Monday, July 30, 2018

Pernikahan Dini, Cinta Terlarangkah?


Oleh Yury Purnama Indah S.Pd 

(Praktisi Pendidikan tinggal di Kabupaten Bandung)


Cinta merupakan salah satu anugrah dari Sang Pencipta, Allah Swt. Dengan cinta hidup manusia, jadi lebih berwarna dan bahagia. Setiap manusia yang memiliki cinta, tentu ingin agar cintanya selalu terjaga. Maka pernikahanlah cara terbaik untuk menjaga rasa cinta. tapi bagaimana bila muda-mudi usia belia ingin menjaga cintanya?

Akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan tentang pernikahan usia dini yang terjadi di Tapin, Kalimantan Selatan antara seorang siswi SMP berusia 15 tahun dan seorang siswa lulusan SD berusia 14 tahun. Pernikahan tersebut menjadi viral karena di usia yang sangat muda mereka sudah memutuskan untuk membina rumah tangga.

Di Indonesia sendiri, usia yang dilegalkan untuk menikah adalah 21 tahun. Meski begitu cukup banyak anak yang menikah di bawah usia 21 tahun, yang masih dilegalkan oleh pemerintah dengan syarat adanya izin menikah dan dengan Batasan usia 16 tahun bagi wanita dan 19 tahun bagi pria. Dengan begitu pernikahan di Tapin, Kalimantan Selatan menjadi pernikahan yang fenomenal karena usia pasangan suami istri tersebut sangat muda.

Banyak pihak yang menyayangkan hal tersebut. mereka menilai bahwa pernikahan dini sangat rentan dengan melonjaknya angka putus sekolah pada anak dan tingkat emosional anak yang belum stabil sehingga rentan mengalami stress. 

Selain itu, pihak pemerintah juga telah mengambil langkah nyata untuk membatalkan status pernikahan antara A (14 tahun) dan I (15 tahun) dan meminta pihak keluarga untuk memisahkan keduanya agar tidak tinggal serumah.

Ada beberapa hal yang dapat kita sikapi dalam pernikahan dini tersebut, pertama tidak ada yang salah dengan pernikahan, di dalam ajaran islam berapa pun usia seseorang jika ia sudah baligh (sudah puber) dan mampu maka ia sudah dianggap dewasa dan memiliki kewenangan untuk menikah. Malahan jika seseorang sudah memiliki syahwat yang menggebu-gebu terhadap lawan jenis, maka diharuskan untuknya segera menikah. 

Menikah menjadi hal yang sangat baik untuk sepasang muda-mudi yang sedang merasakan cinta, karena bila bukan dengan menikah maka jalan maksiatlah yang mereka ambil. Misalnya saja pacaran bahkan mungkin berzina hingga seks bebas. Padahal Alah Swt. sudah sangat jelas melarang manusia melakukan perbuatan yang mendekati zina apalagi zinanya, sebagaimana firmanNya dalam TQS. Al-Isra’ ayat 32 yang berbunyi “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk”. Maka pacaran merupakan gerbang awal untuk melakukan zina sehingga lebih baik untuk menikah saja sesuai dengan sunnah Rasul. 

Kedua, untuk menyikapi pernikahan di bawah umur, sesungguhnya tingkat kedewasaan seseorang bukan semata-mata dilihat dari berapa umurnya, melainkan seberapa matang pemikirannya. Oleh karena itu, sebagai orang tua kelak, maka kita harus mampu mendidik anak kita dengan didikan terbaik. Bukan hanya menjadikannya cerdas dalam segi akademik tetapi anak-anak juga harus dibekali pendidikan agama dan pernikahan sejak dini. Sehingga saat waktunya tiba ia akan mampu secara matang membina rumah tangga yang baik. Wallahu’alam.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!