Saturday, July 28, 2018

Pengaruh Iman Dalam Kehidupan Pribadi dan Masyarakat


Oleh : Rosmita 

(IRT, Pendidik, dan Pemerhati Generasi) 


Iman adalah komponen penting yang dapat mempengaruhi pribadi seseorang. Saat ini adalah zaman dimana manusia memasuki era informasi dan globalisasi. Baik secara langsung maupun tidak, pengaruh globalisasi telah membawa manusia  kepada berbagai perubahan dan pergeseran nilai. Oleh karena itu diperlukan iman yang kuat untuk melindungi seseorang dari pengaruh globalisasi. Karena manusia yang tanpa iman seperti orang yang berjalan tanpa arah tujuan dan orang seperti ini akan mudah terhanyut oleh pengaruh globalisasi. 


Apa itu iman? 


Iman menurut bahasa artinya pembenaran. Iman menurut istilah adalah pembenaran dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan. 


Dalam hadits Jibril : "Iman adalah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kebangkitan. " (HR. Bukhori)


✳ Bagaimana iman mempengaruhi pribadi seseorang? 


1. Letak iman di dalam hati. 

"Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman" Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah ´kami telah tunduk´, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu...(Qs. Al-hujurot : 14)


"...mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka... (Al-Mujadilah : 22)


Aya-ayat diatas telah menjelaskan bahwa letak iman di dalam hati.


2. Keadaan hati mempengaruhi sikap dan perilaku. Hati adalah penentu baik buruknya amalan seseorang, seperti dalam sebuah hadits : "Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal darah. Apabila baik, maka baiklah seluruh jasadnya. Dan apabila rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa ia adalah hati." (HR. Bukhori) 


Iman adalah lentera hati, seseorang yang hatinya dipenuhi dengan iman, maka akan baik pula amalannya. Dan sebaliknya bila hati itu kosong dari iman akan dipenuhi oleh penyakit-penyakit hati, maka hati menjadi rusak dan rusak pula amalannya. Keimanan seseorang dapat dilihat melalui akhlaknya. Rasulullah saw bersabda : "Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya." (HR. Bukhori) 


Maksud hadits diatas adalah untuk mengetahui  keimanan seseorang yaitu dengan melihat bagaimana akhlaknya. Seseorang yang beriman dengan benar akan mampu merealisasikan keimanannya dalam kehidupan sehari-hari baik itu yang berhubungan dengan Allah (ibadah) maupun yang berhubungan dengan manusia lainnya (muammalah). Orang yang beriman kepada Allah akan selalu merasa diawasi oleh Allah. Sehingga dimanapun dia berada dia tidak akan berani melakukan maksiat karena takut kepada Allah. "Aku tahu Allah selalu melihatku karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat."


Ada sebuah kisah : "Seorang guru menyuruh kedua muridnya untuk menyembelih ayam dengan syarat tidak boleh ada seorang pun yang melihatnya. Tak lama kemudian mereka kembali dengan keadaan salah satu muridnya berhasil menyembelih ayam dan yang satunya belum menyembelih ayamnya. Lalu guru itu bertanya kepada muridnya itu : "kenapa kamu belum menyembelih ayam itu?" Murid itu menjawab : "Maaf guru, aku telah pergi kemana-mana tetapi aku belum menemukan satu tempat pun yang luput dari pandangan Allah." 

Kisah ini menunjukkan bahwa orang yang beriman selalu merasa diawasi oleh Allah. Dan ia tahu bahwa setiap perbuatannya yang baik atau yang buruk akan mendapat balasan dari Allah. 

"Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat dzarahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan siapa saja yang mengerjakan kejahatan seberat dzarahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula." (Qs. Al-Zalzalah:7-8) 


✳ Diantara buah iman


1. Iman adalah sumber ketenangan dan kedamaian bagi setiap orang. Manusia akan merasakan ketenangan jiwa, kebahagiaan hidup, dan ketentraman lahir dan batin karena ia tidak takut kecuali kepada Allah dan ia yakin bahwa apapun yang menimpanya adalah ketentuan Allah. 

"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah." (Qs. Ath-Thagobun :11)

Sehingga ia ridho dengan takdir Allah yang baik dan yang buruk. Hatinya pun menjadi tenang karena kondisi apapun yang dihadapinya adalah kebaikan baginya. Rasulullah saw bersabda : "Sungguh mengherankan urusan seorang mu'min itu, sesungguhnya urusannya semua adalah baik. Tidaklah hal itu berlaku kecuali bagi seorang mu'min. Jika ia mendapat nikmat ia bersyukur maka kebaikan baginya. Dan jika di timpa musibah ia bersabar, maka kebaikan baginya. " (HR. Ahmad) 


2. Iman adalah sumber kebaikan 

Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir hanya akan melakukan apa-apa yang diperintahkan Allah untuk mencari ridho-Nya dan ia tidak berani melakukan apa-apa yang dilarang Allah karena takut murka-Nya. Ia meyakini bahwa dunia ini fana dan ia menjadikan dunia ini sebagai ladang amal untuk mempersiapkan bekal diakhirat. Sehingga ia melakukan kebaikan-kebaikan sebanyak mungkin dengan harapan mendapat balasan disisi Allah. "Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu tentu kamu akan mendapat pahalanya disisi Allah. Sesungguhnya Allah maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan. " (Qs. Al-baqoroh :110)


Pengaruh iman terhadap kehidupan masyarakat . 


Baik buruknya suatu masyarakat itu dipengaruhi oleh setiap individu yang menjadi anggota dari masyarakat tersebut. Apabila individunya baik maka baik pula masyarakatnya. Karena dari individu-individu inilah akan terbentuk sebuah keluarga yang samara yang akan mencetak generasi pilihan (beriman, berilmu,  dan berakhlak mulia.) Sehingga lahirlah masyarakat yang mulia dan negara yang makmur. Tatanan suatu masyarakat adalah seperti sebuah bangunan yang mana satu sama lain saling menguatkan, karena jika tidak maka akan runtuhlah bangunan tersebut. Rasulullah saw bersabda : "Seorang mu'min dengan mu'min yang lain bagaikan suatu bangunan, satu sama lain saling menguatkan." (Mutafaq alaih) 

"Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (Al-hujurot :10) 


Dengan berbekal iman dan takwa marilah kita hiasi diri kita dengan akhlak mulia sehingga membentuk ukhuwah islamiyah yang kokoh berlandaskan Al-Qur'an dan Sunah. Dan Allah akan menguatkan kita dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Wallohu a'lam bishowab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!