Friday, July 27, 2018

Pancarkan Pesona Syantikmu


Oleh; Zakiyyah Al manaf

Tau donk lagu yang lagi ngehits dan berujung tragis karena  menjadi perebutan dua artis ternama.  Keduanya sama-sama syantik dan merasa  memiliki jargon syantik. Sehingga tidak terima kalau jargonnya digunakan pihak lain.

Terlepas dari siapa pemilik jargon tersebut sebenarnya tidak penting bagi kita, toh tidak ada untung ruginya bagi kita. Namun ketika ditelisik ternyata jargon syantik memiliki magnet yang kuat untuk menarik peminat.

Tentu saja bukan hanya sekedar judul lagu atau jargon belaka, namun segala hal yang terkait dengan yang syantik (cantik) senantiasa menarik. Siapapun menyukai sesuatu yang disebut syantik ini.

Kata syantik yang memiliki konotasi keindahan dan segala sesuatu yang di pandang menyenangkan ini ternyata senantiasa jadi idaman. Bagi laki-laki memiliki sesuatu yang syantik, sesuatu yang indah adalah anugerah. Karena begitulah tabiatnya laki-laki senantiasa menyukai dan mendamba keindahan tersebut. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah;

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang lebih baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)

Bagi perempuanpun demikian, memiliki paras syantik adalah anugerah dan kebanggaan tersendiri. Tidak ada satu orang wanitapun yang tidak ingin memiliki paras syantik. Karena sepanjang masa kehidupan manusia, si syantik ini senantiasa punya cerita dan pesonanya. Misalnya ketika kita melirik kehidupan orang terdahulupun tidak pernah sepi dari efek rona warna si syantik. Misalnya saja kisah perjalanan bapaknya para nabi, yaitu Nabi Ibrahim as. Kisahnya tidak sepi dari peran serta istrinya yang begitu syantik bahkan kecantikan ibunda Sarah digambarkan sebagai icon wanita cantik dunia. Sehingga dimasanya banyak sekali menarik hati para raja.

Sejarah  di masa Rasululloh pun banyak diwarnai dengan peran muslimah yang memiliki paras syantik baik ahlu bait ataupun shohabiyyah. Misalnya, Istri Rasululloh saw Aisyah ra, yang mendapat panggilan sayang "humaira" (yang kemerah-merahan), menujukan kecantikan yang tepancar didalamnya. Begitupun Shafiyyah binti Huyay, istri Rasululloh saw yang membuat istri-istri lain cemburu termasuk Aisyah. Namun, tentu saja kecantikan yang dimilikinya adalah kecantikan alami berbalut cahaya iman yang patut di teladani.


Cantik Imitasi 

Walaupun syantik itu relatif namun setiap masyarkat memiliki standar umum dalam penilaiannya. Sayangnya perempuan sekarang hanya menafsirkan kecantikan dari sudut pandang sempit dan picik. Syantik hanya dibatasi dengan keindahan fisik sehingga tidak sedikit kaum perempuan yang menghabiskan jutaan lembar rupiah hanya untuk mendapat predikat syantik fisik ini. Berbagai macam perawatan salon, diet ketat bahkan operasi plastik siap dijalan untuk mendapatkan gelar syantik.

Begitulah ketika standar cantik hanya di sematkan pada keindahan fisik. Apalagi jika dorongan untuk tampil syantik tersebut hanya sekedar ingin mendapat pujian dari manusia. Berharap didewakan, disanjung dan dipuja para penggemar menjadi tujuan utama. Maka kecantikan yang diidamkan tidak akan pernah puas didapatkan.

Namun tentu berbeda dengan seorang muslimah, Dia akan punya standar yang jelas dan luas dalam memaknai kecantikan. Kecantikan yang senantiasa diimpikannya bukan hanya sekedar kecantikan dhohir. Namun lebih dari itu keanggunan perangai, ketinggian budi pekerti, keluhuran ilmu dan keteduhan pandangan yang senantiasa diidamkannya. 

Muslimah yang cantik adalah dia yang mampu menyejukan pandangan suaminya, dia yang mampu menentramkan hati suaminya dan menundukan gejolak syahwat suaminya. Dia tidak akan memamerkan kecantikannya, karena dia sadar cantiknya bukan untuk dinikmati sembarang orang. Begitulah muslimah sejati tidak akan terperosak oleh kemilau kecantikan fana yang akan merusak dirinya dan masyarakat. Sehingga dia hanya akan menebar pesona cantiknya diruang-ruang yang dihalalkan.

waallahualam

 





SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!