Thursday, July 26, 2018

Pengendali Cinta


Oleh: Trisnawati


Cinta dan mencintai, semua orang merasakannya. Karena Ia fitrah yang tak bisa dihilangkan namun bisa dikendaikan.


Kemampuan mengendalikan cinta bahkan melebihi kekuatannya alvatar dalam mengendalikan Api, air, udara dan tanah. 


Cinta yang semua orang merasakannya maka wajar selalu menjadi topik yang abadi untuk dibahas. Tak lekang oleh waktu, mulai tulisan, film, serial drama, nyanyian, semua tayangan menghadirkan bumbu-bumbu cinta agar tayangan tersebut diminati penonton. 


Bahkan ajang pencarian jodohpun ada membuktikan cinta ibarat makanan pokok yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.


Namun di era digital dan liberal saat ini rasa cinta dijadikan ladang untuk meraup rupiah dan merusak generasi dengan tanyangan-tanyangan yang tidak mendidik, situs porno bergentayangan, pakaian yang mengumbar aurat ditemukan dimana-mana, serial drama percintaan menjadi tayangan favorit remaja, nyanyian membangitkan cinta diperdengarkan dan disukai baik dari kalangan anak-anak sampai orang tua.


Wajar fitrah cinta yang suci terancam ternodai jika tidak dikendalikan. Cinta pun menjadi liar, anak SD sudah bisa mengunggapkan rasa cintanya pada lawan jenis, bahkan berujung pada hamil diluar nikah. Kalangan remaja pacaran bukan lagi hal yang baru, bahkan hamil diluar nikah dan membuang bayinya di toilet, di hutan, di selokan, di sungai sudah menjadi berita yang biasa. Berkeliarannya predator seks bahkan memakan korban dengan mensodomi anak-anak  bukti tak mampunya manusia mengendalikan cinta. 


Benarkah cinta tak bisa dikendalikan? 

Cinta adalah fitrah yang diberikan sang penciptka kepada manusia. Agar manusia dapat merasakan suka, senang, bahagia, dann rindu. Allah memberikan rasa cinta sekaligus memberikan aturan untuk mengendalikannya. Karena cinta tanpa kendali akan berbalik menjadi sesuatu yang merusak citra rasa cinta itu sendiri.


قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. Ali-Imran : 31)


Kunci mengendalikan cinta adalah keimanan dan ketaqwaan kepadaNya, sehingga manusia tidak terjerumus kepada cinta palsu, cinta semu dan cinta yang keliru kepada cinta yang hakiki.




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!