Tuesday, July 31, 2018

Pengaburan Fungsi Ulama


Oleh : Nur Arofah 

(Ibu Rumah Tangga, anggota Revowriter)


Sepanjang sejarah manusia benturan yang haq dan yang bathil akan terus terjadi, sejak dari Nabi Adam as hingga yaumil akhir.

Islam sebagai agama yang haq tidak akan pernah bisa bercampur dengan sistem lain, suatu keniscayaan yang haq dan yang bathil akan berbenturan, mulai dari pemikiran hingga fisik. Di negeri ini penyerangan pemikiran di kalangan umat sudah semakin komplek dan rusak, serangan pemikiran ini merambah ke semua generasi. Di kalangan anak-anak beragam  tontonan yang merusak dari berbagai media. Sedangkan lapisan remaja disuguhi maraknya zina, aborsi, remaja alay persi selegram. Tak terlepas juga kalangan intelektual hingga ulama juga direcoki pemikiran rusak. Ini merupakan strategi penjajah barat untuk merusak dan memecah belah umat islam dan menjauhkan dari agamanya yaitu islam dan khilafah.

Menghancurkan khilafah sebuah cita cita yang selamanya menjadi tujuan barat, hal itu pernah terwujud setelah perang dunia kedua.


Sebagaimana ucapan-ucapan penjajah barat. Perdana Menteri Inggris Lord Curzon, "Kita telah menghancurkan Turki dan Turki tidak mungkin akan kembali bangkit, karena kita telah menghancurkan dua kekuatannya, yakni ISLAM DAN KHILAFAH". Inilah yang terjadi hingga sekarang barat tidak akan rela sampai kapanpun untuk kejayaan dan kebangkitan islam dan khilafah.


Sampai dengan cara memasukkan pemikiran-pemikiran seakan Islam disesuaikan zaman bisa dikompromikan, kafir penjajah mengatur strategi bagaimana caranya agar sistem sekuler kapitalis yang disebarkan mendapat legitimasi untuk mempertahankan tegaknya sistem dalam bentuk demokrasi. Sehingga para penganut atau penjaga sistem sekuler itu menjebak dan memasukkan pemikiran kepada para ulama hingga mereka mendukung agenda para penjajah barat hingga menjadi corong moderat.


Akhirnya di negeri ini, zaman now dengan strategi "stick and carrot" mereka sudah berhasil menyasar dan membagi-bagi ulama, yang harusnya ulama di pandang sebagai pewaris Nabi.


Tetapi dengan masuknya agenda-agenda kafir penjajah yang dimasukan lewat pemikiran hingga bisa dibedakan mana ulama pewaris Nabi dan yang merupakan ulama Suu'.


Pada dasarnya ulama pewaris Nabi adalah ulama yang mengikuti wahyu dan risalah Rosulullah SAW tanpa mengambil sebagian-sebagian atau tidak berkompromi dengan sistem selain sistem Islam. Memaknai Firman Allah SWT: "Dan apa-apa yang diperintahkan Rosul, ambillah. Dan apa-apa yang dilarang olehnya, tinggalkanlah!" ( QS : Al - Hasyr (49) : 7 ).


Jadi ulama pewaris Nabi hendaknya SAMI'NA WA ATHO'NA, tidak membuat  atau mengambil hukum berdasarkan manfaat dan kepentingan diri dan kelompoknya, mengatakan yang haq adalah haq, begitupun sebaliknya yang bathil tetap bathil.

"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada hukum Allah bagi orang - orang yang yakin?" ( QS : Al - Maidah(5) : 50 ).


Namun pada realitanya bermunculan ulama-ulama yang membingungkan umat lewat perkataannya yang malah mendengungkan Islam Nusantara. Seperti pernyataan ketua MUI KH. Mahruf Amin, "Prinsip MUI itu wadah semua pihak, karena itu di MUI ada Islam Nusantara Islam berkemajuan. Maka saya bilang Islamnya MUI itu Islam Nusantara Islam berkemajuan, masih kita tunggu ada nama lain nggak, karena kita itu wadah semua pihak." (Kamis, 26/7/2018, Detik News). Dan juga beberapa ulama  menyatakan demokrasi bagian dari Islam. Di mana perlakuan mereka terhadap penista agama dan pelecehan syari'at islam AMAT LEMAH bahkan memaafkan. Apakah pantas di sebut pewaris Nabi? Ulama-ulama yang menjual ayat-ayat Allah dengan kenikmatan dunia yang hanya sementara.


Islam hanya satu tidak ada tambahan di depan atau di belakangnya, Islam adalah agama yang utuh sempurna, sabda Rosulullah SAW: "Islam itu tinggi dan tidak ada sesuatupun yang lebih tinggi darinya."

Islam mengatur semua aspek kehidupan dari aqidah, ibadah, budaya, sosial, ekonomi dan politik. Dan hukum Islam tidak akan pernah berubah dalam keadaan, kondisi dan tempat sampai hari kiamat,  karena islam adalah rahmat bagi seluruh alam semesta.


Umat butuh ulama pewaris Nabi yang siap menjadi penjaga Islam terpercaya yang tidak mudah terjebak pada bujuk rayu dunia.


Kebangkitan Islam hanya dapat kembali dengan mengikuti metode Rosulullah SAW. Menerapkan sistem Islam kaffah dalam bingkai khilafah ala minhajjinnubuwwah, dengan kebangkitan berpikir yang menggerakkan pemahaman umat untuk menjalankan islam secara utuh tanpa kompromi, bukan dengan kudeta apalagi dengan kekerasan.


Ya Robb kami pasrahkan segala urusan yang kami perjuangkan hanya kepada-Mu, dan jadikan anak-anak generasi kami anak sholeh/sholehah sebagai penjaga islam terpercaya.


Wallahu A'lam bishowab



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!