudah dibatalkan karena sama-sama berusia anak-anak yang menurut Undang undang Perlindungan Anak belum diperkenankan menikah.


Negara Melarang Pernikahan Dini


Di Indonesia, pernikahan  diatur dalam UU pasal 7 ayat (1) Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan yang berbunyi “Perkawinan hanya diizinkan bila pihak laki-laki mencapai umur 19 tahun dan pihak perempuan sudah mencapai 16 tahun”.


Pernikahan dini di Kalsel menjadi sorotan. Rohika Kuniadi Sari, Asisten Deputi Pengasuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA mengatakan bahwa berdasar data UNICEF, Indonesia menempati urutan ke-7 tertinggi di dunia, dan urutan ke-2 tertinggi di ASEAN dalam kasus perkawinan anak.


Menurut data BKKBN Kalsel, tiga kabupaten /kota penyumbang perkawinan anak terbesar adalah Banjarmasin, Tapin, dan Hulu Sungai Selatan.

Kasus perkawinan anak terjadi di tiga kabupaten di Kalsel, sehingga membuat daerah itu menduduki urutan ketiga nasional untuk jumlah kasus perkawinan anak.


Negara melarang adanya pernikahan di usia dini karena alasan terlalu banyak beresiko. Beberapa di antaranya,  kehamilan pada usia muda akan dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Berisiko terinfeksi penyakit menular seksual. Berpengaruh pada  rendahnya pendidikan yang dicapai. Kekerasan dalam rumah tangga yang akan meningkatkan angka perceraian karena dianggap pernikahan pada usia dini masih terlalu labil.  Gangguan perkembangan kepribadian dan anak yang dilahirkan berisiko terhadap kejadian kekerasan dan keterlantaran.


Pernikahan Dalam Pandangan Islam


Perkawinan menurut hukum Islam yaitu akad yang sangat kuat  untuk menaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah.


Adapun tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga sakinah mawaddah warohmah, yaitu keluarga tenteram saling berkasih sayang karena Alloh, Di dalam rumah tangga dipersiapkan generasi baru yang akan meneruskan perjuangan Islam, lestari keturunannya dalam ketaqwaan. Firman Alloh QS. Arrum; 21


وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ 


"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."


Ide sekularisme, memisahkan agama dari kehidupan. Artinya agama dilarang memberi aturan untuk manusia yang menyangkut urusan dunia.  Agama dibatasi hanya boleh mengurus urusan ibadah. Penganut sekularisme ini membuat peraturan sendiri dengan mengindahkan  halal haram. 

Dan lahirlah faham Liberalisme. Inilah pijakan utama peraturan-peraturan yang melarang pernikahan dini.


Mereka melarang hubungan seksual yang halal dalam bingkai pernikahan dengan alasan resiko-resiko yang akan ditimbulkan. Kekhawatiran yang belum tentu terjadi. Tetapi abai terhadap resiko akibat pergaulan bebas dikalangan remaja.


Padahal sudah jelas salah satu biang kerusakan di kalangan remaja adalah pergaulan bebas. Sistem yang cenderung mengarahkan pada hal-hal buruk dan merusak kehidupan manusia. Bebas bergaul dengan siapa saja tanpa ada batasan. Seks bebas yang berujung pada kehamilan diluar nikah yang mendorong terjadinya aborsi, pembuangan bayi dan kriminal lainnya.

Seks bebas juga menjadi pemicu terjangkitnya infeksi penyakit menular seksual.


Ketika negara kekeh melarang pernikahan usia dini, harusnya negara juga kekeh dalam  melindungi remaja agar terhindar dari perbuatan yang mengarah pada kemaksiatan. Menutup situs-situs porno, praktek portitusi,  melarang tayangan-tayangan televisi  yang dapat membangkitkan birahi. 


Negara  membekali remaja dengan pendidikan agama yang kuat. Sehingga terbentuk generasi tangguh, mempunyai ilmu yang cukup untuk  membangun sebuah rumah tangga.


Hanya Islam  memiliki aturan yang sempurna. Yang mengatur manusia dalam segala aspek kehidupan. Mulai dari urusan pribadi, masyarakat hingga bernegara. Ketika Islam mengharamkan zina, tidak semerta merta hanya sekedar mengharamkan saja tetapi memberikan cara-cara agar dapat terhindar zina tersebut. Ada aturan pergaulan dalam Iskam yang nengatur bagaimana cara bergaul agar terhindar dari perbuatan maksiat. Ada sanksi jelas bagi pelaku zina. Dan hanya negaralah yang mampu melakukan ini .


Akhirnya hanya aturan Islamlah yang dapat menyelamatkan generasi dari kebobrokan.  Saatnya kita kembali pada aturan Islam yang akan memberikan rahmat kepada seluruh alam.





SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!